Sulawesi Barat Canangkan Gerakan Merdeka Pangan

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Akmal Malik menandai Gerakan Merdeka Pangan dengan menanam bibit jagung dan kedelai. Foto/Istimewa

Berita Sulawesi Barat, gemasulawesi – Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Akmal Malik tandai Gerakan Merdeka Pangan dengan menanam bibit kedelai dan jagung.

Akmal mengatakan Gerakan Merdeka Pangan di Sulawesi Barat sejalan arahan Presiden Joko Widodo untuk menangani krisis pangan global. Khusus di Sulawesi Barat, gerakan ini fokus pada dua komoditas pokok, yaitu jagung dan kedelai.

“Target hari ini menanam jagung dan kedelai di lahan seluas 14 hektar di lokasi berbeda di 6 kabupaten di Sulawesi Barat. Ini langkah awal, lalu tanam di 6 Kabupaten dan target kita 40.000 hektare,” ucap Akmal.

Ia menjelaskan, lahan seluas 40.000 hektar untuk menanam jagung dan kedelai akan dibagi menjadi enam kabupaten yang dikelola oleh petani, masyarakat umum, dan pemerintah di enam Kabupaten.

Akmal Malik mengatakan, nanti akan dihasilkan enam ton per hektare dari areal yang ditargetkan.

Akmal yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri mengingatkan agar hasil bumi yang ditanam sebagai bagian dari gerakan pangan gratis tidak boleh dipasarkan.

“Kita bagikan ke masyarakat, saya minta jangan dijual. Karena kami berharap ini merupakan langkah yang baik untuk ketahanan pangan di Sulawesi Barat, terutama dalam menghadapi krisis pangan,” ucap Akmal.

Lebih lanjut, Akmal juga berterima kasih atas dukungan dan kerjasama berbagai pihak sehingga gerakan kemerdekaan pangan dapat berjalan dengan lancar.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, petani. Gerakan ini bisa berkembang jika kita bersinergi, kuncinya kolaborasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang hadir secara virtual mengatakan, Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk daerah seperti padi, jagung dan kedelai. Oleh karena itu, pencanangan Gerakan Pangan Bebas dapat meningkatkan nilai produksi pangan di Sulawesi Barat.

“Masalah gizi merupakan isu yang sangat penting dan mendesak,” ucap SYL.

Baca:Mahasiswa Kendari Dibusur OTK Saat Sedang Istirahat di Kost

SYL yang telah sepakat untuk mendukung kegiatan ini berharap semua daerah dapat mengikuti gerakan yang dilakukan oleh Sulawesi Barat. Sementara itu, Direktur DPTHP Muhtar mengatakan seluruh Kementerian Pertanian Sulawesi Barat serta masyarakat tani setempat mengikuti pernyataan tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan ini kami namakan Program Pangan Merdeka yang digagas Gubernur. Makanan pokok kami adalah beras, jagung, dan kedelai.

Muhtar mengatakan, kalau kita surplus beras, kita juga surplus jagung, sisanya kedelai yang produktivitasnya belum meningkat. Jadi kedelai kali ini akan menjadi tanaman wajib bagi para petani peserta program ini, mengingat ketersediaannya saat ini sangat terbatas. (*/Ikh)

Baca: BPOM Edukasi Pangan Aman Masyarakat Konawe Kepulauan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.