Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Parigi Moutong Qurban Enam Ekor Sapi

<p>Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Parigi Moutong Qurban Enam Ekor Sapi</p>
Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Parigi Moutong Qurban Enam Ekor Sapi

Berita parigi moutong, gemasulawesiMomen Idul Adha 2020 M, Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi tengah, qurban enam ekor sapi.

Qurban kali ini adalah hasil urunan dari sejumlah pedagang pasar sentral parigi,” ungkap Koordinator Qurban Asosiasi Pedagang Pasar Parigi Moutong Mastang, di Pasar Sentral Parigi, Jumat 31 Juli 2020.

Ia mengatakan, walaupun saat ini masih dalam kondisi pandemi virus corona, namun para pedagang masih mampu menyisihkan sebahagian hartanya untuk dibelanjakan di jalan Allah SWT.

Proses penyembelihan hewan qurban kata dia, tetap mengikuti protokol kesehatan. Mencuci tangan sebelum bersentuhan dengan daging hewan kurban.

Baca Juga: Nasdem Parigi Moutong Qurban 22 Ekor Sapi

“Qurban ini merupakan tuntunan dalam Al-Quran. Daging kurban itu akan dibagikan kepada seluruh warga yang membutuhkan,” urainya.

Kegiatan qurban adalah rutinitas dari Asosiasi Pedagang Pasar Parigi Moutong pada setiap hari raya Idul Adha.

Selain menjaga Ukhuwah Islamiyah, berqurban juga melatih diri untuk selalu menyisihkan sebahagian kelebihan rezeki kepada sesama.

Berqurban ternyata memiliki sejumlah keutamaan. Berikut penjelasannya.

  1. Lewat Berqurban Bisa Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah

Momentum qurban menjadi salah satu cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana dalam surat Al-Maidah ayat 27: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (qurban) dari orang-orang yang bertaqwa.”

  1. Qurban Cerminkan Sikap Patuh dan Taat

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS Al Hajj: 34)

  1. Sebagai Saksi Amal di Hadapan Allah SWT

Ibadah qurban mendapatkan ganjaran yang berlipat dari Allah SWT. “Pada setiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Juga kelak pada hari akhir nanti, hewan yang kita qurbankan akan menjadi saksi.

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulunya. Sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah)

  1. Membedakan dengan Nonmuslim

Sejatinya qurban (penyembelihan hewan ternak) tidak saja dilakukan umat Islam setiap hari raya adha tiba, tetapi juga umat lainnya.

Sebagai contoh, pada zaman dahulu orang-orang jahiliyah juga melakukan qurban. Hanya saja yang menyembelih hewan qurban untuk dijadikan sebagai sesembahan kepada selain Allah.

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS: Al-An’am: 162-163)

  1. Ajaran Nabi Ibrahim

Berqurban juga menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya sebagai tebusan yaitu Ismail ‘alaihis salam ketika hari an nahr (Idul Adha).

  1. Berdimensi Sosial Ekonomi dan Kemanusiaan

Ibadah qurban menjangkau sisi sosial dan kemanusiaan aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun.

Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.

Laporan: Muhammad Rafii

...

Artikel Terkait

wave

Tekan Pernikahan Dini, Parigi Moutong Perkuat Pembinaan Remaja

Target menurunkan angka pernikahan dini, Parigi Moutong Sulawesi Tengah perkuat pembinaan remaja.

Data Terupdate Virus Corona Sulteng, Satu Kasus Baru Asal Poso

Data terupdate virus corona Sulteng 29 Juli 2020, satu kasus baru asal Kabupaten Poso.

Berikut Rancangan Pemulihan Ekonomi Kota Palu

Memasuki dua tahun pasca bencana 28 September 2018, pemulihan ekonomi secara bertahap di Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu menunjukan peningkatan cukup baik.

JKN di Sulawesi Tengah, Ini Aturan Barunya

Pemerintah sosialisasikan aturan baru Jaminan Kesehatan Nasional, termasuk penerapan di Sulawesi Tengah.

Ini Ketentuan Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Parigi Moutong

Hari raya Idul Adha sebentar lagi akan dirayakan seluruh umat Muslim di Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Menyambutnya, Pemda mengeluarkan ketentuan pelaksanaan ibadah ditengah pandemi covid-19.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;