Produk Olahan UKM Parigi Moutong Akan Dipasarkan di Kaltim

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kadis Koperasi dan UMKM, Sofiana. (Dokmentasi gemasulawesi.com)

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi.com – Produk olahan pelaku Usaha Kecil Menengah () di Kabupaten (Parimo) akan dipasarkan ke Kalimantan Timur.

Produk olahan pelaku di tepatnya akan dipasarkan di Kabupaten Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Baca: UKM dari Pulau Jawa dan Sulawesi Bawa Kopi Indonesia

“Itu sebagai bentuk tindak lanjut dari kerja sama yang di bangun dengan kedua daerah tersebut,” terang Kepala dinas Koperasi dan UMKM, Kabupaten , Sofiana baru-baru ini.

Lanjut dia, pihaknya menjadi salah satu dinas yang akan bertolak ke Panajam, menyiapkan hasil produk olahan untuk dipasarkan pada wilayah yang tengah dipersiapkan menjadi Ibu Kota Negara baru.

Baca: Sulawesi Tengah Jalin Kerja Sama Perniagaan Dengan Jawa Timur

“Produk yang kita bawa tentunya yang sudah jadi, seperti bawang goreng, kopi, olahan kelor, gula semut, VCO, tepung moka, ikan abon dan produk pangan durian,” jelasnya.

Baca: UKM Palu Sukses Menangkan Minat Pasar, Ini Strateginya

Ia menjelaskan, 10 produk olahan yang akan dibawa oleh pihaknya telah memiliki izin pangan industri rumah serta label halal, produk itu juga sudah dipasarkan pada sejumlah daerah di Indonesia.  

Sampel fisik 10 olahan itu kata dia, akan dipresentasikan pada pemerintah daerah Kalimantan timur.

“Hasil olahan kita sudahmemasuki pasar Nasional, beberapa daerah bahkan meminta pasokan bawang goreng dan kopi satu ton per bulannya, Ada juga yang memilih opsi memasarkan secara online dan masuk di Carrefour,” tuturnya.

Baca: 2021, Kemendag Bantu 10 Unit Sarana Perdagangan di Parimo

Selain memenuhi kebutuhan bahan baku bawang goreng dan kopi, Ia mencontohkan di Kecamatan Palasa, saat ini juga menyiapkan kebutuhan seluruh bahan untuk daerah lain.

Ia menambahkan, untuk Kabupaten Pohuwato dan Bualemo, akan jadi sasaran pemasaran olahan berikutnya, itu dilakukan sesuai hasil keikutsertaan Parimo dalam pameran di dua wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

“Produk kita dinilai unik dan langka, karena belum ada dipasarkan di wilayah itu. Kami yakin ada peluang besar kedepannya dalam hal pemasaran produk disana,” pungkasnya. (wn/fan)

Baca: Tim INAFIS Olah TKP Rujab Wakil Rakyat Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.