Tahanan Rutan Makassar Berhasil Kabur Panjat Tembok Dapur

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Seorang tahanan kabur (Ilustrasi Gambar)

Berita , gemasulawesi – Seorang tahanan Rutan Kelas I Makassar, berinisial A berhasil kabur dengan cara , kejadian ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian maupun Kantor Wilayah kementerian Hukum dan HAM untuk berkoordinasi mengejar tahan itu.

Hal itu diungkapkan Kepala Rumah Tahanan Kelas 1 Makassar, Moch Muhidin di Makassar, , Jumat 23 September 2022.

“Kami langsung melaporkan Polsek Tamalate, Polres Gowa dan Polda untuk mencari napi yang kabur. Hingga saat ini, tim masih terus melakukan menyisir di rumah dan orang terdekatnya. Secara internah kami telah melaporkan ke kantor wilayah,” ucap Muhidin Makassar.

Ia menjelaskan, tahanan di Rutan Kelas I Makassar yang berhasil kabur tersebut terjadi pada 1 September 2022 sekitar pukul 19.34 WITA. Ini adalah warga binaan berinisial A dengan kasus penuntutan Pasal 351 yang divonis 1,6 tahun.

Muhidin mengatakan, setelah melihat rekaman CCTV, napi ini kabur melalui area dapur dengan melompati tembok pembatas dengan mengunakan selang.

Narapidana yang bersangkutan sebenarnya dipekerjakan sebagai korvey dapur, karena dinilai mampu dan berkelakuan baik berdasarkan sidang Tim Pemerhati Pemasyarakatan (TPP). Dengan demikian, ruang ini diberikan untuk membantu memasak untuk kebutuhan konsumsi para narapidana.

Untuk mencegah hal seperti ini terjadi, rombongan anda telah memberikan penguatan kepada seluruh staf, khususnya petugas satpam, agar lebih waspada dalam menjalankan tugasnya dan memperbaiki sarana area pos jaga.

“Pegawai, terutama petugas dari tim keamanan, telah diperkuat dan insiden tersebut dievaluasi. Selain itu, kami melakukan mutasi internal yang dimaksudkan untuk menyegarkan dan memotivasi agar bekerja lebih maksimal,” ucap Kepala Rutan.

Dalam kasus pelarian narapidana tersebut, ia mengatakan dan membenarkan bahwa semua elemen yang terkait dengan kejadian ini yang dipimpin oleh Kanwil Kemenkum HAM pada 5 September 2022 melakukan penyelidikan langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Suprato.

Ia mengatakan, Kepala Kesatuan Pengamanan dan regu pengamanan (rupam) yang sedang bertugas pada saat kejadian sedang diselidiki. Terkait sanksinya, kami masih menunggu hasil pemeriksaannya.

Ia menyebutkan, kapasitas Rutan Makassar adalah 1.000 orang, namun jumlah penghuni Rutan Makassar saat ini sebanyak 1.656 narapidana. Sedangkan jumlah personel 177 orang, dengan rincian 101 staf termasuk sembilan wali blok dan 76 petugas regu pengamanan.

Baca: Tekan Laju Inflasi, Pemkot Palu Gelar Operasi Pasar Murah

“Petugas tim keamanan dibagi menjadi empat tim yang masing-masing terdiri dari 19 orang. Begini cara 19 orang dalam satu pekerjaan melindungi seribu warga asuh mulai dari posko wasrik hingga blok hunian. Dan sistem keamanan dijalankan sesuai SOP (Standard Operasional Procedure) yang berlaku,” ucapnya.

Secara terpisah, Kasubid Bimpas Kementerian Hukum dan HAM Muhammad Amir mengatakan, tim telah memeriksa sejumlah petugas yang bertanggung jawab saat kejadian.

Ia mengatakan, semua yang berkaitan dengan ini diselidiki melalui pernyataan dari kepala pusat penahanan, kepala keamanan Rutan dan beberapa penjaga yang bertugas saat itu. (*/Ikh)

Baca: Hengkang dari PAN, Bupati Konawe Resmi Berbaju NasDem

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.