BPS Parigi Moutong Siapkan Program Registrasi Sosial Ekonomi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Rapat Koordinasi Kabupaten Parigi Moutong Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Foto/ Facebook BPS Parigi Moutong)

Berita , gemasulawesi – Badan Pusat Statistik (BPS) , siapkan (Regsosek) tahun 2022, sebagai upaya pemerintah menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk. Terkait hal itu Pemerintah Daerah mendukung program tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Badrun Nggai saat menghadiri rapat koordinasi pencatatan awal Regsosek di Parigi, Jumat 23 September 2022.

“Sebagai pemerintah daerah, kami mendukung langkah ini yang pada akhirnya akan mengarah pada jaminan sosial,” ucap badrun Nggai.

Badrun mengatakan bahwa Regsosek merupakan bagian dari reformasi sistem perlindungan sosial dan konsepnya telah disusun oleh Kementerian PPN/Bappenas sejak tahun 2020.

Ia mengatakan bahwa di suatu daerah kondisi ekonomi masyarakat sangat berbeda, sehingga perlu dilakukan pemetaan khusus agar pemerintah lebih muda melakukan intervensi bantuan sosial dan intervensi lainnya untuk memperkuat ketahanan sosial.

“Pemerintah berpendapat bahwa pelaksanaan perlindungan sosial perlu ditingkatkan dan ini harus didorong melalui reformasi sistem,” kata Badrun.

Data lengkap Regsosek menurutnya dapat mendukung program pemberdayaan ekonomi, penyediaan kebutuhan infrastruktur dasar, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, peningkatan inklusi keuangan, dan program lain yang mendorong potensi pembangunan di pusat dan daerah.

Badrun mengatakan, data ini akan multifungsi karena ada aspek lain yang ditampung dalam program ini untuk memudahkan pemerintah dalam menetapkan kebijakan untuk khalayak luas.

Sementara itu, Direktur BPS Simon Antolis mengatakan merupakan sistem dan database seluruh penduduk yang terdiri dari profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kekayaan yang dihubungkan dengan data induk kependudukan dan database lainnya sampai ke tingkat desa/kelurahan.

Untuk melengkapi persiapan, pihaknya mempekerjakan sekitar 719 petugas sensus, terdiri dari 548 petugas pendata lapangan (PPL), 146 petugas inspeksi lapangan (PML), 21 Koordinator Sensus Kabupaten (Koseka), dan penunjuk arah empat orang.

Baca: Bantu Penderita Refraksi, IROPIN Sulteng Bagikan Kacamata Gratis

“Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 30 hari mulai 15 Oktober hingga 14 November dan dilaksanakan serentak di tingkat nasional,” kata Simon.

Ia menambahkan, Regsosek juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan Satu Data Kependudukan Indonesia, sehingga sangat membantu mewujudkan negara berkembang yang inklusif, sehingga hasil pendataan menjadi informasi yang komprehensif dan memungkinkan digunakannya data tersebut mendorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setiap penduduk dan meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.

Simon mengatakan, kami berharap masyarakat nantinya memberikan informasi yang lebih terbuka kepada petugas lapangan sehingga informasi tersebut lebih mudah untuk diolah. (*/Ikh)

Baca: Kemenpan-RB Minta Kepala Daerah Audit Kembali Data Honorer

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.