Panik! Detik-detik Petugas Bea Cukai Diduga Lakukan Razia Besar-besaran Penertiban Barang Impor di ITC Mangga Dua Jakarta Utara Viral

Viral video para pedagang yang panik saat Bea Cukai gelar razia penertiban di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.
Viral video para pedagang yang panik saat Bea Cukai gelar razia penertiban di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Source: Foto/TikTok @kikynovar93

Nasional, gemasulawesi - Sebuah video yang memperlihatkan razia petugas Bea Cukai di ITC Mangga Dua menjadi viral di media sosial. 

Video tersebut menangkap momen dramatis saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang impor di pusat perbelanjaan tersebut. 

Dalam video itu, terlihat para pedagang berusaha menutupi dan mengamankan barang dagangan mereka dengan cepat saat petugas tiba-tiba datang.

Operasi penertiban ini bertujuan untuk menindak peredaran barang impor ilegal yang banyak ditemukan di pasaran. 

Baca Juga:
Tanpa Senjata Apapun! Perkelahian 2 Pria di Kawasan Pondok Pinang Jakarta Selatan Berakhir Tragis, Satu Diantaranya Meninggal Dunia

Barang-barang yang menjadi target dalam operasi ini mencakup pakaian, sepatu, tas, barang elektronik, dan produk keramik. 

Petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang-barang yang melanggar aturan impor.

Momen panik para pedagang terekam jelas dalam video tersebut. Mereka terlihat bergerak cepat menutupi barang-barang mereka agar tidak disita oleh petugas. 

Suasana di ITC Mangga Dua pun menjadi kacau seiring dengan kehadiran petugas yang melakukan razia secara tiba-tiba. 

Baca Juga:
Viral! Content Creator Ini Keluhkan Produk Pesanannya yang Datang Tak Lengkap Usai Dimusnahkan Bea Cukai Tanpa Konfirmasi, Begini Ceritanya

Banyak pedagang yang ketakutan dan bingung menghadapi situasi ini.

Video ini kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapatkan beragam komentar dari netizen. 

"Langsung tutup lah. Kalau disita tidak bakal balik barangnya. Rugi dong," komentar akun @wa***. 

Komentar ini mencerminkan kekhawatiran pedagang terhadap kemungkinan kehilangan barang dagangan mereka jika disita oleh petugas.

Baca Juga:
Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, Kepala Bapanas Tekankan Pentingnya Pola Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman

Sementara itu, warganet lainnya memberikan pandangan berbeda.

"Ngapain pada takut, kan barang impor masuk sudah kena pajak di bea cukai dengan status jalur merah. Juga penjual bukan impor sendiri, tapi ambil dari tangan pertama," komentar akun @jam****. 

Komentar ini mengindikasikan bahwa beberapa netizen percaya bahwa pedagang tidak seharusnya khawatir jika mereka telah mengikuti prosedur impor yang benar.

Reaksi para pedagang menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh mereka yang bergantung pada produk impor. 

Baca Juga:
Menjelajahi Keindahan Bawah Air dengan Mengeksplorasi Seru di Batee Tokong Sabang, Divespot Terkenal yang Miliki Panorama Menyenangkan!

Banyak dari mereka merasa bahwa mereka telah mengikuti prosedur yang benar, namun tetap merasa terancam oleh operasi semacam ini. 

Hal ini menyoroti perlunya komunikasi yang lebih baik dan transparansi dalam proses impor, sehingga pedagang dapat lebih memahami dan mematuhi aturan yang ada. 

Usai video tersebut viral, pihak Bea Cukai pun angkat bicara.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai Sudiro menegaskan jika pihaknya tidak pernah melakukan razia tersebut.

Baca Juga:
Sangat Signifikan, Kementerian Agama Sebut Angka Perceraian yang Menurun Harus Diapresiasi dan Disyukuri

"Bea Cukai tidak pernah melakukan razia seperti dalam video yang viral tersebut," ujar Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Bea Cukai Sudiro. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave
Viral Sejumlah Aduan Masyarakat di Media Sosial Soal Kinerja Bea Cukai, Presiden Jokowi Siap Turun Gunung, Segera Gelar Rapat Khusus

Presiden Jokowi menyatakan kesiapannya untuk menanggapi sejumlah permasalahan di Bea Cukai yang buat masyarakat geram belakangan ini.

Menkeu Sri Mulyani Mendadak Pecat Rahmady Effendy Hutahaean dari Jabatannya Sebagai Kepala Bea Cukai Purwakarta, Ini Alasannya

Terungkap alasan Menkeu Sri Mulyani memecat Rahmady Effendy Hutahaean dari jabatannya sebagai Kepala Bea Cukai Purwakarta.

Tahan 9 Mobil Mewah, Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Dilaporkan Pengusaha Malaysia ke Kejaksaan Agung Atas Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan oleh seorang pengusaha asal Malaysia ke Kejaksaan Agung setelah menahan sembilan mobil mewah.

Bantah Tuduhan Bea Cukai Bongkar Paket Mainan Megatron Milik Youtuber Medy Renaldy, Kemenkeu Beberkan Bukti Mengejutkan

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa tuduhan Bea Cukai membongkar paket mainan Megatron yang dimiliki oleh Medy Renaldy tidak benar.

Sinergi Bea Cukai dan Polri Sukses Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Luar Negeri di 2 Kasus Besar, 6 Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

Kolaborasi Bea Cukai dan Polri berhasil menggagalkan usaha penyelundupan narkotika dari Belgia dan Belanda, enam tersangka ditangkap.

Berita Terkini

wave

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.

DPRD Parigi Moutong Desak Kementan Buka Kuota Saprodi Antisipasi Gagal Panen

DPRD Parigi Moutong mendesak Kementan buka transparansi kuota bantuan saprodi per kecamatan demi cegah gagal panen akibat ledakan hama weren

Anggota DPRD Parigi Moutong Kecam Manajemen Kedaruratan dan Kelalaian Administrasi Rujukan

Krisis pelayanan kesehatan Parigi Moutong memicu protes keras DPRD setelah kelalaian rujukan menyebabkan nyawa warga melayang sia sia.

DPRD Parigi Moutong Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan Swasta Saat Ruang Fiskal Menyusut

DPRD Parigi Moutong bersiap membentuk Pansus untuk mengusut tata kelola dana CSR perusahaan swasta yang dinilai tidak transparan.


See All
; ;