Bongkar ‘Mafia’ Listrik, DPRD Parigi Moutong Usulkan Bentuk Pansus

<p>Rapat dengar pendapat DPRD Parigi Moutong dan PLN . Gemasulawesi Foto/MuhammadRafii</p>
Rapat dengar pendapat DPRD Parigi Moutong dan PLN . Gemasulawesi Foto/MuhammadRafii

Parigi moutong, gemasulawesi.com Anggota legislatif DPRD mengusulkan untuk membentuk Panitia khusus (Pansus), untuk membongkar indikasi mafia listrik di PLN Sub Rayon Parigi Moutong (Parimo).

“Perlu Pansus untuk melihat lebih detail adanya kejanggalan terkait biaya Penerangan Jalan Umum (PJU) dan tidak jelasnya penghitungan biaya pemakaian listrik 450 watt,” ungkap Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto Tongani saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN dan beberapa OPD di DPRD, Rabu, 15 Januari 2020.

Ia menanyakan, apakah total 12 miliar Rupiah per tahun untuk pembayaran tagihan listrik PJU ke Pemda Parigi Moutong, sudah termasuk untuk membayar lampu jalan yang mati. Sementara, pembayarannya sangat besar dibandingkan dengan bagi hasil dari PLN senilai 8 miliar Rupiah, dianggap sangat tidak sesuai.

Kemudian, ada juga keluhan warga terkait sambungan rumah tangga 450 watt. Pembayaran listriknya hampir sama dengan penggunaan 900 watt yang sudah tidak disubsidi lagi.

Lucunya, warga dibebani pembayaran senilai 8 juta Rupiah, sementara warga tidak pernah menunggak. Timbul tanda tanya besar terkait mekanisme penghitungan tarif listrik PLN. Ia beranggapan sepertinya ada praktik mafia listrik di Parigi Moutong.

“Saya punya bukti berupa rekening pembayaran listrik warga itu. Nampaknya, ada terjadi asal catat atau bahkan merekayasa jumlah penggunaan kwh listrik warga. Kalau ini benar bermasalah maka DPRD akan merekomendasikan kepada APH untuk selidiki masalah itu,” tegasnya.

Kemudian, Anleg DPRD Parigi Moutong dari Partai PKS, Fadli mengatakan terdapat beberapa kasus lainnya yaitu pemasangan meteran listrik baru warga di beberapa desa. Kalau pemesanan pemasangan meteran sesuai dengan harga standar PLN, maka memakan waktu lama, bahkan hingga empat bulanan.

Tetapi, berbanding terbalik jika memakai harga ‘calo’ dari PLN, pemasangan meteran listrik bisa cepat. Hal itu terbukti dari pemasangan meteran listrik salah satu warga di wilayah utara Parigi Moutong, satu set meteran listriknya hanya dikirimkan lewat jasa kurir karena membayar dengan harga standar.

Parahnya, apabila alamat dan pemesan meteran listrik tidak diketahui, maka cukup dititipkan di rumah kepala desa setempat. Kalau seperti itu modelnya kata dia, maka pertanyaannya siapakah yang bertanggungjawab untuk pemasangan instalasinya.

“Cukup jelas, sangat terasa adanya dugaan praktek mafia listrik dalam tata kelola penyediaan listrik di Parigi Moutong,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala PLN Sub Rayon Parigi, Tungkat Lumban mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan internal PLN untuk mengetahui rincian dasar hitungan bea listrik PJU Parigi Moutong dan keluhan warga terkait tagihan biaya 450 watt.

Ia berdalih, baru bertugas di Parigi Moutong terhitung beberapa bulan. Sehingga, belum mengetahui dengan pasti rinciannya. Kemudian, terkait adanya dugaan permainan mafia pemasangan meteran listrik warga, pihaknya mengaku akan mencari kebenarannya.

“Kalau untuk permasalahan lampu yang sering padam apabila adanya gangguan cuaca di beberapa wilayah di utara Parigi Moutong, itu disebabkan faktor ‘kotornya jaringan listrik’ akibat gangguan pohon yang sudah tua di sekitar kabel PLN,” tutupnya.

Baca juga: Desakan Transparansi Data Jamkesda Parigi Moutong

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Rumah Milik Warga Maesa Parigi Moutong Hangus Terbakar

Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Maesa Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong hangus terbakarBerita, Poso Palu dan Kabupaten Banggai

Desakan Transparansi Data Jamkesda Parigi Moutong

DPRD Parigi Moutong mendesak pihak BPJS serta Dinas Sosial untuk transparan, terkait data warga dalam Jamkesda Berita, Poso Palu dan Banggai

Bupati Parigi Moutong Cs Tidak Bisa Hadirkan Saksi Bantahan

Sidang pengusaha Hantje Yohanis versus Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu, tidak bisa menghadirkan saksi bantahanBerita, Poso Palu dan Banggai

Optimalkan Peran Mahasiswa STIFA Palu Cegah Stunting Parigi Moutong

Pemda Parigi Moutong mengajak mahasiswa KKN STIFA Palu ikut program pencegahan stunting. Berita, Poso Palu dan Parigi Moutong Kabupaten Banggai

Bappelitbangda Asistensi Anggaran Program Stunting Parigi Moutong

Bappelitbangda asistensi anggaran 10 Miliar Rupiah program penurunan stunting Parigi Moutong bersama setiap OPD pendamping Berita, Poso Palu dan Banggai

Berita Terkini

wave

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.

PAD Parigi Moutong Tembus 106 Persen Saat Total Pendapatan Anggaran 2025 Meleset dari Target

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Parigi Moutong TA 2025 sukses tembus 106,08%. Simak rincian APBD, nilai SiLPA, dan raihan opini WTP


See All
; ;