Usai Aksi WNA Asal Denmark Perbaiki Jembatan yang Rusak di Wakatobi Viral, Kepala Desa Samabahari Justru Mengaku Kecewa Gegara Ini

Kepala Desa Wakatobi mengaku kecewa dengan aksi baik Kristian Hansen yang perbaiki jembatan rusak di daerahnya.
Kepala Desa Wakatobi mengaku kecewa dengan aksi baik Kristian Hansen yang perbaiki jembatan rusak di daerahnya. Source: Foto/Kolase Instagram @thekristianhansen

Wakatobi, gemasulawesi - Sebuah inisiatif yang dimulai dengan niat baik sering kali dapat memunculkan berbagai pandangan dan respons dari berbagai pihak. Hal ini terbukti dalam kasus Kristian Hansen.

Kritian Hansen merupakan seorang warga Denmark yang tinggal di Indonesia, dan belakangan ini viral usai memulai proyek perbaikan jembatan di Desa Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. 

Meskipun aksi Kritian Hansen mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat luas, respon dari Kepala Desa Samabahari, Gamis, menunjukkan sudut pandang yang berbeda.

Sebelumnya, Kristian Hansen, melalui upaya kolektif di media sosial Instagram, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp75 juta dalam waktu singkat untuk memperbaiki jembatan yang sangat dibutuhkan di Kampung Terapung Sampela, Wakatobi. 

Baca Juga:
Jalani Penahanan Sejak Bulan November, Pasukan Penjajah Israel Dilaporkan Membebaskan Direktur RS Al Shifa Gaza

Jembatan tersebut, yang menghubungkan penduduk lokal dengan fasilitas penting seperti tempat tinggal dan tempat kerja, telah mengalami kerusakan parah akibat cuaca dan usia.

Dengan dukungan lebih dari 300 individu dari berbagai belahan dunia, termasuk sumbangan dana dan dukungan moral, Hansen berhasil menunjukkan bahwa kebaikan lintas budaya dapat mengatasi batasan administratif. 

Upayanya bukan hanya sekadar memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan kemanusiaan di tengah-tengah komunitas yang membutuhkan. 

Dampak sosial dan ekonomi dari proyek ini tidak bisa diabaikan, dengan meningkatnya keamanan dan aksesibilitas bagi penduduk setempat.

Baca Juga:
Terdampak Serangan Ransomware pada Pusat Data Nasional, Kementerian PUPR Pastikan Operasional dan Kinerja Karyawan Tidak Akan Terganggu

Namun, di balik pujian global, ada suara kritik dari Gamis, Kepala Desa Samabahari. 

Dalam tanggapannya, Gamis menyampaikan kekecewaannya atas tindakan Hansen yang dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pemerintah desa terlebih dahulu. 

Menurutnya, meskipun jembatan tersebut memang memerlukan perbaikan, aksi Hansen yang hanya mengganti papan jembatan tanpa perbaikan menyeluruh dinilai tidak sesuai dengan pandangan lokal. 

Gamis menegaskan bahwa jembatan tersebut sebenarnya masih bisa digunakan untuk beberapa tahun ke depan, sehingga tindakan tersebut dianggap sebagai langkah yang terlalu dini dan tidak memperhitungkan pandangan dari pihak desa yang lebih mengetahui kondisi lokal secara mendalam.

Baca Juga:
Menikmati Keindahan Alam Pantai Parang Dowo di Malang, Yuk Mari Kunjungi Surga Tersembunyi untuk Liburan yang Memukau!

Kritik Gamis mencerminkan perdebatan yang lebih luas tentang bagaimana bantuan luar harus dikomunikasikan dan diselaraskan dengan otoritas lokal. 

Dalam konteks ini, proyek-proyek pembangunan oleh individu atau kelompok dari luar sering kali memunculkan pertanyaan tentang kebijakan kolaborasi dengan pemerintah setempat dan transparansi dalam penggunaan dana serta sumber daya lokal.

Meskipun menghadapi kritik, aksi Hansen menyoroti pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan mendesak dan potensi besar solidaritas global dalam mendukung pembangunan lokal. 

Aksi Hansen pun mendapat dukungan luas di media sosial dan mengkritik komentar kades tersebut.

Baca Juga:
Menelusuri Keagungan dan Sejarah Masjid Agung Ibnu Batutah dengan Simbol Toleransi yang Hadirkan Wisata Religi Menakjubkan di Bali

"Pa Kades, Anda jangan membuat malu Indonesia. Seharusnya berterima kasih daripada mencemooh. Anda tidak melihat bagaimana warga desa di sana bergotong royong dari anak-anak sampai dewasa. Tidak pantas bagi Anda untuk berkata seperti itu. Salut untuk @thekristianhansen, kamu luar biasa! Kami bangga padamu. Salam hormat dari Banjarmasin," komentar akun @uc***. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Tak Dapat Perhatian Pemerintah, WNA Asal Denmark Ini Bantu Perbaiki Jembatan di Wakatobi Sulawesi Tenggara yang Sudah Bertahun-tahun Rusak

Viral aksi WNA asal Denmark yang memperbaiki jembatan di Wakatobi Sulawesi Tenggara setelah bertahun-tahun rusak dan diabaikan pemerintah.

Termasuk yang Menyalahgunakan Izin Investor, Luhut Melarang WNA Bermasalah Masuk ke Wilayah Indonesia

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, melarang warga negara asing yang bermasalah untuk dapat masuk ke wilayah Indonesia.

Video Pria WNA Menghadang Mobil di Tengah Jalan Kawasan BSD dengan Bertelanjang Dada Viral, Nyatanya Mengalami Gangguan Kejiwaan: Sebelumnya Sedang Tidur di Pinggir Jalan

Usai video seorang WNA menghadang mobil di jalan BSD dengan bertelanjang dada, kepolisian pun sebut WNA tersebut alami gangguan kejiwaan.

Seorang WNA Bertelanjang Dada Menghadang Sebuah Mobil di Kawasan BSD, Netizen: Modus Biar Diongkosin Pulang Kampung

Beredar sebuah video viral di media sosial, seorang WNA bertelanjang dada tengah menghadang sebuah mobil di kawasan BSD, Kabupaten Tangerang.

Berita Terkini

wave

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.


See All
; ;