Gizi Kronis dan Infeksi Berulang Penyebab Stunting

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Kurangnya gizi dan infeksi berulang jadi penyebab utama dari kasus stunting pada anak (Foto Ilustrasi/Pixabay)

Berita Sulawesi Selatan, gemasulawesi – Kekurangan kronis dan berulang menjadi penyebab utama terjadinya , Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah rentang usia atau standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Basra.

“Perlu diketahui bahwa anak yang pendek belum tentu , tetapi anak  sudah pasti pendek. Ini bisa terjadi karena anak secara genetik kecil tapi tidak tetapi tidak ,” ucap Basra.

Tidak hanya perawakan yang terhambat, lanjutnya, pertumbuhan otak juga kurang berkembang.

Baca: Kepala BKKBN RI Apresiasi Langkah Penurunan Stunting di Palu

Akibatnya, anak sulit belajar, tidak cerdas, dan sulit berkonsentrasi.

“Kalau sudah mengalami , yang bisa dilakukan hanyalah memperbaiki  agar dampaknya tidak semakin parah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dapat terjadi kasus buruk kronis, karena anak-anak ini sulit mengakses makanan, baik kualitas maupun nilai gizinya, karena faktor ekonomi orang tua atau karena ketidaktahuan keluarga terkait pola asuh yang layak juga kebiasaan makan yang baik.

Baca: Cegah Stunting, Remaja Putri di Palu Minum Tablet Tambah Darah

Ia menjelaskan,  tidak hanya terjadi pada keluarga miskin saja, banyak keluarga yang anaknya menderita , hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya masalah ekonomi, tetapi terkait dengan pola asuh dan pola makan yang buruk.

Ia menambahkan bahwa tingkat prevalensi di Sidrap saat ini mencapai 25,4% berdasarkan data SSGI 2021, sedangkan World Health Organization (WHO) menetapkan tingkat toleransi  di satu negara hanya sebesar 20%.

Terkait penanganan di Kabupaten Sidrap, Basra mengatakan mengembangkan inovasi “Sahabat ” atau “Saya Hadir Buat ”, sebuah program pendampingan bagi ibu hamil, ibu nifas, balita dan remaja putri dengan memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan terkait pencegahan .

Baca: Pemkot Palu Percepat Penanganan Stunting Melalui Audit

Melalui program Sahabat ini, lanjutnya, Dinas Kesehatan akan memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, diagnosis dini risiko , layanan rujukan untuk kepedulian dan pemberdayaan masyarakat. (*/Ikh)

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.