Waspada, BMKG Prediksikan Gelombang Tinggi Diperairan

waktu baca 3 menit
Gelombang Tinggi (Ilustrasi Gambar)

Berita Nasional, gemasulawesi – Waspada, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) prediksikan gelombang tinggi di perairan hingga 4 meter di beberapa wilayah pada 24-25 Agustus 2022.

BMKG menjelaskan bahwa di Indonesia bagian utara pola angin dominan bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 20 knot, sedangkan di Indonesia bagian selatan pergerakannya dominan dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin 5 knot menjadi 20 knot. dari knot 5 – 25. Kecepatan angin tertinggi diamati di perairan Banten – Jawa Timur, perairan Bali Selatan – Sumbawa, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Laut Banda, Kep.Sermata- Kep. Tanimbar dan Laut Arafuru.

“Kondisi ini memungkinkan terjadinya gelombang hingga 1,25 – 2,5 meter di bagian utara Selat Malaka, Laut Natuna bagian utara, perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Selat Karimata dan Gelasa Selat, Perairan P. Belitung, Laut Jawa, Perairan Jawa Tengah Utara – Jawa Timur,” kata BMKG dalam keterangan tertulis yang, Rabu 24 Agustus 2022.

Kemudian Perairan Kotabaru, Perairan Kalimantan Tengah, Selat Makassar bagian Tengah dan Selatan, Laut Bali, Laut Sumbawa, Perairan Kep. Sabalana-Kep. Selayar, Teluk Bone Selatan, Laut Flores, Laut Sawu, Selat Sumba, Selat Sape Selatan, Teluk Tolo, Laut Sulawesi Tengah dan Timur, Teluk Tomini, Perairan Kep Selatan. Banggai – Kepulauan Sula, Perairan P.Buru – Pulau Ambon – Pulau Seram, Laut Seram, perairan utara Kepulauan Sermata – Kep. Tanimbar, perairan utara Tanjung. Kai-Kep. perairan Fakfak – Kaimana, perairan Amamapere – Agats, perairan Yos Sudarso, Samudra Pasifik Utara Biak, Samudra Pasifik Utara Jayapura.

BMKG prediksikan, gelombang dengan tinggi 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue – Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu – barat Lampung, Samudera Hindia, barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan Banten bagian selatan – Jawa Timur.

Kemudian Perairan Bali Selatan – Sumbawa, Selat Bali – Lombok – Alas Selatan, Perairan Pulau Sumba Selatan, Perairan Pulau Sawu – Pulau Rotte Kupang, Samudera Hindia Banten Selatan – NTT, Perairan Manui – Perairan Kendari , Perairan Wakatobi, Banda Laut, Perairan Kep Selatan. Sermata-Kep.Tanimbar, perairan selatan Kep. Kai – Kep. Aru, Laut Arafuru.

Baca: Empat Oknum Polisi di Luwu Utara Terlibat Pemukulan Tahanan

BMKG memperingatkan bahwa potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG selalu menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi para pemancing yang beroperasi dengan moda transportasi seperti kapal penangkap ikan dengan kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter, tongkang dengan kecepatan angin lebih besar dari 16 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,5 meter, kapal feri dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter, kapal besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih besar dari 27 knot dan tinggi gelombang lebih besar dari 4 meter.

“Masyarakat yang tinggal dan bekerja di pesisir pantai yang berpotensi terjadi gelombang tinggi harus tetap waspada,” kata BMKG. (*/Ikh)

Baca: Tiga Hari Hilang, Kakek di Sulawesi Utara Ditemukan Meninggal

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.