Hari Pertama Sekolah, Aksi Emak-emak Datang Subuh ke SD Negeri 4 Kedokan Agung Indramayu Berebut Kursi untuk Sang Anak Jadi Sorotan

Emak-emak berebut kursi untuk sang anak pada hari pertama sekolah di SD Negeri 4 Kedokan Agung, Indramayu.
Emak-emak berebut kursi untuk sang anak pada hari pertama sekolah di SD Negeri 4 Kedokan Agung, Indramayu. Source: Foto/Tangkap layar Tiktok @jendela_indonesia

Indramayu, gemasulawesi - Pada hari pertama sekolah di SD Negeri 4 Kedokan Agung, Indramayu, Jawa Barat, ada sebuah aksi dari para orang tua yang mengundang perhatian publik.

Hal ini terjadi ketika para orang tua, terutama emak-emak, berbondong-bondong tiba sejak dini hari di SD Negeri 4 Kedokan Agung untuk menjamin kursi paling depan bagi anak-anak mereka. 

Tradisi ini, meskipun unik dan menarik perhatian, merupakan bagian penting dari kehidupan sekolah setempat yang menyoroti komitmen orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka seperti yang terjadi di SD Negeri 4 Kedokan Agung tersebut.

Hari ini, 15 Juli 2024 menjadi hari pertama masuk sekolah bagi para siswa usai libur panjang.

Baca Juga:
KKB Kembali Berulah, Detik-detik SDN Okbab di Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Dibakar Viral, Bangku dan Meja Sekolah Ludes Dilahap Api

Sejak pukul 04.00 WIB, suasana di depan gerbang sekolah sudah ramai oleh kehadiran orang tua dan murid-murid yang siap bersaing untuk mendapatkan posisi duduk terbaik di ruang kelas. 

Video yang merekam momen ini menunjukkan betapa mereka dengan sabarnya menunggu pembukaan gerbang, dengan satu tujuan yang jela, yani memastikan anak-anak mereka mendapatkan kursi yang strategis di kelas.

Ketika gerbang akhirnya dibuka, aksi berlangsung dengan cepat dan intens. 

Orang tua berlomba-lomba memasuki ruang kelas, menempati kursi-kursi yang telah mereka incar sebelumnya. 

Baca Juga:
Berusaha Lindungi Anak Istri, Seorang Pria Tewas Usai Peluru dalam Insiden Penembakan Donald Trump Menembus Kepala Korban, Ini Sosoknya

Tindakan selanjutnya tidak hanya sebatas duduk dan menunggu. 

Para emak-emak dengan hati-hati mengamankan kursi dan meja yang mereka pilih dengan gembok atau pengikat, menandai klaim mereka atas tempat tersebut.

Tradisi ini, meskipun mungkin terlihat tidak biasa bagi beberapa orang, memiliki akar yang dalam bagi komunitas lokal. 

Bagi banyak orang tua di SD Negeri 4 Kedokan Agung, keputusan untuk mendapatkan kursi depan tidak hanya tentang memudahkan anak-anak dalam proses belajar, tetapi juga tentang memberikan mereka peluang terbaik untuk terlibat dan belajar secara langsung dari guru. 

Baca Juga:
Menemukan Keindahan dan Ketenangan di Pantai Nguyahan, Permata Tersembunyi Pesisir Gunung Kidul Yogyakarta

Kursi yang lebih dekat dengan papan tulis sering kali dianggap memberikan keunggulan dalam pemahaman materi dan keterlibatan dalam pembelajaran kelas.

Namun, di balik semangat untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak, ada pula suara kritis yang menyoroti dampak dari persaingan semacam ini. 

"Sebenernya mau duduk di depan atau belakang itu tergantung anaknya sih, kalau anaknya memang pinter meskipun yang duduk di belakang juga akan tetap pinter begitupun sebaliknya," komentar akun @moc***.

Viralnya aksi emak-emak yang mengamankan kursi dengan gembok di hari pertama sekolah di SD Negeri 4 Kedokan Agung, Indramayu, tidak hanya menyoroti keunikan budaya lokal, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam membentuk pengalaman pendidikan yang positif bagi anak-anak mereka. 

Baca Juga:
Berdasarkan Pengamatan Kegempaan, Gunung Semeru Dilaporkan Mengalami 31 Kali Gempa Letusan

Meskipun kontroversial bagi sebagian, tradisi ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sekolah dan komunitas, mencerminkan nilai-nilai tentang pentingnya pendidikan dan komitmen untuk mencapai yang terbaik. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Periode Libur Sekolah 14 Juni hingga 14 Juli, Total Penumpang di Bandara Lombok Mencapai 227504 Orang

Jumlah penumpang di Bandara Lombok, NTB, periode libur sekolah 14 Juni hingga 14 Juli 2024 mencapai 227504 penumpang.

Pimpin Upacara MPLS 2024, Pj Gubernur Sulsel Minta Guru Menciptakan Sistem Pembelajaran yang Mampu Membuat Anak Bahagia Bersekolah

Guru diminta oleh Pj Gubernur Sulawesi Selatan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang mampu membuat siswa merasa bahagia bersekolah.

Dibangun dengan Bantuan Internasional, Sebuah Sekolah untuk Kaum Anak Palestina di Tepi Barat Dikabarkan Dihancurkan Otoritas Penjajah Israel

Sebuah sekolah untuk anak-anak Palestina di Tepi Barat yang dibangun dengan bantuan internasional dihancurkan oleh otoritas penjajah Israel.

Tahun Ajaran Baru, Penjual Perlengkapan Sekolah di Kabupaten Tangerang Mulai Mengalami Peningkatan dari Kunjungan Pembeli

Kunjungan pembeli ke penjual perlengkapan sekolah di Kabupaten Tangerang dikabarkan mulai mengalami peningkatan menjelang tahun ajaran baru.

Kedua Orangtuanya Tunanetra, Anak di Semarang Ini Ditolak PPDB SMA Negeri Jalur Afirmasi hingga Terancam Tak Bisa Sekolah, Begini Ceritanya

Sedih, anak pasutri tunanetra di Semarang ini tak lolos PPDB SMA melalui jalur afirmasi. Begini kisahnya yang kini viral.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;