Cegah Politik Identitas, KPU Sulteng Gencarkan Sosialisasi

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Anggota KPU Provinsi Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat dan SDM Sahran Raden (Foto/Facebook Sahran Raden)

Berita , gemasulawesi – Cegah , Komisi Pemilihan Umum () Provinsi (Sulteng), gencarkan sosialisasi ke masyarakat sehingga tidak terjebak pada konteks identitas dalam menentukan pilihan dan menyalurkan hak pilih di Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Anggota Sulteng Bidang Sosialisasi, partisipasi Masyarakat dan SDM, Sahran Raden, di Palu, Kamis 8 Desember 2022.

adalah memanfaatkan manusia dengan mengutamakan kepentingan suatu kelompok,” ucap Sahran Raden.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi bahaya kepada menjadi prioritas utama dalam sosialisasi pemilu dan pendidikan pemilih di masyarakat.

Baca: Sambut Pemilu 2024, KPU Sulteng Upayakan DPT Berkualitas

Ia mengatakan menjadi tantangan bagi karena menyelenggarakan pemilu dan pemilihan serentak kepala daerah.

masih digunakan oleh individu dan kelompok tertentu dalam kontestasi pada momentum pemilu dan juga pemilihan,” katanya.

Kelompok atau pihak yang terlibat dalam cenderung mengeksploitasi orang secara politis berdasarkan kesamaan identitas seperti ras, etnis, dan jenis kelamin atau agama tertentu.

Baca: Komisioner KPU Sulteng Tinjau PPS Kampal

Ia mengatakan, di Indonesia, lebih terkait dengan etnis, agama, ideologi dan kepentingan lokal, yang biasanya diwakili oleh elit politik dengan artikulasinya masing-masing.

Selain itu, ia menggambarkan masalah keadilan dan pembangunan daerah sebagai pusat wacana politiknya dan karena itu lebih dipengaruhi oleh ambisi elit lokal untuk tampil sebagai pemimpin, sebuah masalah yang tidak selalu mudah untuk dijelaskan.

Sementara itu, katanya, pemilih terlibat dalam perilaku sosiologis dan psikologis yang terkait langsung dengan .

Baca: Tujuh Pasang Calon Diusung PDI-P Provinsi Sulteng Kalah Versi Hitungan Sementara KPU

Misalnya, terangnya, karakter sosiologi, preferensi keputusan terkait dengan individu berupa nilai-nilai agama, kelas sosial, etnis, wilayah, tradisi .

Karakter psikologis adalah adanya koneksi psikologis yang membentuk orientasi politik seseorang dengan kandidat dan partai politik.

“Padahal pemilih rasional memilih berdasarkan visi, misi dan program, pemilih rasional mengevaluasi latar belakang caleg dan partai politik,” katanya.

Baca: Lantik Pengurus Parpol Jadi Komisioner, KPU Provinsi Sulteng Tabrak PKPU

Oleh karena itu Sulteng gencarkan sosialisasi, harus ada upaya pendidikan untuk meningkatkan kesadaran kolektif akan bahaya yang mengarah pada disharmoni dan fragmentasi sosial. (Ikh/Dn)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.