Kota Gorontalo, gemasulawesi – Yosep P. Koton, yang merupakan Plt Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo, yang mewakili Pj Gubernur, membuka kegiatan PPIB atau Pemilihan Putra-Putri Berprestasi Kota Gorontalo kali kedelapan, pada hari Rabu, tanggal 4 September 2024.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Hotel Al-Adha ini dihadiri oleh Pj Wali Kota Gorontalo, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, tokoh agama, kepolisian, dan seluruh peserta PPIB.
Yosep P. Koton mengatakan pihaknya mengapresiasi panitia yang telah membuat kegiatan ini dengan sangat baik.
“Kegiatan ini sangat penting mengingat generasi muda merupakan generasi penerus bangsa, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas dan mempunyai akhlak yang baik, sesuai dengan ajaran agama Islam,” ujarnya.
Dia menyampaikan PPIB kali kedelapan ini bukan hanya sekadar ajang lomba biasa, tetapi juga adalah bentuk lain kaderisasi generasi muda Islam.
Hal tersebut dapat dilihat dari penampilan seorang peserta yang mampu menguasai 5 aspek penilaian sekaligus, yakni mampu menyanyikan lagu religi Indonesia, membaca Al-Qur’an secara tartil, dapat berceramah secara singkat, mampu menyanyikan lagu kasidah Arab padang pasir.
Baca Juga:
Aliansi Jurnalis Independen Palu Segera Melaksanakan Konferensi Kota ke IX Tahun 2024
Dan juga mampu memperagakan busana muslim yang baik dan juga benar.
Dia mengatakan selain 5 aspek di atas, kepribadian dan karakter seorang peserta juga tidak luput dari penilaian yang akan diakumulasikan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Hadiah untuk peserta yang berhasil memperoleh predikat Terbaik 1 putra maupun putri bukan hanya piala atau bonus uang, namun juga umrah ke Tanah Suci Mekkah.
Dia berharap di tengah arus globalisasi yang semakin deras, anak-anak muda ini mampu menjadi garda paling depan dalam menjaga nilai-nilai Islam yang luhur.
Selain itu, kegiatan PPIB ini juga dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat iman dan juga kuat akhlak.
Dia menyatakan seluruh peserta pihaknya mengharapkan dapat mengikuti lomba dengan sportif dan mampu menunjukkan bahwa pemuda-pemudi Gorontalo dapat memegang teguh falsafah daerah, yaitu adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabbullah. (*/Mey)