APBD Perubahan Parigi Moutong 2020, Pendapatan Turun 8,5 Persen

<p>(Foto: Rapat Paripurna KUA PPAS DPRD Parimo/Ist) </p>
(Foto: Rapat Paripurna KUA PPAS DPRD Parimo/Ist)

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Pendapatan perubahan APBD Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulteng pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 mengalami penurunan hingga 8,5 persen.

“Penurunan itu diantaranya disebabkan adanya kebijakan pembatasan sosial yang secara tidak langsung berdampak pada aktivitas ekonomi, yang menjadi sumber pajak maupun retribusi daerah,” ungkap Wakil Bupati Parimo H Badrun Nggai saat sidang paripurna di Kantor DPRD Parimo, Senin 21 September 2020.

Ia mengatakan, bencana alam nasional non alam, Covid-19 menyebabkan terjadi perubahan secara massive terhadap kerangka ekonomi daerah. Sehingga, menyebabkan terjadi perubahan program atau kegiatan pada tahun 2020 ini.

Pemda Parimo akan melaksanakan penyusunan perubahan APBD tahun anggaran 2020.

“Secara umum perubahan APBD didasarkan pada penggunaan anggaran lebih tahun sebelumnya dengan mekanisme pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja,”tuturnya.

Hal itu bertujuan demi percepatan pencapaian target-target kinerja dalam pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Target kinerjanya dalam rangka pencegahan dan penanggulangan covid-19, perbaikan ekonomi daerah dan jaringan pengaman sosial.

“Perubahan APBD tahun 2020 itu disusun untuk mengakomodir rencana kegiatan dan keuangan Pemda dalam melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pelayanan umum dan pembangunan yang tidak termuat dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah,”jelasnya.

Sehingga, dengan pengakomodiran rencana pelayanan umum dan pembangunan, diharapkan hasilnya nanti dapat dirasakan warga Parimo.

Baca juga: Hidayat Lamakarate: Dewan Adat Jadi Solusi Permasalahan Warga Sulteng

Pendapatan APBD Perubahan Parimo 2020 Turun 8,5 Persen
(Foto: Rapat Paripurna KUA PPAS DPRD Parimo/Ist)

Perubahan kebijakan pendapatan daerah parimo secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut, diantaranya pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) diasumsikan mengalami kenaikan 0,39 persen.

“Pos pajak daerah APBD Parimo diasumsikan turun 6,4 persen. Turunnya anggaran pada pos pajak daerah disebabkan pajak hotel dan pajak restoran juga diperkirakan turun,” terangnya.

Penurunan pos pajak daerah sehubungan dengan adanya penundaan sementara proses penagihan pajak.

PPJ diperkirakan turun sehubungan dengan adanya subsidi 100 persen daya 450 KWH dan subsidi 50 persen untuk daya 900 KWH, dan perubahan target pajak hiburan terkait adanya pandemi covid-19 yang tidak memungkinkan adanya keramaian dan kerumunan.

“Pos retribusi daerah APBD Parimo diasumsikan naik 38,33 persen, karena adanya kenaikan pada pos retribusi kesehatan,”jelasnya.

Selanjutnya, pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tidak mengalami perubahan. Pos hasil lain-lain pendapatan asli daerah yang sah diperkirakan mengalami penurunan sebesar 1,1 persen.

Pos dana perimbangan APBD Parimo diasumsikan mengalami penurunan 10,56 persen, karena adanya penyusuaian pada komponen alokasi umum, dana alokasi khusus serta penyusuaian bagi hasil dari pungutan hasil pajak atau bagi hasil bukan pajak yaitu bagi hasil dari pungutan.

Kebijakan umum perubahan APBD Parimo 2020, belanja daerah mengalami penurun sebesar 4,31 persen.

“Itu disebabkan karena kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap daerah untuk melakukan realokasi dan refocussing belanja daerah,” tutupnya.

Baca juga: Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parimo

Laporan: Fajrin Lamako

...

Artikel Terkait

wave

DPUPRP Parigi Moutong Perbaiki Jaringan Pipa SPAM Parigimpu&#8217;u

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) Kabupaten Parimo Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) perbaiki jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

Kasus Corona Sulteng Meningkat Drastis, Pandemi Gelombang Kedua?

Meningkat drastis, 23 kasus baru terkonfirmasi positif virus corona di Provinsi Sulteng mengkhawatirkan. Apakah itu pandemi gelombang kedua?

Rusdi Mastura Perjuangkan Peningkatan Fiskal Sulteng

Pasangan calon gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdi Mastura-Ma’mun Amir bercita-cita memperjuangkan peningkatan fiskal seluruh daerah di Provinsi Sulteng.

Hidayat Lamakarate: Dewan Adat Jadi Solusi Permasalahan Warga Sulteng

Penasehat Dewan Musyawarah Adat yang juga calon gubernur di Pilgub Sulteng 2020, Hidayat Lamakarate menyebut dewan adat bisa menjadi solusi permasalahan yang terjadi di tengah warga.

Diduga Solar Tersuplai ke Tambang Emas Ilegal Parimo

Keluhan petani terkait kelangkaan solar, membuat Anggota legislatif (Anleg) DPRD Parimo Provinsi Sulteng menduga peralihan suplai secara sepihak ke tambang ilegal.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;