PPKM Diperpanjang, Daerah Jawa-Bali Masuk Level 1

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Nasional, gemasulawesi – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang wilayah Jawa-Bali masuk berada pada level 1, Pemerintah Indonesia memperpanjang guna menekan lanju Covid-19 di wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, pada Selasa 30 Agustus 2022.

“Seluruh wilayah Indonesia, semua kabupaten dan kota sudah memasuki Tahap 1, yang berarti berada di bawah kendali hijau,” ucap Mendagri Tito Karnavian.

PPKM berlaku dari tanggal 30 Agustus sampai diperpanjang hingga 5 September 2022. Selama PPKM satu minggu sebelumnya. Hal ini tertuang dalam Permendagri No. 41 Tahun 2022 yang ditandatangani Mendagri Tito Karnavian pada 29 Agustus 2022.

Dirjen Bina Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengatakan, PPKM diperluas untuk menjaga kewaspadaan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas dan penularan Covid-19 di Indonesia seiring pulihnya perekonomian nasional. Ia juga mengatakan, penetapan Level 1 seluruh wilayah Jawa-Bali didasarkan pada refleksi dan masukan dari para ahli, dengan mempertimbangkan kondisi faktual lapangan.

Penentuan level kabupaten/kota tetap berpedoman pada indikator penularan masyarakat ke indikator adaptasi upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” kata Safrizal.

Baca: Pemerintah Prioritaskan Penuhi Kebutuhan Korban Banjir Torue

Seluruh pemangku kepentingan daerah, baik dari pemerintah, Forkompimda, TNI/Polri maupun pemangku kepentingan lainnya diminta untuk terus bersinergi dalam pelaksanaan protokol kesehatan.

“Untuk menjaga kondisi pandemi yang saat ini telah semakin membaik,” ucap Safrizal.

Safrizal meminta pimpinan daerah untuk terus mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi booster secara proaktif, tepat sasaran dan terkoordinasi sebagai bentuk pencegahan terhadap varian yang muncul.

Ia menegaskan, oleh karena itu, vaksinasi booster harus lebih digalakkan, demikian pula penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu upaya tracing. (*/Ikh)

Baca: Evaluasi Pemberhentian Penerbangan Makassar-Selayar

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.