Bikin Heboh! Ogoh-ogoh Singa dalam Karnaval Pondok Bambu di Desa Bunder Cirebon Mendadak Hangus Terbakar Hebat Gegara Ulah Pria Ini

Kebakaran ogoh-ogoh terjadi saat Karnaval Pondok Bambu di Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Kebakaran ogoh-ogoh terjadi saat Karnaval Pondok Bambu di Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Source: Foto/Tangkap layar Instagram @bdg.info

Cirebon, gemasulawesi - Karnaval Pondok Bambu di Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kejadian tragis.

Hal ini terjadi ketika sebuah ogoh-ogoh dalam Karnaval Pondok Bambu itu terbakar.

Insiden dimulai saat salah seorang yang berada di atas ogoh-ogoh dalam Karnaval Pondok Bambu menyalakan flare.

Sayangnya, percikan api dari flare tersebut tidak sepenuhnya padam, dan api dengan cepat menjalar ke bagian kepala ogoh-ogoh yang terbuat dari material mudah terbakar.

Baca Juga:
Geger! Driver Ojek Online di Depok Ini Ngamuk dan Menendang Motor Pelanggan hingga Kaca Jendela Rumah Pecah, Alasannya Mengejutkan

Dalam waktu singkat, bagian kepala patung besar ini hangus terbakar.

Ogoh-ogoh merupakan patung besar yang sering kali digunakan dalam perayaan tradisional untuk mewakili makhluk mitologis atau simbol-simbol lain yang memiliki makna dalam kebudayaan lokal.

Pembakaran ogoh-ogoh bukan hanya merusak secara fisik, tetapi juga merupakan kerugian budaya yang signifikan, mengingat patung ini sering kali dihasilkan dengan upaya keras dan dihiasi dengan indah oleh komunitas setempat.

Kebakaran ini memperoleh perhatian luas di media sosial, dengan video dan foto-foto ogoh-ogoh yang terbakar beredar secara viral.

Baca Juga:
Musibah Banjir Bandang, BPBD Parigi Moutong Sebut Pihaknya Terbuka untuk Siapa Saja yang Ingin Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan

Video detik-detik kebakaran ogoh-ogoh menjadi viral usai diunggah akun Instagram @bdg.info sebagaimana dikutip pada Rabu, 26 Juni 2024.

Berbagai reaksi dari netizen pun bermunculan. Tak sedikit yang menyayangkan insiden ini.

“Kejadian flare terulang lagi, udah tau Deket sesuatu yang mudah terbakar malah nyalain flare,” komentar akun @fl***.

Ada pula yang menjelaskan tradisi di Cirebon ini.

Baca Juga:
Aktif Produksi Kain Tenun Khas Sultra, Dekranasda Sulawesi Tenggara Sebut Kabupaten Muna Menjadi Penyumbang Terbanyak Jumlah Penenun

"Ini kalau di Cirebon namanya ngundang buyut, diadakan setiap setahun sekali jadi tiap desa itu kepercayaan mereka ada buyutnya semacam silumannya di desa itu," komentar akun @say***.

Sementara yang lain mengomentari kejadian ini dengan beragam pendapat dan perasaan, dari sedih hingga keheranan.

"Ngapain juga pakai bawa flare, apalagi itu melewati halang rintang kabel ya," komentar akun @ith***.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam penyelenggaraan acara budaya yang melibatkan penggunaan barang-barang piroteknik atau bahan yang mudah terbakar.

Baca Juga:
Libatkan Penyuluh, Dinas TPHP Kabupaten Parigi Moutong Lakukan Pendataan Lapangan Lahan Pertanian yang Rusak Akibat Banjir Bandang

Koordinasi yang baik antara penyelenggara acara, pemerintah daerah, dan pihak keamanan sangatlah krusial untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

Selain itu, edukasi tentang penggunaan flare dan bahan piroteknik lainnya perlu ditingkatkan, serta pemahaman yang lebih baik tentang risiko dan tindakan pencegahan dalam menghadapi kebakaran.

Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kejadian yang merugikan baik dari segi keselamatan maupun kebudayaan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Diikuti Sekitar 50 Kontingen dari Berbagai Daerah, Karnaval Karawo Akan Digelar pada Puncak Pelaksanaan GKK 2024

Karnaval karawo yang akan dikuti oleh sekitar 50 kontingen akan diadakan pada puncak pelaksanaan Gorontalo Karnaval Gorontalo 2024.

Tolak Kebijakan Bupati Terkait Larangan Battle Sound dan Karnaval, Aliansi Paguyuban Sound Banyuwangi Gelar Demo di Depan Kantor Pemkab

Aliansi Paguyuban Sound mengadakan aksi di depan Kantor Pemkab Banyuwangi, meminta agar kegiatan Battle Sound dan karnaval kembali diadakan.

Diisi dengan Parade Karnaval Budaya, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong Dilaporkan Mengadakan Upacara HUT yang ke 22

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan mengadakan upacara HUT yang ke-22 tahun, yang juga diisi dengan parade karnaval budaya.

Melacak Jejak Sejarah dan Makna Ogoh-Ogoh, Bagian Keindahan Bali

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Ogoh-ogoh menjadi simbol Bhuta Kala yang tak bisa terpisahkan dari perayaan Nyepi. Sejarah ogoh-ogoh bisa dilacak kembali hingga masa lalu. Konon, ogoh-ogoh pertama kali diperkenalkan oleh seorang pendeta Hindu bernama Dang Hyang Nirartha, yang juga dikenal sebagai Dang Hyang Dwijendra. Baca Juga : Harus di Ketahui! Bakar Ogoh-ogoh Sebagai Tradisi Umat Hindu […]

Harus di Ketahui! Bakar Ogoh-ogoh Sebagai Tradisi Umat Hindu dalam Perayaan Nyepi

Kupas Tuntas, gemasulawesi – Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang dibuat oleh umat Hindu sebagai rangkaian tradisi dalam perayaan Nyepi. Nyepi adalah hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun pada tanggal yang berbeda-beda sesuai dengan penanggalan Hindu. Pada hari Nyepi, umat Hindu melakukan tradisi yang unik, yaitu menyepi atau berdiam diri selama 24 jam. Baca: […]

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;