Satgas K5 Kunjungi Pasutri Penghuni Bekas Kandang Ayam di Kota Palu

<p>Pasutri penghuni bekas kandang ayam di Kota Palu.</p>
Pasutri penghuni bekas kandang ayam di Kota Palu.

Berita kota palu, gemasulawesiPemerintah dan Satgas K5 Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) turun langsung menindaklanjuti pasangan suami istri atau Pasutri yang tinggal di pondok bekas kandang ayam.

Pasutri penghuni bekas kandang ayam itu bernama Ateng dan Ati ini tinggal di Jalan Cemangi, Kelurahan Duyu Kota Palu Sulawesi Tengah. Dan sempat viral karena tertinggal dari kehidupan berkecukupan dan jauh perhatian pemerintah.

Lurah Duyu, Ahmad Fauzan S.STP., M.Si mengatakan, Ateng ternyata berasal dari desa Doda, Kabupaten Sigi. Namun, dia sudah mengambil KTP berdomisili di Kelurahan Duyu Kota Palu Sulteng sejak 2012 silam.

“Beliau sudah dua kali pindah tempat tinggal dengan status numpang di lahan orang sampai hari ini. Sebelumnya dia pernah tinggal di jalan Tagari Lonjo dan sekarang di jalan Cemangi lagi,” ungkapnya, Minggu 31 Mei 2020.

Menurutnya, Ateng yang memiliki pekerjaan sebagai penarik becak itu tidak pernah mengurus beberapa dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga dan Surat Nikah.

Namun demikian, ia mengatakan setelah tinjauannya ini, pihaknya akan mencarikan solusi terbaik untuk Ateng beserta istrinya agar kehidupannya lebih membaik.

“InsyaAllah setelah ini kami coba konsultasi dulu dengan Dinas Sosial Kota Palu Sulteng. Karena Ateng tidak bisa juga masuk basis data terpadu karena tidak memiliki rumah,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu Lurah Duyu Kota Palu Sulteng yang didampingi Babinsa, Herman, dan Kasi Tramtib Kelurahan Duyu, Yetwi memberikan bantuan pribadi kepada Ateng beserta istrinya.

Diketahui, sudah lima tahun belakangan pasutri itu tidak menerima perhatian dan bantuan dari pemerintah.

Kehidupan pasutri itu sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi dengan keterbatasan pendidikan yang tidak mumpuni.

Terpaksa menjadi tukang becak, setelah pekerjaan sebelumnya yaitu menjaga ternak ayam tidak berlanjut akibat gagal usaha.

Kandang ayam pun, disulap jadi tempat tinggalnya. Hanya pakaian seadanya dan bekas kandang dari bambu reot yang menjadi tempat tinggalnya.

Ditambah dengan kondisi pandemi virus corona ini, semakin membuat kondisi perekonomian pasutri ini semakin tidak baik.

Tidak hanya pasutri itu, seluruh warga di Kota Palu Sulteng merasakan dampak pandemi virus corona kepada sektor ekonomi.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Banyak Temuan BPK, BPKAD Parigi Moutong Minta Laporan Keuangan Akurat

Faktor banyaknya temuan dari BPK pada tahun anggaran 2019, BPKAD Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi Tengah (Sulteng) minta setiap instansi memberikan laporan yang akurat.

Asal Morowali, Dua Tambahan Positif Corona Baru Sulawesi Tengah

Update terkini Pusdatina 31 Mei 2020, terdapat dua penambahan terkonfirmasi virus corona di Sulawesi Tengah.

Surat Pernyataan Kesanggupan, Syarat Penyaluran Stimulan Zona Merah Kota Palu

BPBD Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebut syarat penyaluran stimulan di zona merah adalah surat pernyataan kesanggupan.

Tiga Wilayah Zona Hijau Corona Sulteng Bisa Terapkan New Normal

Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona menyebut tiga wilayah di Sulawesi Tengah masuk zona hijau.

New Normal Kota Palu, Pemberlakuan Pembatasan Perjalanan

Menuju new normal, Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) memberlakuan pembatasan perjalanan orang.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;