Tanggap Darurat Banjir Luwuk Timur, BPBD Tunggu SK Bupati

<p>Banjir di Luwuk Timur (Foto/Istimewa)</p>
Banjir di Luwuk Timur (Foto/Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Tanggap darurat banjir di wilayah Kecamatan Luwuk Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, masih menunggu surat keputusan (SK) bupati.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Banggai Mujiono saat dihubungi dari Kota Palu, Jumat 2 September 2022.

“Pelaksanaan tanggap darurat sudah berjalan, tinggal menunggu keputusan Bupati karena situasinya sangat mendesak,” kata Mujiono.

Sesuai pedoman Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menentukan penetapan status keadaan darurat yang ditetapkan oleh pemerintah atau pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan rekomendasi dari badan yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana, termasuk status siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi dari keadaan darurat ke pemulihan.

Menurut pedoman itu, keadaan darurat bencana adalah situasi di mana bencana yang akan datang terjadi dan menggangu penghidupan sekelompok orang/ masyarakat.

Pada saat status tanggap bencana diterapkan, upaya tanggap bencana meliputi pengkajian situasi dan kebutuhan penanggulangan bencana, pengaktifan sistem komando penanganan darurat bencana, penyelamatan dan evakuasi warga, pemenuhan kebutuhan dasar korban dan pengungsi, perlindungan kelompok rentan, dan perbaikan fungsi prasarana juga sarana vital.

Mujiono menjelaskan bahwa penanganan banjir biasanya membutuhkan waktu 60 hari, yang terdiri dari 14 hari tanggap darurat dan 46 hari pemulihan.

Penanganan bencana, lanjutnya, dilakukan bersama oleh BPBD, instansi pemerintah terkait, organisasi kemanusiaan, relawan, dan warga.

Baca: Oknum Guru Aniaya Murid di Baubau Diamankan Polisi

“Kehadiran relawan dari berbagai pihak tentunya sangat membantu pemerintah daerah untuk mengintervensi kegiatan penanggulangan bencana. Saya berharap pada masa tanggap darurat ini terjalin kerjasama yang baik dalam melaksanakan tugas di pedesaan,” ucapnya.

Ia mengatakan BPBD saat ini fokus melakukan tanggap darurat di dua desa yang dilanda banjir di Luwuk timur, termasuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Mujiono menjelaskan, saat ini pihaknya memastikan bahwa kebutuhan hidup warga terdampak itu yang paling utama.

Banjir bandang pada 30 Agustus 2022 merusak sedikitnya 15 rumah di Desa Indang Sari dan sembilan rumah di Desa Pohi, memaksa sekitar 500 warga mengungsi. (*/Ikh)

Baca: Tingkatkan Daya Beli, Sulteng Siap Fasilitasi Penyaluran BLT BBM

...

Artikel Terkait

wave

Tingkatkan Daya Beli, Sulteng Siap Fasilitasi Penyaluran BLT BBM

Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan siap fasilitasi penyaluran bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM).

Oknum Guru Aniaya Murid di Baubau Diamankan Polisi

Berita Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Oknum guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) aniaya muridnya di Baubau dengan cara mencambuk mengunakan rotan, diamankan polisi di Kepolisian Resor (Polres) Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Kepolisian Baubau AKBP Erwin Pratomo menjelaskan pengungkapan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh LMA (14), siswi kelas 3 SMP tersebut, [&hellip;]

Polisi di Sulawesi Barat, Ditemukan Meninggal di Kantornya

Polisi bernama Ipda Thomas ditemukan meninggal di Kantornya, Polsek Pangale, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi

Kecelakaan Avanza dan Beat di Parepare, 1 Orang Tewas

Kecelakaan maut melibatkan Avanza dan sepeda motor Honda beat di Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan, 1 orang

Telan Anggaran 109 Miliar, Pembangunan Kantor Gubernur Sulbar

Telan anggaran Rp 109 miliar, pembangunan kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), segera dibangun kembali oleh pemerintah pusat

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;