Bayi Laki-Laki yang Baru Berumur 3 Bulan di Sukabumi Meninggal Dunia Usai Menerima Suntikan Imunisasi dari Puskesmas, Begini Kronologinya

Innalillahi, bayi laki-laki usia 3 bulan meninggal dunia setelah mendapatkan suntik imunisasi di puskesmas.
Innalillahi, bayi laki-laki usia 3 bulan meninggal dunia setelah mendapatkan suntik imunisasi di puskesmas. Source: Foto/ilustrasi/Freepik

Sukabumi, gemasulawesi - Kematian bayi laki-laki berusia 3 bulan di Sukabumi setelah menerima suntikan imunisasi dari puskesmas telah menjadi perbincangan hangat dan viral di masyarakat.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), yang berusaha memahami penyebab tragis di balik kepergian Muhammad Kenzie Arifin, bayi laki-laki asal Sukabumi tersebut.

Peristiwa menyedihkan ini terjadi di Puskesmas Kelurahan Sukakarya, Kota Sukabumi.

Kenzie dinyatakan meninggal setelah upaya medis di rumah sakit tidak berhasil menyelamatkannya, hanya beberapa jam setelah menerima empat jenis vaksin: BCG, DPT, Polio, dan Rotavirus.

Baca Juga:
Waduh! Beberapa Postingan di Akun Facebook Pegi Setiawan Mendadak Hilang dan Tak Bisa Lagi Diakses, Begini Kata Kuasa Hukumnya

Muhammad Ikram Ardiansyah Tumiwang, pengacara keluarga korban, mengungkapkan kegelisahan keluarga yang masih menunggu hasil investigasi dari Komnas KIPI.

Mereka menginginkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada anak mereka yang baru berusia dua bulan lebih beberapa hari ini, dan tiba-tiba meninggal dalam usia sekitar 3 bulan.

Keluarga mencurigai kemungkinan kesalahan saat proses penyuntikan.

"Mereka memiliki kecurigaan bahwa ada kesalahan dalam proses penyuntikan yang tidak seharusnya dilakukan pada bayi yang masih begitu muda," jelas Ikram, dikutip pada Jumat, 21 Juni 2024.

Baca Juga:
Paling Banyak Mencemari Sungai, Aktivis Lingkungan Ini Geruduk Markas Unilever, Gaungkan Aksi Kembalikan Limbah Plastik ke Pengirim

Mereka menyebutkan kemungkinan adanya penyuntikan berlebihan yang tidak wajar.

Langkah berikutnya bagi keluarga adalah menunggu hasil investigasi untuk mengonfirmasi apakah terdapat malapraktik dalam pemberian imunisasi tersebut.

Jika terbukti, mereka akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengambil tindakan hukum yang tepat.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran yang mendalam dalam masyarakat akan pentingnya pengawasan ketat dan kepatuhan terhadap prosedur medis, terutama saat melibatkan perlindungan anak-anak yang masih sangat rentan.

Baca Juga:
Menyelami Pesona Alam dan Kekayaan Budaya Pulau Tuangku di Aceh Singkil yang Menghadirkan Keindahan Menakjubkan!

“Mungkin saat di vaksin, anaknya lagi dalam keadaan sakit karena memang anak saya gitu juga, tapi sudah saya tanyakan ke pihak puskesmas, memang seperti itu prosedurnya, dan memang setelah disuntik, anak diberikan parasetamol. Alhamdulillah, anak saya sehat, meskipun pas abis disuntik, kasihan,” ungkap akun @sho***.

Ada juga yang menyoroti soal pemberian imunisasi yang langsung diberikan sebanyak 4 kali.

“Bidan di desaku hanya berani menyuntik maksimal 2 kali. Meskipun ada yang telat waktu suntiknya, tetap hanya 2 kali suntik. Semoga keluarga adek bayi diberi ketabahan,” ungkap akun @rhm***.

Sebagian lainnya juga memberikan saran agar tidak memberikan imunisasi pada anak ketika sedang sakit.

Baca Juga:
Kegiatan Sosialisasi serta Edukasi Literasi Keuangan, Sekda Palu Tegaskan Perempuan Perlu Pemahaman Membedakan Uang Asli dan Palsu

“Kalau mau imunisasi, usahakan anak benar-benar dalam kondisi fit, ya Bun. Kalau masih bapil, jangan menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Vaksin itu hak anak, loh. Temanku ada anak yang tidak pernah diimunisasi, jadi mudah sakit demam dan diare. Jadi, sebagai ibu yang cerdas, sekarang banyak ilmu di media mana saja. Yuk, tingkatkan pengetahuan agar tidak selalu menyalahkan imunisasi,” ungkap akun @mus***. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Heboh! Warga Cisalak Dikejutkan dengan Penemuan Jasad Bayi yang Mengambang di Aliran Kali Baru Kota Depok, Begini Kata Saksi

Sesosok jasad bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan mengambang di aliran Kali Baru Kota Depok, begini kata saksi di lokasi.

Terbunuh dalam Ledakan Penjajah Israel, Bayi Palestina Berusia 18 Bulan Dilaporkan Menderita Luka Bakar Parah di Sekujur Tubuhnya

Bayi yang baru berusia 18 bulan dikabarkan mengalami luka bakar parah di sekujur tubuhnya dan terbunuh dalam ledakan penjajah Israel.

Viral di Media Sosial! Driver Grab Motor Antar Jenazah Bayi dari Makassar ke Pangkep dan Tempuh Jarak 53 Km, Begini Ceritanya

Gegara keluarga tak mampu bayar sewa ambulans, driver ojek online motor ini bawa jenazah dari Kota Makassar ke Kabupaten Pangkep.

Bikin Warga Terkejut, Viral Penemuan Bayi yang Masih Hidup di Sekitar Makam Keramat Tajur Halang Bogor, Polisi Beberkan Kondisinya Saat Ini

Penemuan bayi yang masih hidup di sekitar makam keramat Tajur Halang Bogor menjadi viral dan membuat warga terkejut.

Mesin Oksigen Berhenti Bekerja, Seorang Bayi Prematur di Inkubator RS Kamal Adwan, Gaza Utara, Dilaporkan Meninggal

Seorang bayi prematur yang ada di inkubator RS Kamal Adwan, di Jalur Gaza utara, dikabarkan meninggal setelah mesin oksigen berhenti bekerja

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;