Anleg Soroti Minusnya Realisasi Pembangunan di Dua Triwulan Awal

<p>Foto: Rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong, 14 Juni 2021.</p>
Foto: Rapat Paripurna DPRD Parigi Moutong, 14 Juni 2021.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Minusnya realisasi pembangunan usulan warga, di dua triwulan awal hingga masuk triwulan ketiga tahun 2021, menjadi sorotan sejumlah Anggota Legislatif (Anleg) DPRD Parigi Moutong.

“Kenapa realisasi anggaran sampai Juni 2021 ini sangat minus,” ungkap Ketua Fraksi Partai Gerindra, Arifin Dg Palalo, saat sidang Paripurna di DPRD Parigi Moutong, Senin 14 Juni 2021.

Hingga kini, usulan warga lewat DPRD di sejumlah perangkat daerah Pemda Parigi Moutong nyaris belum tersalurkan atau menyentuh warga.

Sehingga, pihaknya meminta kepada kepala daerah menyampaikan ke bawahannya, segera memperhatikannya. Sebab, tidak ada penjelasan pasti dari kepala perangkat daerah, ketika pihaknya mengkomunikasikan persoalan itu.

Baca juga: Lagi, Realisasi Dana BOS Parimo Lambat Lapor

“Kami barusan juga ke kampung-kampung bersilaturahmi dengan warga. Apa diusulkan warga belum ada jawaban,” sebutnya.

Ia khawatir, usulan warga itu tidak dapat terealisasi seperti kejadian 2020 silam. Apalagi, sebentar lagi KUA PPAS perubahan akan segera dibahas.

“Sekarang usulan kami, satu pun belum ada. Termasuk pembangunan MCK, drainase. Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah desa. Dan mereka mempertanyakan kepada kami. Dimana usulan mereka sudah masuk di Musrenbang, tapi hari ini belum ada terealisasi. Jangan kami dianggap pendusta,” tuturnya.

Senada dengan itu, Sukiman Tahir Anleg DPRD Parimo menambahkan, tidak ada kejelasan selama ini. Sebab saat melakukan konsultasi, perangkat daerah hanya menyebut banyak permasalahan.

Ia menilai, persoalan minusnya realisasi anggaran dan pembangunan usulan warga harus dibahas secara terbuka. Apalagi, aspirasi warga memang menjadi tugas pihaknya untuk menyalurkannya di DPRD.

“Saya berpikir kita saling terbuka, antara DPRD dan perangkat daerah agar komunikasi lebih lancar,” ujarnya.

Wakil Bupati Parigi Moutong, Badrun Nggai mengatakan, pihaknya telah menanyakan persoalan realisasi pembangunan usulan warga kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Terjadi keterlambatan realisasi anggaran dan pembangunan, karena adanya berbagai perubahan terkait sistem keuangan. Apalagi dengan adanya pemotongan anggaran, terdapat kesulitan saat penyesuaian di DPA.

“Perubahan dari aplikasi Simda ke SIPD itu, masih sulit untuk menyesuaikan. Sehingga dari keuangan kemarin saya tanyakan, mereka sudah berupaya,” tutupnya.

Baca juga: DPRD Soroti Minimnya PAD Parigi Moutong

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Disperindag Kembali Wacanakan Relokasi Pedagang Pasar Lama

Disperindag Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah kembali wacanakan relokasi pedagang Pasar lama ke Pasar Sentral Parigi.

DPUPRP Parigi Moutong Usulkan Perbup Pemutihan IMB

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah usulkan Perbup pemutihan IMB.

Parigi Moutong Siapkan 100 Ha Lahan Padi Ladang Upsus Pajala

Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, siapkan sekitar 100 Ha lahan padi ladang dalam program Upsus Pajala tahun anggaran 2021.

Juli 2021, Jadwal Vaksinasi Warga Kota Palu

Pemkot menjadwalkan vaksinasi warga Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan Juli 2021, untuk warga yang telah memenuhi syarat.

Penyidik Limpahkan Perkara Korupsi Jembatan Torate ke JPU

Tim Penyidik Kejati Sulawesi Tengah limpahkan tersangka dan barang bukti perkara tindak pidana korupsi Jembatan Torate kepada JPU.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;