Empat Oknum Polisi di Luwu Utara Terlibat Pemukulan Tahanan

waktu baca 3 menit
Empat Oknum Polisi di Luwu Utara Terlibat Pemukulan Tahanan (Ilustrasi Gambar)

Berita Hukum, gemasulawesi – Empat oknum polisi yang bertugas di Polsek Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, terlibat pemukulan terhadap tahanan terduga pelaku penganiayaan.

Aksi kekerasan empat oknum polisi tersebut menjadi viral di media sosial hingga akhirnya Kanit Reskrim Polsek Bone-Bone dicopot dari jabatannya.

Kapolres Luwu Utara AKBP Galih Indragiri mengatakan bahwa 4 jajarannya di Sektor Bone Bone sedang menjalani pemeriksaan di Propam karena terlibat penganiayaan, yang menyebabkan kanit Reskrim mereka dicopot.

“Betul ada empat anggota yang sementara diperiksa dengan bobot berbeda,” ucap AKBP Galih Indragiri, Kapolres Luwu Utara, Selasa 23 Agustus 2022.

Galih menjelaskan bahwa salah satu dari empat oknum polisi yang diperiksa terbukti terlibat melakukan pemukulan langsung kepada tahanan. Sementara itu, seorang personel yang membawa pelaku membiarkan pemukulan berlangsung. dan dua anggota lainnya hanya menonton tanpa melerai.

Ia menjelaskan, peran mereka berbeda. Jadi bukan hanya anggota yang melakukan penganiayaan. Ada juga anggota yang membawa ini (terduga pelaku), ada yang melihat tapi tidak melerai. Jelas kita tidak mentolerir dan langsung kita periksa, bahkan dicopot dan di lokasikan ke Polres.

Kedua personel lain yang menyaksikan pemukulan hanya diberikan tindakan disipliner, meskipun dia tidak menjelaskan detail sanksi yang dimaksud.

“Bagi anggota yang melihat tapi tidak melarang kita akan mendisiplinkan mereka,” kata Galih.

Galih mengatakan, oknum polisi yang melakukan pemukulan itu masih dalam penyelidikan Propam untuk mengetahui motif penganiayaan terhadap tahanan itu.

Ia mengatakan, saat ini Propam sedang menyelidiki yang telah melakukan pemukulan untuk mengetahui motif mereka menganiaya tahanan tersebut.

Soal masalah awal, Galih mengatakan tersangka pelaku atau narapidana diamankan Polsek Bone-Bone yang terlibat tawuran antar remaja. Pelaku diduga meresahkan masyarakat sekitar dan juga pelajar di sekolah Luwu Utara.

“Kasus kekerasan yang dilaporkan dilatarbelakangi oleh tawuran antar remaja. Informasi dari masyarakat lain pelaku membuat resah masyarakat atau anak-anak SMAN 4 (Luwu Utara),” jelas Galih.

Baca: Resep Unik Dan Cepat Kue Enak Dan Lezat Lemper Abon Sapi

Usai diamankan, Galih mengatakan petugas polisi yang menangkap pelaku malah melakukan penganiayaan sekitar pukul 17.00 Wita pada Selasa 16 Agustus 2022. Insiden penganiayaan kepada tahanan tersebut sempat viral di jejaring media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar, dua polisi datang membawa salah satu pelaku perkelahian dengan sesama pelajar. Kemudian seorang petugas polisi dengan pakaian serba atribut melakukan beberapa pukulan kepada pelaku penganiayaan yang baru saja telah diamankan, sementara dua orang lainnya hanya terlihat menyaksikan saat petugas memukuli.

Baca: Resep Mudah Membuat Brownies Cup Keju

“Jadi itulah apa yang sebenarnya terjadi Selasa sore, hingga menjadi viral. Kami segera bertindak dan menempatkannya di tempat khusus bagi anggota yang melakukan penganiayaan,” kata AKBP Galih.

Galih menyayangkan tindakan oknum polisi tersebut dan akan menindaklanjutinya. Tak hanya itu, Galih menegaskan akan menindak tegas anggota yang kedapatan coba melakukan hal yang serupa.

Ia menegaskan, Jika saya Kapolres, apa yang dilakukan anggota itu salah dan saya akan menindak anggota tersebut. Kami akan menindak tegas anggota yang melakukannya. (*/Ikh)

Baca: Empat Bayi Terinfeksi Covid-19 di Sulawesi Utara

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sulawesi di: Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.