Kekurangan Gizi, 4 Anak di Jalur Gaza Dilaporkan Meninggal Karena Kelaparan dalam Waktu 1 Minggu Terakhir

Ket. Foto: Dalam Waktu Seminggu Terakhir, 4 Anak Palestina Meninggal Dikarenakan Kelaparan
Ket. Foto: Dalam Waktu Seminggu Terakhir, 4 Anak Palestina Meninggal Dikarenakan Kelaparan Source: (Foto/X/@UNRWA)

Internasional, gemasulawesi – Direktur RS Kamal Adwan, Hussam Abu Safia, menyatakan jika jumlah anak yang meninggal di rumah sakit karena kekurangan gizi telah meningkat menjadi 4 dalam waktu 1 minggu terakhir.

Hussam Abu Safia mengungkapkan pihaknya kehilangan seorang anak di ruang perawatan RS Kamal Adwan selama beberapa jam terakhir.

Hal tersebut disampaikan Hussam Abu Safia dalam konferensi pers yang diadakan di Jalur Gaza bagian utara pada tanggal 23 Juni 2024 waktu Palestina.

Baca Juga:
Terus Bertahan Hidup, Masyarakat Palestina Dilaporkan Membangun Kembali Sebuah Rumah Sakit Kecil yang Rusak Parah

Di sisi lain, Yair Golan, yang merupakan pemimpin Partai Buruh penjajah Israel, mengecam penangkapan massal dan juga kebrutalan yang dilakukan oleh polisi penjajah Israel terhadap para demonstran, yang malam tadi menyerukan diakhirinya pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Kekerasan dalam demonstrasi malam ini melintasi semua batas negara,” katanya.

Dia menambahkan jika polisi tidak boleh menjadi alat di tangan pemerintah penjajah Israel yang korup dan gagal dalam menghancurkan pemerintahan.

Baca Juga:
Tangkap 1 Orang Pria, Militer Penjajah Israel Dikabarkan Memukuli 3 Warga Palestina Lainnya di Hebron Tepi Barat

Di sisi lain, media penjajah Israel mengatakan jika sebagian dari dermaga apung Jalur Gaza terdampar di Pantai Frishman di Tel Aviv.

Sementara itu, badan-badan PBB memperingatkan jika lebih dari 1 juta warga Palestina di Jalur Gaza akan menghadapi kelaparan parah pada pertengahan bulan Juli nanti.

Blokade yang dilakukan penjajah Israel membuat para orang tua berjuang mati-matian untuk menjaga anak-anak mereka tetap hidup.

Baca Juga:
Soroti Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza, Armenia Secara Resmi Mengakui Negara Palestina

Militer penjajah Israel juga menyampaikan jika seorang tentara yang berusia 25 tahun dari Batalyon 205 meninggal dalam pertempuran di Jalur Gaza bagian selatan.

Mereka mengatakan jika hal ini menjadikan jumlah korban operasi darat penjajah Israel di Jalur Gaza mencapai 315 orang.

Di pihak lain, pemerintah Palestina juga menyambut baik langkah Kuba yang memutuskan untuk bergabung dalam kasus ICJ melawan penjajah Israel.

Baca Juga:
Gerebek Kota Ramallah di Tepi Barat, Pasukan Penjajah Israel Dikabarkan Menembak 3 Warga Palestina

Kementerian Luar Negeri Palestina mengungkapkan jika ini menunjukkan komitmen teguh Kuba terhadap keadilan dan juga supremasi hukum internasional.

“Ini juga menggarisbawahi solidaritas yang mengakar dan juga persahabatan yang bersejarah antara negara-negara kita,” terang mereka. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Ledakkan Bangunan Tempat Tinggal, Tank, Artileri dan Serangan Udara Penjajah Israel Hantam Sasaran di Utara, Selatan serta Tengah Jalur Gaza

Sejumlah serangan dilakukan oleh pasukan penjajah Israel di selatan, utara dan tengah Jalur Gaza, serta meledakkan tempat tinggal.

Netanyahu dan Menteri Keamanan Kembali Berselisih, Pemerintahan Sayap Kanan Penjajah Israel Dikabarkan Tampaknya Berada di Ambang Kehancuran

Pemerintahan sayap kanan penjajah Israel kembali mengalami krisis setelah perselisihan kembali terjadi antara Netanyahu dan Ben-Gvir.

Terbunuh dalam Ledakan Penjajah Israel, Bayi Palestina Berusia 18 Bulan Dilaporkan Menderita Luka Bakar Parah di Sekujur Tubuhnya

Bayi yang baru berusia 18 bulan dikabarkan mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya dan terbunuh dalam ledakan penjajah Israel.

30 Orang Dinyatakan Terluka, Bom Penjajah Israel Dilaporkan Menghantam Sekelompok Orang di Rafah

Sekelompok orang yang sedang menunggu truk bantuan dihantam bom di Rafah dan menyebabkan 30 orang terluka, serta 9 orang meninggal.

Sebelumnya Menampung 1,4 Juta Pengungsi, PBB Sebut Kini Diperkirakan 65 Ribu Orang Masih Berada di Rafah

Sebanyak 65 ribu warga Palestina diperkirakan masih berada di Rafah setelah sebelumnya menampung sekitar 1,4 juta pengungsi.

Berita Terkini

wave

Skandal Galian C Sausu Taliabo: Keruk Bumi Pakai Solar Subsidi, Dewo Satria Kebal Hukum?

Aktivitas tambang galian C ilegal diduga milik Dewo Satria beraktifitas lancar dan lolos dari pantauan Unit Tipidter Polres Parigi moutong.

Menyingkap Tabir PETI Mentawa: Saat Solar Subsidi SPBU Sausu Mengalir ke Kantong Tambang Ilegal Oknum Polisi

SPBU Sausu Diduga menjadi pemasok utama solar subsidi ke kantong tambang ilegal yang ada di wiayah Mentawa Sausu Torono.

Aroma Pungli di Balik Perusakan Alam Sausu Torono: Wakapolsek Diduga Sering Palak Pengusaha Emas Ilegal

Keterlibatan Wakapolsek Sausu Nur Kamiden dalam membekingi aktifitas tambang ilegal mencuat bahkan disebut turut menerima jatah.

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.


See All
; ;