BPJS Kesehatan Berhenti Kerjasama, Pasien RS Grestelina Makassar Terlantar

waktu baca 3 menit
Ket Foto: Pasien rumah sakit (Foto ilustrasi/Pixabay)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Kota memastikan untuk stop Kerjasama dengan sejumlah rumah sakit dan klinik di Kota , diantaranya Rumah Sakit (RS) Grestelina dan Klinik Cerebellum.

Kabar pemutusan kerjasama ini viral di media sosial. Beberapa telah mengunggah keluhan mereka ke halaman Instagram.

Misalnya di Rumah Sakit Grestelina. Beberapa mengeluh bahwa mereka harus membayar untuk perawatan umum secara umum.

“Meskipun kami adalah pembayar iuran BPJS aktif, kami sekarang harus menanggung biaya secara umum,” kata D, salah satu .

Baca: Manipulasi Data SMILE, BPJS Tenaga Kerja Rugi Rp 3,23 Miliar

Menurut laporan, kerja sama antara BPJS dan tidak diperpanjang setelah 31 Desember. Karena adanya keluhan .

mengeluh bahwa rumah sakit tidak menyediakan obat yang dibutuhkannya. Padahal, obat tersebut menjadi tanggung jawab BPJS.

“Banyak yang tidak bisa lagi menerima dirawat di ,” ucap seorang warga.

Baca: RDP DPRD dan Dinkes Bahas BPJS Kesehatan

Hal yang sama berlaku untuk Cerebellum Clinic di kota . Klinik ini merawat sekitar 700 stroke dan disabilitas setiap harinya.

Kepala Cabang Greisthy E.L. Borotoding mengatakan pihaknya tidak membatalkan kontrak dengan dan Klinik Cerebellum. Namun mereka tidak memperpanjang kerjasama untuk tahun berikutnya.

“Kontrak berakhir pada 31 Desember. Tahun depan tidak kami perpanjang,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Desember 2022.

Baca: RDP DPRD dan Dinkes Bahas BPJS Kesehatan

Greisthy mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya mengakhiri kerjasama. Ada alasan BPJS enggan memperluas kerjasama dengan dua fasilitas kesehatan terbesar di Kota .

Ia menjelaskan, kerjasama dengan institusi kesehatan swasta diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013.

Dalam ayat 3 tertulis bahwa kerjasama tersebut berlaku selama satu tahun dan bila perlu dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama.

Baca: Pemkot Kendari Gratiskan Pelayanan Kesehatan Korban Kriminal

Dalam kerjasama ini, mempertimbangkan kesesuaian jumlah fasilitas kesehatan dan jumlah peserta yang akan dilayani.

Kolaborasi dengan dan Klinik Cerebellum dimulai pada 1 Januari 2022 dan berakhir pada 31 Desember.

Greisthy mengatakan, saat melakukan penilaian, pihaknya tidak menilai satu aspek saja.

Baca: DPRD Sigi Konsultasi ke Parigi Moutong Terkait Iuran BPJS

Contohnya Cerebellum Clinic yang konon hasilnya bagus. Ini bukan satu-satunya indikator untuk peringkat.

“Hasil yang baik bukan satu-satunya indikator apakah fasilitas kesehatan akan terus bekerja sama atau tidak. Namun mendapatkan pelayanan yang berkualitas dan komprehensif sesuai dengan hak peserta dan standar kualitas pelayanan dengan pembiayaan yang bertanggung jawab,” terangnya.

Greisthy menekankan bahwa pihaknya bertanggung jawab untuk pengalihan peserta dan menyelesaikan klaim yang tersisa untuk diproses dan pembayaran.

Baca: Pemda Parimo Kerja Sama BPJS Ketanagakerjaan

Sementara itu, yang dirawat di rumah sakit dapat melanjutkan pengobatan setelah tanggal 31 Desember.

yang saat ini dirawat di rumah sakit tidak perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Mereka bisa melanjutkan pengobatannya,” terangnya.

Klinik Cerebellum juga dilayani oleh 15 Puskesmas lainnya di .

Baca: Menteri Sandiaga Uno: 85 Juta Jenis Pekerjaan Hilang, 97 Juta Pekerjaan Baru Lahir

Mereka memiliki fasilitas yang sama B Spesialisasi KFR, fisioterapi, terapi wicara dan terapi okupasi. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.