Genjot Perekonomian Daerah, Pemkot Palu Maksimalkan P3DN

waktu baca 2 menit
Renny A Lamadjido (Foto/Istimewa)

Berita Sulawesi Tengah, gemasulawesi – Genjot perekonomian daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, maksimalkan peningkatan produk dalam negeri (P3DN) sebagai upaya dukungan terhadap pembangunan daerah.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota palu Reny A Lamadjido saat memimpin pertemuan P3DN percepatan realisasi anggaran tahun 2022 di Sekretariat Daerah Kota Palu, Selasa 30 Agustus 2022.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Palu maksimalkan P3DN merupakan upaya untuk mendorong masyarakat agar lebih menggunakan dan mencintai produk dalam negeri daripada produk impor,” ucap Reny A Lamadjido.

Menurut dia, sudah saatnya meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dalam negeri agar konsumsi barang impor dapat ditekan guna mencapai kemandirian industri dan kemajuan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari P3DN, karena belanja barang dan jasa dalam setiap kegiatan ditanggung oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan nasional ini adalah untuk memperkuat industri nasional, memperkuat struktur industri nasional, dan mengoptimalkan produk nasional dalam pengadaan barang/jasa negara, yang dilakukan secara tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“P3DN tidak hanya menjadi tujuan dari upaya memajukan industrialisasi oleh anak bangsa, tetapi juga bertujuan untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat, terutama dalam situasi pandemi saat ini, ” kata Reny.

Oleh karena itu, penyusunan daftar kebutuhan belanja masing-masing instansi harus mengacu pada mekanisme yang telah diatur secara sistematis sesuai peraturan, sehingga percepatan pelaksanaan anggaran kebutuhan belanja barang dan pelayanan dapat dilaksanakan dengan optimal.

Baca: Maling Sepeda Motor, Oknum Anggota Satpol PP Dibekuk Polisi

P3ND di tingkat lokal, katanya, berdampak positif bagi penggerak bisnis bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan industri kecil dan menengah (IKM).

“Dengan kren, jika implementasinya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, secara tidak langsung akan berdampak positif pada sektor lain,” katanya.

Pembangunan daerah bukan hanya infrastruktur, kata Reny, tetapi semua sektor menjadi prioritas, sehingga kebijakan pemerintah daerah perlu menerapkannya dengan sumber daya anggaran. (*/Ikh)

Baca: Hadapi Hari Pangan Sedunia, Parigi Moutong Perkuat UMKM

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.