BPOM Gorontalo Ingatkan Bahaya Jamu Mengandung BKO

waktu baca 2 menit
Bahaya Jamu Tradisional Mengandung BKO (Ilustrasi Gambar)

Berita Nasional, gemasulawesi – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo ingatkan masyarakat mengenai bahaya konsumsi jamu tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

Kepala BPOM Gorontalo, Agus Yudi Prayudana di Gorontalo, Senin 19 September 2022 mengatakan, pihaknya terus mengedukasi berbagai pihak untuk lebih selektif dan bijak dalam mengonsumsi obat tradisional.

Kegiatan ini, kata Agus, merupakan salah satu cara untuk mempererat sinergi antar seluruh elemen Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO).

“BPOM selalu memantau dan mengedukasi masyarakat tentang bahaya obat tradisional yang mengandung BKO,” kata Agus.

Namun demikian, kata Agus, mengingat maraknya bahaya jamu tradisional yang mengandung BKO di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo, pendidikan masyarakat akan jauh lebih optimal jika ditingkatkan dengan pelibatan Pentahelix, yakni pelaku usaha, masyarakat, pemerintah daerah, BPOM dan media.

“Oleh karena itu, kita bersama-sama bergerak untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang penggunaan obat herbal atau obat tradisional yang tidak mengandung bahan kimia obat atau bahan terlarang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa obat tradisional adalah ramuan atau campuran dari tumbuhan, bahan hewani, bahan mineral, sediaan ekstrak atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan dalam pengobatan secara turun temurun.

Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat tradisional dilarang menggunakan bahan kimia obat. Namun, hingga saat ini BPOM masih menemukan beberapa obat tradisional yang dicampur dengan bahan kimia obat.

BKO dalam obat tradisional menarik minat produsen. Hal ini mungkin karena kurangnya pengetahuan produsen akan bahaya konsumsi bahan kimia obat yang tidak terkontrol, baik dalam dosis dan penggunaan, atau bahkan hanya untuk meningkatkan penjualan, karena konsumen menyukai obat tradisional yang cepat bereaksi di dalam tubuh.

Baca: ASN Makassar Wajib Pakai Ojek Online Setiap Selasa

Merebaknya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat disebabkan oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap produk tersebut. Tuntutan masyarakat tersebut disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat akan bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, meskipun bertujuan untuk memberikan efek langsung.

Upaya guna pembinaan dan peningkatan kesadaran akan bahaya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat terus dilakukan, namun perhatian tetap harus diberikan mengingat luasnya wilayah dan jumlah tenaga pengawas yang terbatas. (*/Ikh)

Baca: Kampanye Pengurangan Sampah Plastik dan Pantai Berseri 2022

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.