Diduga Jadi Korban Penculikan, Dua Anak di Makassar Dijadikan Jaminan

waktu baca 2 menit
Ilustrasi Gambar

Berita , gemasulawesi – di Makassar, , dua orang anak yang masih berusia belasan tahun .

Pelaku menitipkan AD 14 tahun dan DW 14 tahun di loket layanan pengiriman uang elektronik sebagai jaminan agar dapat mentransfer uang ke rekening tertentu. Usai menerima uang tunai Rp 2 juta, para pelaku kabur meninggalkan kedua bocah itu.

Salah satu korban, yang berinisial AD, mengaku pertama kali dipanggil oleh orang asing untuk diberikan uang, sehingga ia langsung ikut.

“Mereka memanggil saya, katanya untuk pergi cari uang, kemudian mereka membawa saya keliling-keliling,” ucap AD di Polsek Rappocini, Makassar, Minggu 03 Juli 2022

Baca: Lebih dari 200 Kali Gempa Terjadi di Sulawesi Selama Bulan Juni

AD mengaku pria itu pergi ke berbagai loket untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening bank.

AD mengatakan, ada 20 loket yang dia masuki untuk transfer, nanti di Jalan Sultan Alauddin, baru kemudian dia mendapatkan loket tempat dia mentransfer uang.

Sementara itu, petugas loket layanan pengiriman uang elektronik, Ayu, mengaku pelaku mendatangi rumahnya dan memintanya mentransfer Rp 2,5 juta ke nomor rekening tertentu.

“Dia datang untuk mentransfer uang. Jadi saya minta nomor rekeningnya, lalu saya kirim nomor rekeningnya ke bos saya karena dia yang bisa transfer,” ucap Ayu.

Setelah uang ditransfer ke nomor rekeningnya, Ayu mengatakan pelaku mengaku tidak membawa uang tunai. Akhirnya dia mengira dia akan pergi ke ATM terlebih dahulu sementara dua anak laki-laki, yang diidentifikasi sebagai adiknya ditinggal di belakang konter sebagai jaminan.

Ayu mengatakan, katanya mau ke ATM karena lupa bawa uang tunai. Awalnya dia tidak mau, tapi dia bilang kalau dia (korban) yang diduga korban penculikan dititipkan sebagai jaminan, dia akan kembali dengan uangnya. Tapi tidak datang, jadi dia melaporkannya ke polisi.

Saat ini, pemilik loket pengiriman uang elektronik telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rappocini. (*/Ikh)

Baca: Jasa Medis Parigi Moutong Belum Dibayarkan Akibat Kesalahan Data

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.