Satu Warga Kotamobagu Meninggal Covid-19 Belum Divaksin

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita Kesehatan, gemasulawesi – Satu kasus warga yang meninggal di Provinsi Sulawesi Utara, berasal dari Kotamobagu dilaporkan belum divaksin Covid-19.

Hal itu diungkapkan Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Gysje Pontoring MSc PH, di Manado, Minggu 28 Agustus 2022.

“Kematian perempuan 57 tahun warga Kotamobagu meninggal karena Covid-19, penyakit penyerta/komplikasi antara lain syok septik, pasca operasi (diduga) kanker lambung, anemia. Status vaksinasi Anda belum divaksinasi,” ucap dr Gysje Pontoring

Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Satgas) Covid-19, kata dia, tetap mengharapkan warga disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan. Ini termasuk pemberian vaksin dosis pertama, kedua dan ketiga atau booster.

Kematian yang dilaporkan melengkapi jumlah kumulatif kematian saat ini, yaitu 1.180 orang. Tingkat kematian untuk Covid-19 adalah 2,27 persen. Backlog warga Sulut yang terkonfirmasi positif naik menjadi 51.967 orang setelah penambahan 30 kasus baru.

Baca: Soal Video Mesum, Anggota DPRD PKB Pasuruan Dipecat

Sebagian besar kasus baru berasal dari Kota Manado, yaitu 17 orang, disusul Kota Tomohon (enam orang), Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing dua orang, Kota Kotamobagu, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Dia menambahkan, angka kesembuhan mencapai 96,99 persen atau 50.405 orang, sedangkan jumlah warga yang dirawat di rumah sakit rujukan sebanyak 382 orang atau 0,73 persen.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara bersama pemerintah kabupaten dan daerah berupaya memaksimalkan cakupan imunisasi masyarakat. Bagi yang belum divaksin, yuk segera kunjungi Puskesmas yang menyediakan vaksin Covid-19. katanya juga. (*/Ikh)

Baca: Tolak Bebaskan Tersangka Eks Polwan Dipecat, Polisi Membantah

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.