Suporter Ekuador Meneriakkan ‘Kami Ingin Bir’ Pada Pertandingan Pembukaan Piala Dunia 2022 Di Qatar

waktu baca 2 menit
Timnas Ekuador Meraih Kemenangan atas Tuan Rumah Qatar di Piala Dunia 2022. (Instagram @fefecuador)

Olahraga, Gemasulawesi – Fans memiliki banyak hal yang harus mereka rayakan pada hari Minggu 20 November 2022 lalu saat tim mereka mengalahkan 2-0 pada pertandingan pembukaan .

Namun, satu hal yang tidak mereka sukai adalah kurangnya bir yang tersedia di Stadion Al Bayt.

Hanya dua hari sebelum turnamen dimulai, penyelenggara, atas desakan keluarga kerajaan Al Thani , mengumumkan larangan total penjualan alkohol di sekitar lokasi stadion.

Bir awalnya akan dijual di lokasi yang ditentukan di sekitar stadion, sebelum dan sesudah pertandingan, sebagai bagian dari kesepakatan senilai $83 juta dengan AB InBev, perusahaan induk Budweiser perusahan yang memproduksi beer.

Baca: Ternyata Piala Dunia Qatar 2022 Akan Menjadi Piala Dunia Terakhir Beberapa Pesepak Bola Ini

, negara tuan rumah, mengikuti aturan Islam yang disebut Wahhabisme, yang membatasi pembelian dan konsumsi alkohol; meskipun, bar hotel telah menyajikannya selama bertahun-tahun. Namun bir non-alkohol masih akan dijual di pertandingan.

Sebagai protes atas kebijakan pelarangan bir, para pendukung melontarkan teriakan “Kami ingin bir” selama pertandingan.

Kemenangan atas datang berkat dua gol dari striker Enner Valencia, yang dua golnya membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia sepanjang masa negaranya.

Tapi Gustavo Alfaro mungkin bisa mencetak lebih banyak gol, karena mereka mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir dan gol pembukaan awal dari Valencia dibatalkan karena offside.

Baca: Berikut Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2022 yang Bisa Kamu Tonton Dirumahmu

gagal mencetak satu tembakan tepat sasaran selama pertandingan dan menjadi negara tuan rumah Piala Dunia pertama yang kalah dalam pertandingan pembukaannya di turnamen tersebut.

Fans tuan rumah jelas tidak senang dengan penampilan tersebut, dengan banyak yang memilih meninggalkan stadion saat jeda.

“Bisa saya katakan kami merasa tidak enak [untuk pendukung kami],” kata pelatih Felix Sanchez sehabis pertandingan. “Saya berharap di pertandingan berikutnya mereka akan lebih membanggakan hati mereka.”

Pertandingan selanjutnya adalah melawan Senegal pada 25 November. (*/GLR)

Editor: Gracesilia Shea Arsiane

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.