Gardu Induk Ikut Terdampak Banjir, PLN Pastikan Suplai Energi Listrik untuk Kudus dan Sekitarnya Aman

Ket. Foto: PLN Memastikan Suplai Energi Listrik untuk Kudus dan Sekitarnya Aman Meskipun Gardu Induk Ikut Terdampak Banjir
Ket. Foto: PLN Memastikan Suplai Energi Listrik untuk Kudus dan Sekitarnya Aman Meskipun Gardu Induk Ikut Terdampak Banjir Source: (Foto/X/@julieoke)

Kudus, gemasulawesi – Menurut laporan, gardu induk Kudus yang terletak di Jalan Agil Kusumadya ikut terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Namun, PT PLN memastikan jika suplai energi listrik untuk para pelanggan di Kudus, Jawa Tengah, dan sekitarnya tetap aman atau terjaga.

Humas PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 Kudus, Nurbowo Dwinalto, menyatakan jika PLN telah menyiapkan mesin pompa penyedot air dan di pintu masuk juga telah dibuatkan tanggul untuk mencegah air banjir masuk ke kawasan gardu induk.

Baca Juga:
Mancing Bersama di Sungai Cirarab Tangerang, Ayah dan Anak Dilaporkan Tewas Tenggelam

Menurut Nurbowo, keamanan gardu induk memang penting dikarenakan sebagai penopang utama untuk pelanggan di Kudus dan sekitarnya dengan kekuatan sekitar 150-500 KV.

Nurbowo Dwinalto menyampaikan gardu induk menjadi prioritas dan lebih diutamakan jika dibandingkan dengan yang gardu-gardu lain yang ukurannya lebih kecil.

Nurbowo menambahkan jika debit air terus menerus mengalami kenaikan, tentu akan ada risiko padam meluas.

Baca Juga:
Pasokan Tersendat Karena Cuaca Buruk, Harga Bahan Pokok di Wilayah Kepulauan Sumenep Alami Kenaikan dalam Sepekan Terakhir

“Namun, dengan adanya mesin pompa dan tanggul, mudah-mudahan gardu induk aman,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan pemadaman listrik di sambungan rumah pelanggan yang terdampak banjir, Nurbowo mengungkapkan hal itu dilakukan dalam rangka menjaga keamanan para penghuni rumah dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Nurbowo Dwinalto menyebutkan jika listrik tetap dihidupkan akan sangat berisiko.

Baca Juga:
Banjir Semarang, BNPB Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi dengan Baik

“Nantinya, setelah banjir surut, pihak PLN akan menyalakannya kembali,” paparnya.

Diketahui jika sebelumnya, BPBD Kabupaten Kudus menyampaikan jika jumlah desa di Kabupaten Kudus yang terdampak banjir semakin bertambah.

Hingga sekarang, banjir tercatat telah mencapai 29 desa di Kudus, dari yang sebelumnya hanya beberapa desa.

Baca Juga:
Ramadhan Hampir Sepekan, Harga Tomat Melonjak hingga 2 Kali Lipat Menjadi 30 Ribu Rupiah untuk 1 Kilogram di Jakarta Selatan

Kepala Plt BPBD Kabupaten Kudus, Mundir, merinci jika 29 desa tersebut berada di 5 kecamatan di Kudus, yaitu Undaan, Jati, Jekulo, Mejobo dan Kaliwungu.

PJ Bupati Kudus, M Hasan Chabibie, menuturkan dirinya telah menandatangani penetapan status tanggap darurat bencana angin kencang, tanah longsor dan juga banjir di wilayah Kudus.

“Status tanggap darurat bencana alam berlaku dari hari Jumat, tanggal 15 Maret 2024 hingga hari Minggu, tanggal 24 Maret 2024,” imbuhnya. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave
Arus Mudik Idul Fitri 2024, Lalu Lintas di Tol Bali Mandara Diperkirakan Tidak Akan Sepadat Libur Nataru

Lalu lintas di Tol Bali Mandara saat arus mudik Lebaran tahun 2024 diprediksi tidak akan sepadat saat libur Nataru.

Stok Tersedia Melimpah di Bulan Maret, Harga Cabai di Kabupaten Kediri Dilaporkan Stabil

Harga cabai di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dilaporkan terpantau stabil dikarenakan cabai yang tersedia melimpah di bulan Maret.

Jelang Arus Mudik Lebaran 2024, Polres Lampung Selatan Siapkan Skema Antisipasi Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni

Polres Lampung Selatan menyiapkan skema antisipasi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni menjelang arus mudik Lebaran 2024.

Bulan Ramadhan, Petani Timun Suri di Tangerang Dilaporkan Mendapatkan Keuntungan yang Melimpah

Para petani timun suri di Tangerang mendapatkan keuntungan yang melimpah dari hasil penjualan timun suri di bulan Ramadhan.

Habiskan 1 Juta Rupiah, Warga Semarang Buat Sepeda dari Pelampung untuk Lewati Banjir

Salah satu warga Semarang membuat sepeda dengan roda yang terbuat dari pelampung untuk dirinya dapat melewati banjir.

Berita Terkini

wave

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.

Maut Mengintai di Buranga: Mengapa Tambang Ilegal di Depan Mata Polres Parigi Moutong Seolah Tak Tersentuh?

Bahaya di PETI Buranga berpotensi sama dengan Tambang ilegal yang berada di gunung Nasalena. Ancaman maut reruntuhan material mengintai.

Maut di Lubang Emas Lobu: Menagih Tanggung Jawab Pengelola PETI atas Tewasnya Penambang

Emas berdarah Parigi moutong kembali telan korban jiwa, kali ini PETI berlokasi di Desa Lobu Kecamatan Moutong yang kena giliran.


See All
; ;