Kembali Terjadi, Sedikitnya 8 Orang Tewas dalam Serangan Penjajah Israel saat Menunggu Truk Bantuan di Rafah

Ket. Foto: 8 Orang Dikabarkan Meninggal dalam Serangan Penjajah Israel saat sedang Menunggu Truk Bantuan di Rafah
Ket. Foto: 8 Orang Dikabarkan Meninggal dalam Serangan Penjajah Israel saat sedang Menunggu Truk Bantuan di Rafah Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Setidaknya 8 warga Palestina tewas akibat tembakan yang dilepaskan oleh pasukan penjajah Israel ketika para pedagang dan penjaga sipil menunggu truk komersial di sepanjang jalan utama timur Jalur Gaza di Rafah.

Sejumlah orang juga dilaporkan terluka dan tidak diketahui jumlahnya, serta telah dibawa ke RS Eropa di Jalur Gaza.

Serangan tersebut terjadi kemarin, 17 Juni 2024, waktu setempat, hanya sehari setelah militer penjajah Israel mengatakan akan menghentikan sementara operasi di jalur bantuan utama di Jalur Gaza bagian selatan selama 11 jam setiap hari untuk memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Gaza.

Baca Juga:
Susul Kepergian Benny Gantz, Benjamin Netanyahu Dikabarkan Membubarkan Kabinet Perang Penjajah Israel

Di sisi lain, persetujuan Inggris terhadap izin ekspor senjata ke penjajah Israel menurun tajam setelah dimulainya perang di Jalur Gaza, dengan nilai yang diberikan untuk penjualan peralatan militer kepada sekutunya turun lebih dari 95 persen.

Disebutkan jika angka-angka itu, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, didasarkan pada informasi yang diberikan oleh pejabat pemerintah dan juga data yang berasal dari Unit Gabungan Pengendalian Ekspor Departemen Bisnis dan Perdagangan.

Berbeda dengan AS, pemerintah Inggris tidak memberikan senjata secara langsung kepada penjajah Israel melainkan mengeluarkan izin untuk perusahaan untuk menjual senjata, dengan masukan dari pengacaran tentang apakah mereka mematuhi hukum internasional.

Baca Juga:
Termasuk 5 Orang Anak, Serangan Pasukan Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Bureij Menewaskan 9 Warga Palestina

Sementara itu, juru bicara COGAT (Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah), yang merupakan badan militer penjajah Israel yang bertugas memfasilitasi bantuan ke wilayah Jalur Gaza, Shimon Freedman, mengatakan organisasi kemanusiaan tidak perlu lagi berkoordinasi dengan pasukan penjajah Israel.

Dia menambahkan koordinasi yang dimaksudkan olehnya adalah untuk terkait dengan memindahkan truk mereka di sepanjang rute utama Jalur Gaza bagian selatan.

“Militer akan melindungi rute tersebut sehingga konvoi bantuan kemanusiaan dapat melakukan perjalanan dengan aman ke Jalur Gaza,” katanya.

Baca Juga:
Serang Kendaraan Warga Palestina, Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Desa Burqa di Tepi Barat

Diketahui jika pernyataan tersebut muncul ketika terhadap fasilitator bantuan di Jalur Gaza.

Penjajah Israel dan kelompok-kelompok kemanusiaan saling menyalahkan siapa saja yang bertanggung jawab atas kurangnya bantuan yang sampai ke warga Palestina yang putus asa. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Perang di Jalur Gaza, Benjamin Netanyahu Menentang Jeda Taktis Militer Penjajah Israel untuk Memfasilitasi Pengiriman Bantuan

Jeda taktis yang diumumkan oleh militer penjajah Israel untuk pengiriman bantuan ke Gaza ditentang oleh Perdana Menteri penjajah Israel.

Akibatkan Sejumlah Warga Palestina Terluka, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Kota Gaza, Kamp Pengungsi Rafah dan Nuseirat

Militer menyerang ke beberapa tempat di kamp pengungsi Rafah, Nuseirat dan Kota Gaza, sejumlah warga Palestina dikabarkan terluka.

Kembali Melakukan Penggerebekan, Militer Penjajah Israel Dikabarkan Menangkap Seorang Wanita Palestina di Tepi Barat

Seorang wanita Palestina ditangkap dalam penggerebekan yang kembali dilakukan pasukan penjajah Israel di Tepi Barat.

Salah Satu Hari Paling Mematikan dalam Beberapa Bulan Terakhir, 8 Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Tewas dalam Penyergapan di Rafah

Hamas membunuh 8 tentara penjajah Israel dalam penyergapan yang dilakukan di Rafah yang berada di Jalur Gaza bagian selatan.

Pertempuran Meningkat, Program Pangan Dunia Peringatkan 1 Juta Orang Terjebak di Jalur Gaza Selatan Tanpa Air Bersih dan Sanitasi

Tanpa sanitasi dan air bersih, peringatan disampaikan oleh Program Pangan Dunia terkait dengan 1 orang yang terjebak di Gaza selatan.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;