Air Bersih Masih Jadi Keluhan Warga Desa Torue

waktu baca 3 menit
Foto/Istimewa

Berita Parigi Moutong, gemasulawesi – Air masih menjadi keluhan yang menjadi kebutuhan Warga Desa Torue, dampak dari banjir bandang pada Kamis 28 Juli 2022 mengakibatkan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) rusak sehingga pasokan air bersih pada warga terkendala.

Dua dusun di Desa Torue belum teraliri air akibat dari pipa SPAM yang rusak.

“Kami di Dusun Tiga masih menggunakan air sumbangan PMI dan Pemkab Parigi Moutong karena SPAM di rumah belum berfungsi sejak banjir terjadi,” ucap seorang warga Taufik kepada media, Minggu 07 Agustus 2022.

Ia mengatakan, untuk mendapatkan air bersih harus menggunakan waduk dan berbagai alat penampungan lainnya.

Setelah diperbaiki, saluran SPAM yang rusak di beberapa tempat kembali berfungsi dan mulai masuk ke rumah-rumah warga Dusun lima.

“Sebagian besar warga Dusun Lima sudah bisa menggunakan air bersih, meski masih ada beberapa rumah yang belum teraliri, dikarenakan ada beberapa pipa yang rusak,” terangnya.

Air masih jadi keluhan warga yang terkena dampak banjir bandang di Desa Torue, tentunya dia berharap pemerintah segera memperbaikinya agar semua warga yang terkena dampak dapat menikmatinya dan memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga Dusun Empat lainnya, Amu, mengatakan air bersih merupakan kebutuhan pokok warga, meski ia dan beberapa rumah lainnya tidak terkena dampak serius, namun seluruh jaringan pipa tidak berfungsi.

“Jadi kami sangat berharap air bersih itu, air kami dapatkan dari tandon yang disiapkan oleh berbagai relawan juga pemerintah,” ujarnya.

Sekretaris PUPRP Parigi Moutong Nyoman Adi mengakui jaringan SPAM kini sudah beroperasi setelah mengganti beberapa pipa yang rusak akibat banjir bandang.

Ia menjelaskan, semua Dusun, baik Dusun satu sampai lima, masuk jaringan air melalui SPAM kemarin setelah beberapa kali perbaikan.

Diakuinya, beberapa hari lalu pihaknya melihat ada dua pipa yang tertimbun tanah mengalami kerusakan, sehingga PUPRP melalui sektor SDA segera memperbaiki pipa yang rusak tersebut.

Ia mengatakan, sebagian besar air bersih yang digunakan warga merupakan sambungan SPAM dari sumber air baku Sungai Torue. Jadi fokus perbaikannya ada di hulu.

Pihaknya juga melakukan pemeriksaan jaringan distribusi air untuk memastikan sudah beroperasional setelah pekerjaan perbaikan selesai.

Baca: Resep Buat Bolu Kojo Khusus Ibu Rumahan

Selain itu, faktor iklim dapat mempengaruhi kecepatan perbaikan infrastruktur jaringan SPAM, karena beberapa hari di daerah hulu sering diguyur hujan sehingga menyulitkan pekerjaan.

Ia menjelaskan, sistem tidak berfungsi secara optimal dalam hal iklim. Hujan deras masih mengguyur hulu sehingga waktu yang tersisa sedikit, ditambah faktor keselamatan tim di lapangan.

Ia juga menambahkan, ada dua desa yang kekurangan air bersih, seperti Dusun dua dan tiga, pihaknya akan segera melakukan pengecekan di lokasi.

“Dusun dua telah di aliri air, hanya terseisa beberapa pipa warga yang rusak, tapi kami akan cek langsung agar seluruh warga Torue yang terkena banjir bandang bisa menikmati airnya. ” tutupnya. (*/Ikh)

Baca: Banjir Terjang Dua Desa di Bolaang Mongondow Selatan

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.