Wanita Hendak Melahirkan Ditolak Enam Rumah Sakit di Kota Palu

<p>Foto: Illustrasi ruang persalinan darurat.</p>
Foto: Illustrasi ruang persalinan darurat.

Gemasulawesi– Seorang ibu hamil di Kota Palu, Sulawesi Tengah berjuang melahirkan anaknya di dalam mobil tanpa bantuan tenaga medis, karena ditolak enam rumah sakit. 

“Beberapa laporan soal ibu hamil itu, langsung kami respon cepat dan menanyakan langsung ke sejumlah direktur-direktur rumah sakit ada. Dan beberapa penjelasan kami terima,” ungkap Walikota Palu, H Hadianto Rasyid dalam keterangannya, Rabu 25 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, kondisi sehingga ditolak enam rumah sakit, dokter operasi di Kota Palu kekurangan tenaga dokter. Terlebih lagi, di satu sisi ada keterbatasan dokter emergency untuk operasi ibu melahirkan.

Baca juga: 3.500 Calon Dokter Belum Bisa Bantu Tangani Pandemi

Kemudian, saat itu bertepatan dua dokter sedang menangani ibu juga hendak melahirkan atau dalam kondisi sama. Sehingga, wanita hendak melahirkan ditolak enam rumah sakit.

Alasan lain sehingga ditolak enam rumah sakit yaitu beberapa dokter lainnya tersebar di beberapa rumah sakit di Palu. Ada pula terpapar covid19 dan sedang jalani Isolasi mandiri.

Catatan Pemkot Palu ke pihak rumah sakit agar bisa mencarikan solusi terbaik, agar setiap pasien terlayani dengan baik.

Baca juga: Puluhan Nakes dan Dokter di Palu Sulteng Jalani Uji Swab

Dia mengakui, jika Kota Palu kekurangan dokter dan masih menjadi kekurangan Pemkot Palu. Namun, pihaknya berupaya semoga ada dokter mengabdikan dirinya di Kota Palu.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga karena situasi dan kondisi. Sehingga, beberapa pelayanan di rumah sakit menjadi hambatan dalam pelayanan.

Informasi itu viral di media sosial, usai akun bernama Rizky Agung membagikannya di grup facebook Info Kota Palu (IKP).

Dia merinci enam rumah sakit menolak ibu hamil itu, diantaranya Rumah Sakit Alkhairaat, Rumah Sakit Budi Agung, Rumah Sakit Balai Keselamatan (BK), Rumah Sakit Bersalin Petobo, Rumah Sakit Samaritan dan Rumah Sakit Anutapura.

Baca juga: 640 Dokter Gugur Akibat Covid19, Terbanyak di Jawa Timur

Bermacam alasan rumah sakit tolak tangani proses melahirkan

Dalam postingan Rizky Agung juga menyebutkan, alasan sejumlah pihak rumah sakit menolak pasien ibu hamil itu karena dokter yang melakukan tindakan operasi tidak berada ditempat.

Baca: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal di Karimun

Di rumah sakit lainnya, pihak keluarga pasien memperoleh jawaban jika dokter dapat mengambil tindakan, namun pasien antri untuk operasi sudah banyak. Sehingga, pihak keluarga pasien disarankan mencari rumah sakit lain. Terlebih lagi, posisi bayi bokong di pintu.

Ada juga pihak rumah sakit menolak karena dokter yang akan mengoperasinya sudah berumur, sehingga tidak bisa mengoperasi malam hari. Sedangkan posisi bayi, tangannya di pintu.

Bahkan disebutkan, ada pihak rumah sakit menolak karena alasan dokter lagi menjalankan Isolasi Mandiri (Isoman) dan menggunakan jasa dokter anastesi rumah sakit lain.

Baca juga: Syarat Zonasi PPDB Sebabkan Tingginya Mobilitas Penduduk

Setelah bolak-balik mencari, akhirnya kembali ke rumah sakit semula saat awal mereka berupaya mencari pelayanan kesehatan.

Saat dalam perjalanan, di depan SPBU Maluku, kepala bayi sudah keluar. Setibanya di halaman rumah sakit dituju, sang ibu melahirkan di dalam mobil.

Pihak keluarga berharap kejadian itu daapat menjadi perhatian Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura dan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, serta instansi terkait. (***)

Baca juga: KemenPAN RB Tetapkan Ratusan Ribu Kebutuhan PNS 2021

...

Artikel Terkait

wave

Blanko Adminduk Kertas HVS, Disdukcapil Parimo: Asli Ditandai Barcode

Disdukcapil Parigi Moutong menyebut blanko Adminduk kertas HVS itu berlaku dan asli, ditandai dengan barcode tandatangan elektronik.

Kota Palu Luncurkan Dua Proyek Inovasi Perubahan

Kota Palu, Sulawesi Tengah, luncurkan dua proyek inovasi perubahan. Yakni Kota Tuntas Kumuh Berbasis Kawasan, aplikasi aduan Pantau Kotaku.

Parigi Moutong Beri Bantuan Beras 2 Ton untuk Warga Isoman

Parigi Moutong beri bantuan beras 2 ton untuk warga Isoman. Penyerahannya langsung dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan.

Relawan Songulara Mositulungi Gandeng Apoteker Tangani Warga Isoman

Relawan Songulara Mositulungi Parigi Moutong, bekerjasama dengan tenaga apoteker setempat, untuk memudahkan akses warga Isoman.

Sekolah Kader Pengawas Partisipatif, Upaya Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

Bawaslu RI menggelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif 2021. Tujuannya meningkatkan partisipasi masyarakat mengawal proses pesta demokrasi

Berita Terkini

wave

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.


See All
; ;