Wisata Tabingga Hills Sulteng, Butuh Perawatan

<p>Foto: Seorang pengunjung nampak berfoto berlatar wisata tabingga hills, Jumat 19 September 2020/RahmiFoto)</p>
Foto: Seorang pengunjung nampak berfoto berlatar wisata tabingga hills, Jumat 19 September 2020/RahmiFoto)

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Wisata Tabingga Hills Kabupaten Sigi Provinsi Sulteng membutuhkan perawatan.

“Tempat ini suasananya masih alami. Namun, perlu diperbaiki fasilitasnya. Dan tanaman-tanamannya perlu ditata rapi lagi, karena ada beberapa yang mulai mati,” ungkap salah satu pengunjung wisatawan lokal, Ria di spot Wisata Tabingga Hills, Jumat 18 September 2020.

Selain itu, perlu adanya penerapan protokol kesehatan, seperti cuci tangan yang perlu disediakan ketika masuk area wisata.

Sama seperti pengunjung lainnya, Haslinda juga mengatakan hal serupa. Bahkan, perlu adanya perbaikan jalan menuju tempat wisata itu.

“Jalan menuju ketempat wisata  kurang bagus,”  tuturnya singkat.

Banyak fasilitas perlu ditambah, misalnya tempat duduk bagi wisatawan dengan pola penataan yang baik.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan spot wisata alternatif yang berada di sekitaran Kota Palu. Untuk lebih dikembangkan lagi sehingga bisa dilirik wisatawan asing.

Sementara itu, pengelola lokasi Wisata Tabingga Hills Sigi Sulteng Abdul Karim mengatakan, terkait usulan wisatawan pengunjung, akan menjadi perhatian pemilik.

“Tempat wisata ini baru dibuka bulan Agustus 2020. Dan pemiliknya seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Anutapura. Saya hanya membantu dalam mengelola dan menjaga tempat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya tempat wisata ini warga yang berada disekitar tempat wisata merasa terbantu secara finansial.

Ia melanjutkan, tempat wisata ini dibuka setiap hari dengan tarif masuk Rp 10 ribu dan biaya parkir kendaraan Rp 5 ribu per orang. Serta ada penambahan tarif untuk warga yang melakukan camping ditempat ini.

“Wisata ini dibuka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 6 Sore. Biasanya, pengunjung dalam sehari mencapai 100 orang. Khusus hari sabtu dan minggu biaya tarifnya Rp 15 ribu per orang. Sedangkan, untuk yang ingin camping ditempat ini dibuka 24 jam dan ada penambahan tarif Rp 5 ribu, totalnya  20 ribu per orang,” urainya.

Diketahui, Taman Bunga Matahari Tabingga Hilss, lokasinya berada di desa Uwemenje, Kinovaro Kabupaten Sigi Sulteng.

Suasana yang natural menjadi daya tarik pengunjung ke tempat wisata Taman Bunga Matahari Tabingga Hills.

Laporan: Siti Rahmi

...

Artikel Terkait

wave

Tekan Pandemi Corona, Polda Sulteng Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Guna menekan pandemi virus corona, Polda Sulteng lakukan penyemprotan disinfektan di Kota Palu.

Wifi Gratis Segera Ada di Huntara Kota Palu

Hunian sementara atau Huntara yang ada di Kota Palu Provinsi Sulteng bakal mendapat pemasangan wifi gratis, untuk mendukung proses pembelajaran daring siswa.

Pasokan Solar Langka, Petani di Parimo Menjerit

Akibat kelangkaan pasokan solar, petani di Kabupaten Parimo Provinsi Sulteng menjerit kesusahan mengelola pertanian.

Pilkada Serentak, Polda Sulteng Gelar Operasi Mantap Praja 2020

Provinsi Sulteng saat ini akan menggelar Pemilihan kepada daerah atau Pilkada serentak 2020, untuk mengamankannya Polda gelar Operasi Mantap Praja.

Minyak Kelapa Kampung Premium, Industri Parimo ‘Go Nusantara’

Produk industri minyak kelapa kampoenk premium berbasis rumah tangga di Kabupaten Parimo Sulteng, ekspansi ‘Go Nusantara’.

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;