Termasuk 5 Orang Anak, Serangan Pasukan Penjajah Israel di Kamp Pengungsi Bureij Menewaskan 9 Warga Palestina

Ket. Foto: 9 Warga Palestina Tewas dalam Serangan di Kamp Pengungsi Bureij
Ket. Foto: 9 Warga Palestina Tewas dalam Serangan di Kamp Pengungsi Bureij Source: (Foto/Instagram/@unrwa)

Internasional, gemasulawesi – Sekitar 9 orang warga Palestina, termasuk setidaknya 5 orang anak-anak Palestina, tewas dalam serangan pasukan penjajah Israel yang menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij.

Diketahui jika kamp pengungsi Bureij berada di Jalur Gaza bagian tengah.

Dikabarkan jika korban tewas dan luka ditemukan dari puing-puing reruntuhan di kamp pengungsi Bureij.

Baca Juga:
Serang Kendaraan Warga Palestina, Pemukim Penjajah Israel Dilaporkan Membakar Desa Burqa di Tepi Barat

Sebelumnya, dilaporkan jika serangan udara tersebut menewaskan 7 orang.

Disebutkan jika rumah yang dibom tersebut adalah milik keluarga al-Khatib dan diantara korban yang tewas adalah Rafeef Alsaidi yang baru berusia 13 tahun.

Diketahui pada awal bulan Juni, pasukan penjajah Israel melancarkan operasi darat yang mematikan di Bureij dan juga beberapa kamp pengungsi terdekat lainnya.

Baca Juga:
Perang di Jalur Gaza, Benjamin Netanyahu Menentang Jeda Taktis Militer Penjajah Israel untuk Memfasilitasi Pengiriman Bantuan

Di sisi lain, sementara serangan terus berlanjut di bagian selatan Jalur Gaza, penduduk di bagian utara mengatakan kemarin, 16 Juni 2023, mengatakan ini adalah hari yang tenang dan tidak biasa.

Salah satu penduduk Jalur Gaza bagian utara, Haitham al-Ghura, menyampaikan sejak pagi, mereka tiba-tiba merasakan ketenangan tanpa ada tembakan atau bom.

“Ini aneh,” katanya.

Baca Juga:
Akibatkan Sejumlah Warga Palestina Terluka, Militer Penjajah Israel Dilaporkan Menyerang Kota Gaza, Kamp Pengungsi Rafah dan Nuseirat

Sumber yang tidak disebutkan namanya menyatakan tidak ada laporan serangan atau penembakan sejak fajar.

“Jeda singkat dalam pertempuran memungkinkan jemaah mendapatkan momen tenang yang jarang terjadi pada Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Dia menambahkan suara doa terdengar di beberapa jalan Kota Gaza yang hancur dan terbelengkalai.

Baca Juga:
Kembali Melakukan Penggerebekan, Militer Penjajah Israel Dikabarkan Menangkap Seorang Wanita Palestina di Tepi Barat

“Namun, bagi banyak orang, penghentian pertempuran tidak akan pernah dapat mengembalikan apa yang telah hilang,” ucapnya.

Umm Muhammad al-Katri, seorang warga Palestina dari kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, mengungkapkan mereka kehilangan banyak orang.

“Banyak kehancuran,” imbuhnya.

Baca Juga:
Salah Satu Hari Paling Mematikan dalam Beberapa Bulan Terakhir, 8 Tentara Penjajah Israel Dilaporkan Tewas dalam Penyergapan di Rafah

Di sisi lain, Kepala Staf Militer penjajah Israel, Herzi Halevi, mengatakan pendaftaran individu ultra-Ortodoks pada usia militer adalah kebutuhan yang jelas dan mendesak.

“Saya mengetahui hal ini, terutama untuk mereka yang berada di luar rumah selama 8 bulan dan menjalankan tugas di pasukan cadangan bersama dengan pekerjaan dan keluarga,” paparnya.

Pernyataan Halevi muncul menyusul dukungan pemerintah penjajah Israel terhadap rancangan UU yang memperpanjang usia pensiun untuk tentara cadangan meskipun mendapatkan reakis keras dari masyarakat penjajah Israel. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Pertempuran Meningkat, Program Pangan Dunia Peringatkan 1 Juta Orang Terjebak di Jalur Gaza Selatan Tanpa Air Bersih dan Sanitasi

Tanpa sanitasi dan air bersih, peringatan disampaikan oleh Program Pangan Dunia terkait dengan 1 orang yang terjebak di Gaza selatan.

Serang Konvoi Bantuan Kemanusiaan, Amerika Serikat Telah Menjatuhkan Sanksi terhadap Kelompok Ekstremis Kekerasan Penjajah Israel

Kelompok ekstremis kekerasan penjajah Israel, Tzav 9, mendapatkan sanksi dari AS dikarenakan menyerang konvoi bantuan ke Jalur Gaza.

Peningkatan Kondisi Laut, Dermaga Bantuan AS di Jalur Gaza untuk Sementara Akan Dipindahkan ke Pelabuhan Penjajah Israel

Dermaga bantuan Amerika Serikat akan dipindahkan untuk sementara ke Ashdod, penjajah Israel, dikarenakan peningkatan kondisi laut.

Perang Masih Berlangsung, Pengungsi Palestina Akui Tidak Ada Kesempatan Merayakan Idul Adha untuk Masyarakat Gaza

Salah satu pengungsi Palestina, Umm Thaer Naseer, menyatakan karena perang masyarakat Gaza tidak dapat merayakan Hari Raya Kurban.

Helikopter Tempur, Drone dan Jet Menyerang, Pertempuran Jalanan dalam Jarak Dekat Dikabarkan Meningkat di Rafah

Pertempuran jalanan antara pejuang Palestina dengan pasukan penjajah Israel yang dilakukan dalam jarak dekat mengalami peningkatan di Rafah.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;