Kecewa! Sejumlah Warga yang Mengantri Daging Kurban Berjam-jam di Masjid Istiqlal Harus Pulang dengan Tangan Kosong, Begini Kata Panitia

Ada aturan baru, sejumlah  warga tak dapat daging kurban padahal sudah mengantri lama.
Ada aturan baru, sejumlah  warga tak dapat daging kurban padahal sudah mengantri lama. Source: Foto/ilustrasi/Freepik.com

Jakarta, gemasulawesi - Suasana di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dipenuhi dengan kekecewaan dan ketidakpuasan dari sejumlah warga yang telah menunggu dengan sabar untuk mendapatkan bagian dari daging kurban.

Mereka telah berdatangan sejak pagi hari, memenuhi halaman Masjid Istiqlal dengan harapan dapat mengambil bagian dalam tradisi berbagi daging pada perayaan Idul Adha.

Namun, harapan mereka pupus ketika mereka menyadari bahwa sistem penyaluran daging kurban di Masjid Istiqlal di tahun 2024 ini telah berubah drastis.

Ketua Panitia Idul Adha Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, mengumumkan bahwa untuk tahun ini, daging kurban tidak akan dibagikan langsung kepada individu yang mengantre seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:
Ramai Diperbincangkan! Viral Video Penambangan Ugal-ugalan hingga 15 Meter dan Mepet dengan Rumah Warga di Gunungkidul

Sebaliknya, panitia memutuskan untuk menggunakan sistem proposal, di mana daging akan dialokasikan berdasarkan permintaan yang diajukan oleh berbagai lembaga sosial, masjid, musala, dan rumah yatim.

Pengumuman ini mengejutkan banyak warga yang telah menanti dengan sabar sepanjang hari.

Mereka yang berbondong-bondong datang dari berbagai sudut Jakarta, dengan harapan untuk membawa pulang daging kurban, merasa kecewa dan frustrasi.

Beberapa di antara mereka bahkan telah menunggu sejak pagi hari, hanya untuk mengetahui bahwa mereka tidak dapat menerima bagian daging seperti yang mereka harapkan.

Baca Juga:
Sebabkan Beberapa Orang Terluka, Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Melemparkan Batu ke Sebuah Kendaraan di Tepi Barat

Pantauan dari lokasi menunjukkan bahwa setelah proses pemotongan dan penyaluran daging kurban selesai sekitar pukul 15.30 WIB, suasana semakin tegang.

Warga yang awalnya berkumpul di halaman masjid kemudian bergerak menuju rumah potong hewan (RPH) dalam kompleks masjid, tetapi dengan harapan yang belum terpenuhi.

Salah satu warga asal Jakarta Barat, yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewa dan frustrasinya, mengatakan bahwa mereka telah menanti dengan harapan untuk mendapatkan bagian daging kurban, tetapi akhirnya tidak mendapatkan apa pun.

Ia merasa bahwa sistem proposal ini tidak adil dan tidak mempertimbangkan mereka yang telah bersedia mengantre sejak pagi.

Baca Juga:
Lakukan Inspeksi Mendadak, Wakil Ketua DPR Ungkap Rasio Jumlah Kamar Mandi untuk Jemaah Tidak Memadai

Sebelumnya, tradisi penyaluran daging kurban di Masjid Istiqlal biasanya dilakukan dengan sistem kupon, di mana warga yang mengantre dapat menerima kupon untuk menukarnya dengan daging.

Perubahan ke sistem proposal ini, meskipun mungkin dimaksudkan untuk lebih terstruktur dan menyasar lembaga-lembaga yang membutuhkan, menyebabkan ketidakpuasan di kalangan warga yang berharap untuk mendapatkan bagian daging secara langsung.

Meskipun panitia mencatat partisipasi yang tinggi dalam pengajuan proposal, hal ini tidak mengurangi rasa kecewa di kalangan warga yang merasa bahwa upaya mereka untuk berpartisipasi dalam tradisi Idul Adha tidak terbayarkan dengan hasil yang diharapkan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Foto 2 Pelaku Jambret Saat Beraksi di CFD Jakarta Pusat Ini Tertangkap Jelas Kamera Fotografer, Polisi Turun Tangan

Viral aksi dua pelaku penjambretan yang tertangkap jelas di kamera fotografer selama CFD di Jakarta Pusat. Polisi kantongi identitas pelaku.

Kembali Terjadi! Aksi Wanita di Jakarta Selatan yang Ngamuk ke Kurir Ini Viral, Tolak Bayar COD Padahal Paket Sudah Dibuka

Viral di media sosial. Aksi wanita di Jakarta Selatan yang menolak bayar paket COD dan malah marah-marah ke kurir ini jadi sorotan.

Libur Idul Adha, Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Jakarta Diprediksi Masih Akan Terus Bertambah

Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu, Jakarta, pada libur Idul Adha diperkirakan masih akan terus bertambah.

Heboh! Ngamuk dan Lukai Penjaga Toko, Pengamen di Jalan Depsos Raya Jakarta Selatan Ini Jadi Bulan-bulanan Warga

Seorang pengamen di Jalan Depsos Raya Jakarta Selatan dihajar warga setelah melukai penjaga toko gegara tak dikasih uang.

3 Kali Turun Harga, Mobil Jeep Rubicon Mario Dandy Akhirnya Terjual Seharga Rp725 Juta, Begini Kata Kejari Jakarta Selatan

Kejari Jakarta Selatan mengungkap bahwa mobil jeep rubicon milik Mario Dandy akhirnya terjual Rp725 juta setelah mengalami penurunan harga.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;