BPJS Tunggu Kelanjutan Kerjasama Dari Pemda Parigi Moutong

<p>Foto: Kepala BPJS Parigi Moutong, Husna.</p>
Foto: Kepala BPJS Parigi Moutong, Husna.

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, masih menunggu sikap Pemda atas kelanjutan kontrak kerjasama jaminan kesehatan daerah, berdasarkan regulasi dan instruksi Presiden RI.

“Kalau secara regulasi, memang itu kan amanat undang-undang dan perintah presiden. Semua warga tidak terdaftar dan tidak mempunyai jaminan sama sekali dalam pembiayaan APBN harus dibiayai daerah serta harus di BPJS,” ungkap Kepala BPJS Parigi Moutong, Husna di ruang kerjanya, Jumat 18 Juni 2021.

Kontrak kejasama BPJS dengan Pemda Parigi Moutong putus sejak bulan Agustus 2020 kemarin, karena anggaran alokasi pemerintah tidak mencukupi.

Pihaknya telah melakukan konsultasi dan konsolidasi dengan pemerintah, guna memastikan kelanjutan kontrak kerjasama itu. Namun, hingga kini belum ditemukan titik terang.

2021, Pemda Parigi Moutong hanya menganggarkan sebesar Rp 8 Miliar dana untuk kerjasama BPJS. Jika dikurangi dengan bantuan iuran peserta kelas III yang aktif sebanyak 2800 jiwa, dan hutang iuran dari bulan Juli-Agustus tahun 2020 sekitar Rp 3,6 Miliar belum dituntaskan.

Baca juga: Gantikan BPJS, DPRD Usulkan Kartu Parigi Moutong Sehat

Sehingga, total keseluruhan berkisar Rp 6 Miliar lebih, apabila diintegrasikan dengan BPJS. Olehnya, pihaknya terus melakukan upaya mendorong pemerintah terkait kerjasama itu. Namun terkendala validasi data.

“Pengurusan kemarin sekitar 94 ribu jiwa. Kalau tidak salah kemarin selesai validasinya tanggal 12 Juni 2021,” ujarnya.

Hasil konsultasi validasi dilakukan pihaknya dengan Dinas Sosial, mereka mengaku belum berani mengajukan data untuk dikerjasamakan. Sebab, masih melakukan konsultasi kembali dengan Sekretaris daerah dan Bappelitbangda.

“Karena untuk kerjasama, kami melihat anggaran tersedia. Jadi misalnya Rp 6 Miliar itu, sejumlah berapa yang dimasukan ke BPJS. Kalau sekitar Rp 6 Miliar, kerjasamanya di bulan Juni ini 14 ribu jiwa ada,” terangnya.

Normalnya pemerintah harus menyiapkan minimal anggaran Rp 40 Miliar lebih dalam satu tahun berjalan, untuk pembiayaan kesehatan bagi masyarakat sama sekali belum memiliki jaminan.

Berdasarkan data Dinas Sosial, ada sekitar 124 ribu jiwa belum terdaftar dan kemungkinan belum divalidasi juga. Sebab, terdaftar di APBD harus data diluar DTKS.

“Karena DTKS harus mereka dorong untuk masuk dalam pembiayaan APBN, agar mengurangi beban daerah,” tutupnya.

Baca juga: RDP DPRD dan Dinkes Bahas BPJS Kesehatan

Laporan: Novita Ramadhani

...

Artikel Terkait

wave

Dewan Pers Fasilitasi UKW Gratis di Sulawesi Tengah

Dewan Pers bersama Lembaga Penguji PT Aksara Solopos akan menyelenggarakan UKW gratis di Kota Palu, Sulawesi Tengah, 24-25 Juli 2021.

Parigi Moutong Anggarkan Klaim Bansos Nakes di APBD-P 2021

Pemda Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, anggarkan klaim Bansos Nakes di APBD Perubahan 2021, Klaim itu sekitar Rp 3 Miliar atau Rp 4 Miliar

Kementrian Akan Tinjau Politeknik KP Parigi Moutong

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI akan meninjau proses perkuliahan Politeknik KP Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Disdikbud Evalusi Penyaluran Tunjangan Guru di Parigi Moutong

Disdikbud Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sosialisasi perubahan regulasi, dan evaluasi proses penyaluran tunjangan guru di semester dua 2021.

Polres: Tidak Ada Premanisme dan Pungli Terorganisir di Parigi Moutong

Kepolisian mengklaim tidak menemukan praktek premanisme dan Pungli terorganisir di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;