Viral Detik-detik Material Konstruksi Gedung Kejagung Jatuh di Jalur MRT Kebayoran Baru, Operasional Diberhentikan Sementara

Material konstruksi dari Gedung Kejagung berjatuhan di Jalur MRT Kebayoran Baru. Begini penjelasan Corporate Secretary (Corsec) MRT Jakarta.
Material konstruksi dari Gedung Kejagung berjatuhan di Jalur MRT Kebayoran Baru. Begini penjelasan Corporate Secretary (Corsec) MRT Jakarta. Source: Foto/Tangkap Layar Instagram @fakta.indo

Jakarta, gemasulawesi – Terjadi sebuah insiden besar di jalur MRT di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Insiden ini melibatkan kereta MRT yang sedang melaju dari Stasiun ASEAN menuju Stasiun Blok M.

Pada Kamis, 30 Mei 2024, sekitar pukul 16.37 WIB, kereta MRT tersebut menabrak tumpukan besi yang jatuh dari proyek pembangunan Gedung Kejaksaan Agung RI.

Besi tersebut jatuh ke jalur MRT akibat muatan crane yang terjatuh dari ketinggian.

Baca Juga:
5 Orang Terluka, Pasukan dan Pemukim Penjajah Israel Dikabarkan Kembali Melakukan Penggerebekan di Tepi Barat

Tumpukan besi tersebut jatuh tepat di pinggir rel MRT dan tersangkut di kabel listrik yang berada di jalur tersebut.

Ketika kereta menabrak tumpukan besi ini, terlihat percikan api dan kepulan asap yang cukup tebal.

Meskipun terjadi benturan yang cukup keras, kereta MRT tetap melanjutkan perjalanannya setelah tabrakan.

Namun, dampak dari insiden ini cukup serius sehingga operasional MRT Jakarta dihentikan sementara.

Baca Juga:
Pasokan Bantuan Terhenti, Pusat Distribusi Makanan, Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit di Jalur Gaza Kini Dilaporkan Ditutup

Ahmad Pratomo, Corporate Secretary (Corsec) MRT Jakarta, menyatakan bahwa insiden ini disebabkan oleh kegiatan konstruksi yang sedang dilakukan oleh kontraktor Hutama Karya untuk Gedung Kejaksaan Agung RI.

Akibat insiden ini, operasional MRT Jakarta harus dihentikan sementara waktu untuk memastikan keselamatan penumpang dan menangani kerusakan yang terjadi.

Ahmad Pratomo juga menambahkan bahwa saat ini petugas sedang melakukan evakuasi dan penanganan terhadap material konstruksi yang jatuh.

Menurut saksi mata, seorang warga bernama Nurul, ia menyatakan bahwa ia mendengar suara ledakan yang disusul dengan percikan api ketika muatan crane jatuh dan mengenai kabel listrik MRT.

Baca Juga:
Selama Puncak Panen Raya, Jumlah Penyerapan di Semua Gudang Perum Bulog Cirebon Mencapai 2000 Ton Setara Beras per Hari

Ia juga menambahkan bahwa beberapa menit setelah besi tersebut jatuh, ada kereta yang melintas dan menabrak tumpukan besi tersebut.

Situasi di lokasi kejadian di sekitar jalur MRT Kebayoran Baru menjadi cukup kacau. Penumpang yang berada di dalam kereta dievakuasi di stasiun terdekat.

Pengumuman tentang penghentian operasional sementara MRT juga disampaikan melalui pengeras suara di Stasiun MRT Blok M BCA.

Calon penumpang yang hendak menggunakan jasa transportasi MRT terpaksa mencari alternatif transportasi lain.

Baca Juga:
Berkaitan Erat dengan Penanganan Stunting di Solo, Gibran Berharap Pemprov Jateng Memberikan Bantuan untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan ini.

Mereka memastikan bahwa keamanan dan keselamatan pengguna jasa MRT Jakarta tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, tim terkait sedang melakukan penanganan di lokasi untuk mengevakuasi material konstruksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada jalur dan kabel listrik MRT.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban dari insiden ini.

Baca Juga:
Hanya 49 Detik, Nasabah Bank BRI di Makassar Ini Mengaku Kehilangan Uang Rp400 Juta, Bank BRI Beberkan 3 Fakta Mengejutkan

Namun, investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami penyebab pasti dari jatuhnya muatan crane dan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

Operasional MRT Jakarta diharapkan dapat kembali normal setelah semua perbaikan dan langkah keamanan telah dilakukan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Diharapkan Seperti Jakarta, Jawa Timur sedang Jajaki Kerja Sama dengan Jepang untuk Proyek MRT

Jawa Timur dikabarkan sedang menjajaki kerja sama dengan Jepang untuk proyek pembangunan MRT atau Mass Rapid Transit.

Akan Diakselerasi, Menko Perekonomian Airlangga Sebut Jepang Investor Utama Proyek Pembangunan MRT East West

Kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Jepang menjadi investor utama pembangunan MRT East-West.

Gegara Rem Blong! Kecelakaan Tunggal Terjadi di Jalur Sengkan Mayit Kawasan Ijen Banyuwangi, Ini Data 15 Turis asal China yang Jadi Korban

15 turis asal China menjadi korban dalam kecelakaan tunggal sebuah mobil elf yang ditungganginya usai berwisata di Kawah Ijen Banyuwangi.

Diduga Akibat Sopir Ngantuk, Bus Rombongan Study Tour SMP PGRI 1 Wonosari Alami Kecelakaan, 2 Orang Meninggal Dunia

Lagi, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan siswa SMP PGRI 1 Wonosari, Malang, mengalami kecelakaan di Tol Jombang.

Ramai Larangan Kegiatan Study Tour Pelajar Imbas Kecelakaan Maut SMK Lingga Kencana, Anggota DPR RI: Keliru, Tidak Menyasar Pokok Masalah

Buntut kecelakaan maut rombongan siswa SMK Lingga Kencana, kegiatan study tour banyak dilarang, begini tanggapan anggota DPR RI.

Berita Terkini

wave

Dugaan Skandal Bisnis Solar Ilegal Seret Nama Kasatreskrim Parigi Moutong

Nama Kasatreskrim Parigi moutong, Anugerah Tarigan terseret dalam pusaran isu dugaan bisnis solar ilegal.

Berebut Dana Pusat, Kabid SD Ingatkan Masalah Hibah Tanah Hambat Perbaikan Sekolah di Parimo

Ratusan sekolah di Parigi Moutong terancam gagal revitalisasi akibat sengketa lahan. Disdikbud minta kepsek percepat urus dokumen hibah.

Parigi Moutong dan Minahasa Tenggara Rancang Koalisi Pertanian, Fokus ke Inovasi Bibit dan Durian

Wakil Bupati Minahasa Tenggara pimpin rombongan kunker ke Parigi Moutong guna pelajari inovasi pusat bibit dan pengembangan sektor pertanian

Jason Statham Kembali dengan Film Thriller Penuh Aksi Lainnya, Mutiny! Berikut Sinopsisnya

Jason Statham akan kembali dengan film laga thriller baru berjdulu Mutiny, penuh dengan adegan aksi yang mendebarkan

Dugaan Skandal Tambang PT Pantas Indomining Pagimana: "Mafia Koordinat" dan Mandulnya Penegakan Hukum

Beroperasi sejak tahun 2012 sebagai pemegang IUP tidak menjamin PT Pantas Indomining tidak melanggar aturan mengelola lahan di luar konsesi.


See All
; ;