Petambak Udang Vaname Parigi Moutong Diajak Alih Teknologi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Mantan Sekda Parigi Moutong di Lokasi Tambak Miliknya. (Foto/Istimewa)

Parigi Moutong – Mantan Sekda Kabupaten , Ardi Kadir mengajak petambak udang vaname untuk beralih menggunakan teknologi intensif, yang jauh lebih efektif dan memberikan keuntungan jauh lebih besar.

Kepada sejumlah wartawan Senin, 21 maret 2022, saat ditemui di lokasi tambaknya, Ardi mengatakan, budidaya , dengan teknologi indtensif, jauh lebih efektif ketimbang skema tradisional, dan keuntungannya pun cukup besar.

“Peluang produksinya lebih tinggi, walaupun nilai investastinya sedikit lebih tinggi dibanding tambak tradisional,” terangnya.

Baca: Udang Vaname Buol, Komoditas Strategis Ekonomi Lokal

Saat ini dia menabur benih perdana sebanyak 350 ribu di kolam miliknya seluas 250 Meter persegi, dengan perkiraan bisa menghasilkan 9 Ton udang produksi.

Perbedaan tambak intensif dan tradisional sangat berbeda jauh, ia mencontohkan estimasi hitungan 1 Ha berisikan 350 ribu benur, hanya mampu memproduksi kurang lebih 1 Ton udang.

Baca: Rizky Billar, Kena Imbas Kasus Penipuan Doni Salmanan

“Kalau dengan pola teknologi insentif dengan ukuran kolam 250 Meter persegi dapat memproduksi 9 hingga 10 Ton sekali panen,” jelasnya.

Dari segi harga, pasaran berkisaran Rp.45.000 hingga mencapai ratusan ribu per kilogramnya tergantung ukurannya.

Baca: Pemda Siapkan 4 Juta Benih Udang Vaname Buol

“Semakin kecil ukuran (), maka semakin tinggi harga jualnya, dan pasar sudah jelas, menyasar pasar ekspor,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengembangan sangat cocok di karena memiliki garis pantai cukup Panjang sekitar 472 Kilometer.

Selain itu, perikanan merupakan juga salah satu sektor keunggulan daerah setempat selain kelautan.

“Komuditas sangat menjanjikan, sehingga saya mengajak petambak di daerah ini mengembangkan komuditas tersebut, entah secara perorangan maupun kelompok,” tutupnya. (dn)

Baca: Gubernur Sulawesi Tengah Target Produksi Udang 200 Ribu Ton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.