Sisa Masa Jabatan Kurang Lebih 8 Bulan, AHY Akui Akan Bekerja Keras Capai Target yang Telah Ditetapkan

Ket. Foto: AHY Menyatakan Akan Bekerja Keras untuk Dapat Mencapai Target yang Telah Ditetapkan
Ket. Foto: AHY Menyatakan Akan Bekerja Keras untuk Dapat Mencapai Target yang Telah Ditetapkan Source: (Foto/ANTARA/Sinta Ambar)

Nasional, gemasulawesi – Menteri ATR dan Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menyatakan jika dengan sisa masa jabatan yang kurang lebih 8 bulan, dia akan bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, itu termasuk mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangam dalam mendukung tercapainya sekitar 120 juta bidang tanah tersertifikasi pada tahun 2024.

Dalam keterangannya tanggal 22 Juni 2024, AHY menyebutkan jika sebanyak 113,5 juta bidang tanah telah terdaftar sertifikasi di Kementerian ATR/BPN dari target 120 juta bidang tanah untuk program PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

Baca Juga:
Jadi Bulan-Bulanan Warganet! Kominfo Akhirnya Ganti Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Presiden Jokowi dengan Desain Baru

Dia mengatakan jika secara nasional, untuk program PTSL dari target 120 juta bidang tanah hingga akhir tahun 2024 pada bulan Desember.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengungkapkan apresiasinya untuk pelaksanaan Program Pelataran yang dilakukan oleh ATR/BPN Pontianak yang berjalan dengan maksimal.

“Dapat dilihat meskipun sekarang ini akhir pekan, pada hari Sabtu dan Minggu, kantor ATR/Pontianak tetap buka dikarenakan adanya Program Pelataran,” ujarnya.

Baca Juga:
Imbas Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo Ternyata Bukan Main, Klub Bola Sulit Cari Sponsor hingga Blacklist Pelamar Kerja dari Pati

Dikutip dari Antara, dia menerangkan jika Program Pelataran merupakan pelayanan pertanahan akhir pekan yang mempunyai banyak manfaat untuk masyarakat.

“Untuk masyarakat yang tidak dapat mengurus hal-hal yang berkaitan dengan pertanahan pada hari kerja dikarenakan urusan tertentu, mereka dapat terbantu dengan Program Pelataran dikarenakan dapat melakukan pengurusan pada saat akhir pekan,” katanya.

Dia menjelaskan jika selain di kantor ATR/BPN, Program Pelataran juga ditempatkan di titik-titik keramaian lainnya yang berlokasi di Pontianak.

Baca Juga:
Bongkar Fakta Baru dalam Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon, Polisi: Ada Oknum yang Berupaya Menyuap Saksi Agar Berbohong dalam Persidangan

AHY menuturkan jika salah satunya ada di mall.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat juga dapat semakin mudah mengakses Program Pelataran dan karenanya terdapat beberapa petugas yang dibuatkan posko di tempat keramaian tertentu,” jelasnya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, juga mengungkapkan jika program tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga:
Usai Putusan Muhammadiyah Tarik Dana Viral, Kini Muncul Edaran Perubahan Tarif Transaksi Bank BSI yang Naik Hingga Rp150 Ribu, Cek Faktanya

Dia juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya program itu dapat terus ditingkatkan.

Harisson juga menyampaikan pesannya kepada seluruh pegawai di kantor ATR/BPN agar terus menjaga integritasnya dalam melakukan pekerjaan masing-masing. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Ramai Diperbincangkan! Desain Ucapan Ultah Jokowi dari Kominfo Tuai Kontroversi, Netizen: Anggaran Besar, Kerja Minimalis Banget

Ucapan ulang tahun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk Presiden Jokowi bikin gagal fokus hingga viral. Tuai kontroversi.

Peredaran Uang Palsu di Jakarta Kian Meresahkan Masyarakat, Polisi Tetapkan 4 Tersangka dan 3 DPO, Begini Peran Masing-masing Pelaku

Polisi tetapkan 4 tersangka dan 3 DPO dalam kasus peredaran uang palsu sebanyak Rp22 miliar yang kian meresahkan masyarakat.

Waduh! Aksi Pengunjung Taman Safari Masukkan Wortel ke Hidung Rusa dan Beri Makan Kuda Nil dengan Sampah Plastik Ini Viral di Media Sosial

Aksi pengunjung di Taman Safari ini bikin emosi. Dari masukkan wortel ke hidung rusa hingga memberi makan kuda nil dengan sampah plastik.

18 Saksi Memberatkan Tersangka Pegi Setiawan, Polri Limpahkan Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon ke Kejaksaan

Polri limpahkan berkas pembunuhan Vina Cirebon ke Kejaksaan setelah melihat adanya 18 saksi yang memberatkan tersangka Pegi Setiawan.

Polri Bantah Pernyataan Saka Tatal yang Mengaku Diintimidasi Selama Proses Penyidikan Kasus Pembunuhan Vina, Beberkan Sejumlah Bukti Ini

Polri beberkan sejumlah bukti untuk menyangkal pernyataan Saka Tatal yang mengaku mendapat intimidasi dalam kasus pembunuhan Vina.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;