BNPB Tinjau Lokasi Relokasi Korban Gempa Cianjur

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kemeja hijau dengan rompi) dan Menko PMK Muhadjir Effendy (kemeja putih dengan rompi) meninjau salah satu lokasi lahan relokasi bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Cianjur (Foto/bnpb.go.id)

Berita Nasional, gemasulawesi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana () Letjen TNI Suharyanto, bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy tinjau beberapa titik lokasi terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu 30 November 2022.

Salah satu yang ditinjau adalah wilayah Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, yang merupakan lokasi pemukiman kembali warga terdampak .

Suharyanto mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan pemukiman kembali dan pemerintah pusat akan membangun kembali rumah warga yang rusak.

“Jadi sudah disiapkan 16 hektar. Nanti bupati dan tim yang akan memutuskan siapa dan warga mana yang akan pindah ke sini,” ucap Suharyanto di Desa Sirnagalih, Kamis 1 November 2022.

Baca: Pencarian Korban Gempa Cianjur Disarankan untuk Diperpanjang

Warga yang rumahnya dipindahkan, lanjutnya, akan mendapatkan rumah pengganti di tempat yang telah disediakan, sehingga masyarakat tidak dapat menempati rumah lama tersebut.

Ia mengatakan, begitu para pengungsi sudah memiliki rumah baru dan hak atas tanah, tanah bekas warga dikelola oleh pemerintah untuk mencegah warga kembali.

Rumah tua digunakan sebagai resapan air dan area hijau, sehingga tidak lagi dihuni oleh masyarakat karena dikhawatirkan setidaknya tidak akan banyak korban jika terjadi gempa lagi.

Baca: Bertambah, Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 327 Jiwa

Kepala beserta rombongan kemudian meninjau contoh rumah tahan gempa yang akan dibangun pemerintah.

“Rumah Bapak akan menjadi contoh bagi warga, tipenya 36 rumah RISHA. Warga yang rumahnya rusak ringan bisa sekaligus memperbaiki rumahnya, jika butuh tenda keluarga, kami akan layani sedikit dan lengkapi,” kata Suharyanto saat berdiskusi dengan warga desa di Kecamatan Ciwalen Warungkondang.

Ketika ia kemudian melihat ke SMPN 1 Cugenang, ia melihat kondisi sekolah yang sangat rusak sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Baca: Korban Hilang Gempa Cianjur Bertambah Jadi 13 Orang

Titik observasi terakhir adalah evakuasi di Desa Sarapad yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango.

Karena akses ke lokasi cukup sulit, rombongan memutuskan untuk pergi ke posko pengungsian untuk berdiskusi dan membagikan paket sembako kepada warga. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.