Netanyahu dan Menteri Keamanan Kembali Berselisih, Pemerintahan Sayap Kanan Penjajah Israel Dikabarkan Tampaknya Berada di Ambang Kehancuran

Ket. Foto: Pemerintahan Sayap Kanan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Mengalami Krisis
Ket. Foto: Pemerintahan Sayap Kanan Penjajah Israel Dilaporkan Kembali Mengalami Krisis Source: (Foto/X/@IsraeliPM)

Internasional, gemasulawesi – Menurut laporan, pemerintah penjajah Israel kembali mengalami krisis atau tampaknya berada di ambang kehancuran, ketika Perdana Menteri penjajah Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Keamanan Nasional penjajah Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, kembali berselisih.

Diketahui jika mitra koalisi Benjamin Netanyahu mengancam akan menarik diri dari pemerintahan penjajah Israel kecuali Benjamin Netanyahu menuruti tuntutan mereka.

Perdebatan utama adalah mengenai desakan Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir, untuk bergabung dengan kabinet perang yang sekarang ini telah dibubarkan.

Baca Juga:
Terbunuh dalam Ledakan Penjajah Israel, Bayi Palestina Berusia 18 Bulan Dilaporkan Menderita Luka Bakar Parah di Sekujur Tubuhnya

Dikatakan jika tujuannya adalah mengawasi serangan brutal yang dilakukan penjajah Israel di Jalur Gaza.

Sementara itu, Netanyahu menuduh Itamar Ben-Gvir membocorkan rahasia negara.

Partai Likud dalam sebuah pernyataan kemarin, 20 Juni 2024, mengatakan jika Perdana Menteri Netanyahu memberi tahu Menteri Ben-Gvir 1 hal sederhana, yakni siapa saja yang ingin menjadi mitra dalam tim konsultasi keamanan terbatas harus membuktikan jika dia tidak membocorkan rahasia negara atau percakapan pribadi.

Baca Juga:
30 Orang Dinyatakan Terluka, Bom Penjajah Israel Dilaporkan Menghantam Sekelompok Orang di Rafah

Dikabarkan jika Ben-Gvir, yang menyerukan agar perempuan dan anak-anak Palestina yang mendekati perbatasan Jalaur Gaza untuk ditembak, telah berulang kali dituduh membocorkan percakapan kabinet tertutup.

Hal itu menyebabkan hubungan yang sengit antara dia dan Benjamin Netanyahu.

Setelah tuduhan paling baru dari Partai Likud, Jewish Power menyatakan mereka akan mendukung rancangan undang-undang yang memaksa para menteri untuk melakukan poligraf, selama hal tersebut juga ‘berlaku untuk mereka yang menggunakan alat pacu jantung’.

Baca Juga:
Sebelumnya Menampung 1,4 Juta Pengungsi, PBB Sebut Kini Diperkirakan 65 Ribu Orang Masih Berada di Rafah

Dilaporkan jika baru-baru ini, Benjamin Netanyahu telah memasang alat tersebut.

Pertengkaran antara keduanya terjadi setelah Benjamin Netanyahu menekan Ben-Gvir untuk mendukung apa yang disebut dengan ‘Hukum Rabbi’, yang sebelumnya telah disahkan oleh mitra ultra-Ortodoksnya, Shas, sebagai syarat untuk tetap berada dalam kondisi yang dipimpin oleh Partai Likud.

Undang-undang itu akan mengalihkan pengambilan keputusan untuk penunjukan rabbi dari dewan lokal ke kementerian agama yang dipimpin oleh Shas.

Baca Juga:
Sebabkan Beberapa Orang Terluka, Sekelompok Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Melemparkan Batu ke Sebuah Kendaraan di Tepi Barat

“Ini akan menanamkan klientelisme dalam proses itu untuk kepentingan dari partai ultra-Ortodoks,” kata para kritikus yang tidak disebutkan namanya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Belum Dapat Dipastikan Berapa Orang yang Ditahan, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Melakukan Penangkapan dan Penembakan di Tepi Barat

Militer penjajah Israel kembali menangkap beberapa orang dan menembak seorang pria Palestina di Tepi Barat.

Tewaskan Sedikitnya 7 Orang, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Mengebom Sejumlah Tenda Milik Pengungsi di al Mawasi Jalur Gaza

Beberapa tenda pengungsi Palestina yang terletak di al Mawasi, di sebelah barat laut Rafah, dibom oleh pasukan penjajah Israel.

Sebagai Bagian dari Serangan Darat, Tentara Penjajah Israel Klaim Telah Menguasai 60 hingga 70 Persen Wilayah Rafah

Klaim telah menguasai 60 hingga 70 persen wilayah Rafah, tentara penjajah Israel menyatakan sebagai bagian dari serangan darat.

Kembali Terjadi, Sedikitnya 8 Orang Tewas dalam Serangan Penjajah Israel saat Menunggu Truk Bantuan di Rafah

Dalam serangan penjajah Israel yang menyasar truk bantuan di Rafah, 8 orang dilaporkan tewas dan sejumlah orang lainnya terluka.

Susul Kepergian Benny Gantz, Benjamin Netanyahu Dikabarkan Membubarkan Kabinet Perang Penjajah Israel

Pembubaran kabinet perang penjajah Israel yang beranggotakan 6 orang telah diumumkan oleh Benjamin Netanyahu.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;