Sembuh, Dua Pasien Positif Corona Kota Palu Resmi Pulang

<p>Kegiatan seremonial pemulangan dua pasien sembuh dari virus corona di RSUD Madani Kota Palu Sulawesi Tengah, Jumat 29 Mei 2020.</p>
Kegiatan seremonial pemulangan dua pasien sembuh dari virus corona di RSUD Madani Kota Palu Sulawesi Tengah, Jumat 29 Mei 2020.

Berita kota palu, gemasulawesiSetelah dinyatakan sembuh, Wali Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi memulangkan dua pasien terkonfirmasi virus corona.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada RSUD Madani yang telah memberikan pelayanan terbaik dengan penuh kesabaran dan ketekunan kepada warga Kota Palu,” ungkap Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si saat mengikuti seremonial pemulangan dua pasien sembuh dari virus corona di RSUD Madani Kota Palu Sulawesi Tengah, Jumat 29 Mei 2020.

Dengan keluarnya dua pasien yang telah sembuh virus corona ini, maka berarti tinggal tiga pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di Kota Palu Sulteng.

Dalam kesempatan ini, kedua pasien sembuh virus corona yang akan dipulangkan juga diberikan bantuan sembako berupa beras, minyak goreng dan ikan kaleng.

Bantuan itu diberikan kepada keluarga korban OTG, ODP, PDP dan pasien terkonfirmasi positif virus corona.

Bantuannya, berupa beras 5,6 kg per-14 hari setiap orang, minyak goreng 14 liter per-14 hari dan ikan kaleng sebanyak 56 kaleng per 14 hari.

“Hampir semua daerah ibu kota provinsi penyebaran virus coronanya begitu signifikan. Namun, kita bersyukur di Kota Palu Sulteng tidak masif,” katanya.

Ia mengatakan, berbagai upaya pencegahan dan penanganan virus corona di Kota Palu Sulteng akan berakhir 29 Mei 2020.

Namun, faktor daerah tetangga masih terjadi kenaikan positif virus corona yang begitu masif. Sehingga, pos-pos pemeriksaan di pintu masuk Kota Palu akan tetap dijaga.

“Apalagi ini penerbangan yang rencananya akan dibuka tanggal 1 Juni 2020. Kita sudah siap untuk tetap menjaga pintu masuk. Bahkan, pemeriksaannya untuk deteksi virus corona superketat lagi,” tuturnya.

Ia mengingatkan, agar warga tetap waspada dengan menghindari tempat-tempat kerumunan orang banyak, tetap pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan menggunakan sabun. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Itulah yang penting. Semua upaya yang dilakukan pemerintah, akan berhasil ketika kedisiplinan warga itu dikerjakan,” lanjutnya.

Ia melanjutkan, apabila Kota Palu sudah berjalan optimal menurut hasil evaluasi dari Dinas Kesehatan Kota Palu satu pekan kedepan terkait pandemi virus corona. Maka, Warkop, warung, toko dan lainnya sudah bisa terbuka.

Apabila itu sudah dibuka, tentunya ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi seperti yang telah diberitakan media sebelumnya.

“Dampak ekonomi selama dua bulan lebih ini, sangat terasa di tengah-tengah warga Kota Palu. Mudah-mudahan penyebaran virus corona di Kota Palu bisa kita tekan terus InsyaAllah sampai habis. Sehingga, hasilnya bisa zero dan aktivitas di kota Palu bisa jalan terus,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Asal Tomini dan Tinombo Selatan, Dua ODP Corona Baru Parigi Moutong

Asal Tomini dan Tinombo Selatan, Dua ODP Corona Baru Parigi Moutong

11 Juli 2020, Perpanjangan Masa Belajar dari Rumah di Kota Palu

Pemerintah Kota Palu perpanjang masa belajar dari rumah bagi siswa PAUD, SD dan SMP Negeri dan swasta di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

BPK Bidik Tunjangan Penghasilan Pegawai ASN Parigi Moutong

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun mendatang akan memeriksa Tunjangan Penghasilan Pegawai atau TPP bagi ASN di Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Juni, Aktivitas Penerbangan Komersil Sulawesi Tengah Kembali Terbuka

Mulai Juni 2020, aktivitas penerbangan komersil di Sulawesi Tengah Kembali terbuka.

Dua Pasien Virus Corona Palu Telah Sembuh

Rilis perkembangan terbaru Pusdatina Sulawesi Tengah, pasien sembuh positif corona di Kota Palu bertambah dua orang.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;