Aksi Juru Parkir Liar Masjid Istiqlal yang Getok Tarif Rp300 Ribu pada 2 Bus Pariwisata Ini Viral di Media Sosial, Begini Kronologinya

Padahal hanya turunkan penumpang, sopir bus ini kesal usai digetok tarif parkir liar rp 300.000 di depan Masjid Istiqlal.
Padahal hanya turunkan penumpang, sopir bus ini kesal usai digetok tarif parkir liar rp 300.000 di depan Masjid Istiqlal. Source: Foto/Tangkapan layar Instagram @jakarta.terkini

Jakarta, gemasulawesi - Kasus pemerasan oleh juru parkir liar di depan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kembali viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi ketika dua bus pariwisata dikenai tarif parkir tidak wajar sebesar Rp300 ribu oleh juru parkir liar di Masjid Istiqlal.

Alif, tour leader dari dua bus tersebut, melaporkan bahwa sejumlah preman di kawasan Masjid Istiqlal ini memaksa pihaknya untuk membayar uang parkir, meskipun bus hanya berniat menurunkan penumpang.

Alif menceritakan bahwa dirinya sudah meminta izin kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang berjaga.

Baca Juga:
Tak Lazim! Kisah Pria Asal Indramayu yang Telan 70 Paku Akibat Halusinasi Ini Viral di Media Sosial, Begini Kronologinya

“Ketika kami tiba di Istiqlal, sudah ada mobil Dishub di sana. Saya turun dan berbicara dengan petugas Dishub yang ada di dalam mobil. Saya minta izin, 'Pak, izin berhenti sebentar, mau turunkan penumpang'. Mereka mengizinkan dengan mengatakan, 'Oke, silakan',” jelasnya.

Namun, meskipun sudah mendapat izin, dua bus pariwisata yang Alif bawa langsung dikerubungi oleh enam sampai tujuh orang preman.

Mereka menuntut uang sebesar Rp300 ribu untuk tarif parkir bus di Masjid Istiqlal.

Kim, pemilik travel yang ikut dalam perjalanan tersebut, menolak membayar karena sebelumnya sudah membayar parkir di Monas.

Baca Juga:
Keindahan dari Pantai Peh Pulo Blitar dengan Pasir Putih dan Air Laut Biru Jernih di Destinasi Wisata Tersembunyi Jawa Timur

Para preman menegaskan bahwa kebijakan parkir di Monas dan Istiqlal berbeda, yang membuat situasi semakin tegang.

Mereka bahkan mencoba memaksa sopir bus untuk memberi uang, tetapi sopir menolak karena hal itu menjadi kewenangan panitia travel.

Percakapan memanas, hingga salah satu preman mengancam agar bus maju untuk menyelesaikan permasalahan.

Pertikaian akhirnya dilerai oleh petugas Dishub, dan bus diperbolehkan untuk menurunkan penumpang di Istiqlal.

Baca Juga:
Ini Dia Dendy Sky View dengan Keindahan Bendungan Wonorejo dan Kuliner Lezat di Kafe Terpopuler Tulungagung

Setelah itu, bus-bus tersebut dibawa ke area parkir di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Namun, para preman tetap mengikuti dan memaksa pengemudi untuk membayar Rp300 ribu sebagai kompensasi.

Alif mengekspresikan kekecewaannya terhadap insiden ini, meskipun mereka belum membuat laporan polisi karena keterbatasan waktu.

Setelah insiden viral, Dinas Perhubungan Jakarta Pusat segera merespons aduan masyarakat melalui portal CRM (Cepat Respons Masyarakat) Pemprov DKI Jakarta.

Baca Juga:
Kabur dari Polsek Biromaru Kabupaten Sigi, 2 Orang Tahanan Berhasil Ditangkap Aparat Kepolisian

Pada Senin, 24 Juni 2024, dilaporkan adanya praktik jukir liar di Masjid Istiqlal yang memaksa bus membayar Rp 150.000 per bus untuk drop off penumpang, dan Rp 300.000 untuk dua bus jika menurunkan penumpang.

Dishub Jakarta Pusat menjelaskan bahwa area tersebut hanya boleh digunakan untuk drop off atau menurunkan serta menaikkan penumpang saja.

Mereka juga menginformasikan bahwa pada hari Jumat, anggota Dishub bergantian menjalankan ibadah salat Jumat, sementara anggota lainnya berjaga untuk memantau keamanan, termasuk terkait dengan praktik premanisme.

Dishub mengungkapkan bahwa preman-preman telah membuntuti bus pariwisata sejak dari Stasiun Gambir menggunakan sepeda motor.

Baca Juga:
Rangkaian Hari Bhayangkara ke 78, Polda Sulawesi Tengah Menggelar Bakti Kesehatan Sejumlah Operasi Gratis untuk Masyarakat

Meskipun Dishub tidak memiliki kewenangan langsung untuk menindak preman, mereka tetap melakukan monitoring terhadap kejadian-kejadian semacam ini.

“Kami tidak memiliki wewenang langsung untuk menindak preman-preman, namun anggota Dishub tetap aktif melakukan pemantauan terhadap kegiatan mereka,” jelas Dishub Jakarta Pusat di situs CRM. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Kecewa! Sejumlah Warga yang Mengantri Daging Kurban Berjam-jam di Masjid Istiqlal Harus Pulang dengan Tangan Kosong, Begini Kata Panitia

Warga asal Jakarta Barat (Jakbar) mengaku kecewa karena tak bisa mendapat daging kurban meski sudah datang sejak pagi di Masjid Istiqlal.

Menteri Kabinet Indonesia Maju Ikut Hadir, Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin Akan Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal

Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin akan melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal bersama dengan para menteri.

Untuk Berbuka Puasa, Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta Berencana Tambah Porsi Makanan Menjadi 4000 hingga 6000 Kotak

Pengelola Masjid Istiqlal dilaporkan berencana menambah porsi makanan menjadi 4000 hingga 6000 kotak makan untuk berbuka puasa.

Penjaga Parkiran Liar Motor di Masjid Istiqlal Pasang Tarif Mahal, Akhirnya Dishub Lakukan Penertiban

Dishub akhirnya memberlakukan penertiban pada parkiran liar motor di sekitar Masjid Istiqlal usai sebuah video viral dinilai mahal.

Viral! Pria Ini Kaget Harga Parkiran Liar Motor di Masjid Istiqlal Tak Masuk Akal: Dishub dan Satpol PP Gunanya Apa?

Beredar sebuah video, seorang pria kaget dengan harga parkir liar motor di Masjid Istiqlal yang dipatok dengan harga yang tak masuk akal.

Berita Terkini

wave

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.

Layanan Kesehatan Buruk, Anleg Arifin dg Pallalo Protes Pemda Parigi Moutong

Ambulans kehabisan bensin hingga warga meninggal memicu amarah DPRD Parigi Moutong. Bupati dikecam karena absen rapat pelayanan publik.

Jenis Kejadian Darurat Laporan 112 Parigi Moutong yang Wajib Diketahui Warga

Pahami jenis kejadian darurat laporan 112 Parigi Moutong. Segera laporkan kondisi kritis medis, kebakaran, dan bencana untuk penanganan cepa


See All
; ;