Jadi Bulan-Bulanan Warganet! Kominfo Akhirnya Ganti Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Presiden Jokowi dengan Desain Baru

Desain ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden Jokowi ramai dikritik, Kominfo akhirnya buat desain baru.
Desain ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden Jokowi ramai dikritik, Kominfo akhirnya buat desain baru. Source: Foto/Instagram @kemenkominfo

Nasional, gemasulawesi - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial akibat unggahan kontroversial mereka. 

Hal ini bermula ketika Kominfo mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, namun desain gambar yang dipilih memicu reaksi negatif dari sebagian besar netizen. 

Pasalnya, gambar yang diunggah Kominfo tersebut menampilkan Jokowi dengan bingkai dan hiasan bunga melati.

Namun kesan yang diberikan justru lebih serupa dengan ucapan duka daripada ucapan selamat ulang tahun.

Baca Juga:
Jumlah TPS pada Pilkada 2024 Lebih dari 400, KPU Sigi Ungkap Data Pemilih di Lapas Perempuan Terus Berubah

Sebagian besar warganet pun segera mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap desain yang dianggap tidak pantas untuk sebuah ucapan ulang tahun kepada kepala negara. 

Kritik mereka tidak hanya menyoroti kekurangan estetika, tetapi juga mempertanyakan kompetensi para desainer di Kominfo mengingat status dan anggaran besar yang dimiliki institusi tersebut.

Menghadapi gelombang kritik yang tidak terduga, Kominfo memutuskan untuk menghapus unggahan tersebut. Namun, reaksi masyarakat tidak berhenti di situ. 

Hari berikutnya, tepatnya hari ini, Sabtu, 22 Juni 2024, Kominfo kembali mengunggah ucapan selamat ulang tahun dengan desain yang baru di berbagai akun media sosial resminya.

Baca Juga:
Yuk Intiplah Pesona dari Telaga Ngebel dengan Keindahan Danau Pegunungan yang Memukau di Jawa Timur

Kali ini, gambar menampilkan Jokowi dengan latar belakang Monumen Nasional dan mengenakan kemeja putih. 

Unggahan itu juga dilengkapi dengan caption ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden Jokowi.

“Keluarga besar Kementerian Komunikasi dan Informatika mengucapkan, Selamat ulang tahun ke-63 Bapak Joko Widodo, Presiden RI. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kelancaran dalam melaksanakan amanah,” tulisnya, dikutip dari Instagram @kemenkominfo.

Meskipun upaya tersebut dilakukan untuk merespons kritik yang telah muncul, netizen tetap menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap keterlambatan dan kurangnya responsivitas Kominfo dalam menanggapi masalah tersebut.

Baca Juga:
Melihat Keindahan Kota dari Ketinggian dengan Menjelajah Bukit Aslan, Destinasi Wisata Terbaru di Bandar Lampung yang Memukau!

Salah satu netizen, secara terbuka menyindir Kominfo karena unggahan baru tersebut diunggah pada tanggal 22 Juni, satu hari setelah ulang tahun Jokowi yang sebenarnya. 

Dia menegaskan bahwa institusi seharusnya lebih responsif dan proaktif dalam mengelola komunikasi publik, terutama di platform sebesar media sosial.

“Udah lewat min, sekelas kominfo kasih ucapan ulangtahun H+1? Ehh maap baru sadar, menterinya si anu ternyata,” tulis akun @jho***.

Kritik terhadap Kominfo tidak hanya terbatas pada desain yang lamban diganti, tetapi juga terhadap pengelolaan umpan balik dari masyarakat. 

Baca Juga:
Keajaiban Alam dan Spiritualitas di Green Talao Park Ulakan, Yuk Intip Pesona Desa Wisata Terbaik Padang Pariaman

Beberapa netizen bahkan menyarankan agar Kominfo mempertimbangkan penggunaan agensi atau tim yang lebih berpengalaman dalam menangani tugas seperti ini, untuk memastikan respons yang lebih cepat dan lebih sesuai dengan harapan publik.

“Kok lama banget ya revisinya sampe ganti hari, mending pake agency kantor saya aja, revisi itungan menit udah selesai udah bisa naik lagi. Admin responsif, gak nunggu dihujat semesta dulu baru sadar ada yang gak bener,” tulis akun @sri***. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Ramai Diperbincangkan! Desain Ucapan Ultah Jokowi dari Kominfo Tuai Kontroversi, Netizen: Anggaran Besar, Kerja Minimalis Banget

Ucapan ulang tahun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk Presiden Jokowi bikin gagal fokus hingga viral. Tuai kontroversi.

8 Hari Pelototi Google Maps, Diskominfo Akui Kesulitan Ubah Tag Kampung Maling dan Penamaan Tak Pantas Lain di Pati, Ini Alasannya

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku kewalahan memperbaiki sejumlah penamaan tak pantas untuk wilayah Pati di Google Maps.

Tak Terima Wilayahnya Ditandai Kampung Penadah dan Kampung Maling di Google Maps, Camat Sukolilo Pati Lapor ke Kominfo

Camat Sukolilo, Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono lapor ke Kominfo usai wilayahnya ditandai sebagai kampung maling di Google Maps.

Minta Pengguna Bersiap Pindah ke Platform Lain, Kominfo Akan Memblokir Media Sosial X di Indonesia, Ini Alasannya

Ini alasan Kominfo berencana memblokir akses media sosial X di Indonesia. Minta pengguna bersiap-siap pindah ke platform lain.

Dicecar DPR RI Terkait Motif Polwan Bakar Suami Hingga Meninggal Dunia, Menkominfo Budi Arie: Ternyata Perempuan Lebih Kejam dari Lelaki Ya

Begini tanggapan Menkominfo Budi Arie ketika dicecar oleh DPR RI terkait kasus polwan bakar suami hingga meninggal dunia.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;