Usut Tuntas Dugaan Eksploitasi Karyawan dari Perusahaan Animasi di Jakarta Pusat, Polisi Periksa 8 Saksi Ini

Polres Jakarta Pusat memeriksa delapan saksi terkait dugaan kekerasan dan eksploitasi di perusahaan animasi Menteng.
Polres Jakarta Pusat memeriksa delapan saksi terkait dugaan kekerasan dan eksploitasi di perusahaan animasi Menteng. Source: Foto/Polda Metro Jaya

Jakarta Pusat, gemasulawesi - Kasus dugaan kekerasan dan eksploitasi karyawan oleh pemilik perusahaan animasi di Menteng, Jakarta Pusat terus menjadi sorotan. 

Polisi kini bergerak cepat setelah video pengakuan salah satu mantan karyawan yang viral di media sosial.

Video tersebut mengungkap perilaku tidak manusiawi yang dialami oleh karyawan, sehingga mendorong pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan.

Polisi menerima laporan dari dua mantan karyawan mengenai tindakan pengancaman dan pelanggaran ketenagakerjaan yang diduga dilakukan oleh pemilik perusahaan, berinisial CL, dan suaminya, KL. 

Baca Juga:
Hacker Kembali Berulah! Data Penting Presiden Jokowi dan Menteri Sri Mulyani Ini Bocor

Tindakan ini membuat karyawan terpaksa bekerja dalam kondisi yang tidak layak, bahkan hingga larut malam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Metro Jakarta Pusat melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi. 

Kasat Reskrim, AKBP M Firdaus, menyatakan jika pihaknya sudah memeriksa 8 saksi. 

"Saksi yang diperiksa terdiri dari enam mantan karyawan, satu Ketua RT, dan ibu kandung korban," jelasnya pada Jumat, 20 September 2024.

Baca Juga:
Pilkada Damai, Aman, Tertib, dan Sejuk Diharapkan KPU Tomohon Menjadi Ikhtiar Seluruh Warga

Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti yang mendukung penyelidikan.

Pengakuan korban, CS, dalam video tersebut sangat mengejutkan publik. Ia menceritakan bagaimana dirinya dan karyawan lainnya mengalami kekerasan verbal dan fisik. 

CS mengungkapkan, "Karyawan perusahaan sering kali mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari pemilik perusahaan. Saya juga dieksploitasi hingga pulang dini hari."

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, memastikan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menangani kasus ini secara serius. 

Baca Juga:
Petugas Medis Disiagakan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat untuk Menjaga Kesehatan Petugas KPPS

Ia menekankan komitmennya untuk menyelesaikan penyelidikan hingga tuntas, demi keadilan bagi para korban yang terlibat.

Proses pemeriksaan saksi-saksi yang telah dilakukan diharapkan dapat menguatkan bukti-bukti yang ada. 

Penyelidikan yang berlanjut ini menjadi harapan bagi korban untuk mendapatkan keadilan yang mereka butuhkan. 

Masyarakat juga berharap kasus ini bisa membuka mata tentang perlakuan yang sering kali terjadi di industri kreatif.

Dengan terus menggali informasi dari para saksi dan bukti di TKP, polisi berusaha untuk mengungkap seluruh kebenaran di balik dugaan kekerasan dan eksploitasi ini. 

Kasus ini menjadi perhatian besar dan diharapkan dapat memicu perubahan dalam perlakuan terhadap karyawan di berbagai sektor industri. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Pilkada Damai, Aman, Tertib, dan Sejuk Diharapkan KPU Tomohon Menjadi Ikhtiar Seluruh Warga

KPU Tomohon berharap Pilkada yang aman, damai, sejuk, dan tertib menjadi ikhtiar dari seluruh warga kota Tomohon, Sulut.

Proses Perekrutan 604 PTPS untuk Pilkada 2024 Dipantau Langsung oleh Bawaslu Kabupaten Maros

Bawaslu Kabupaten Maros memantau langsung proses perekrutan 604 calon penyelenggara ad hoc PTPS untuk Pilkada 2024.

Petugas Medis Disiagakan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat untuk Menjaga Kesehatan Petugas KPPS

Untuk menjaga kesehatan petugas KPPS, petugas medis disiagakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat untuk Pilkada 2024.

Akses Transportasi Laut dari Mamuju ke Surabaya dan Sebaliknya sedang Diupayakan Dibuka Pemprov Sulbar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sedang Berupaya untuk Membuka Akses Transportasi Laut dari Mamuju ke Surabaya atau sebaliknya.

Baznas Palu Menyiapkan 360 Juta Rupiah untuk Membantu Biaya Pendidikan Anak-anak Sekolah Pra Sejahtera

Untuk membantu biaya pendidikan anak-anak sekolah pra sejahtera di Palu, Baznas Palu menyiapkan 360 juta rupiah.

Berita Terkini

wave

Dugaan PETI di Desa Maleali, Aparat Hanya Dapatkan Sisa Kamp Kosong

Unit Tipidter Polres Parigi moutong, hanya berhasil mendapatkan kamp kosong bekas penambang ilegal pada sidak di desa Maleali

Muhaimin Hadi Desak Audit SPBU: Bongkar Gurita Mafia Solar di Poso!

Ketua Forum Pembela Cinta Damai Kabupaten Poso, Muhaimin Hadi, mengkritik keras kelangkaan solar bersubsidi yang melanda wilayah Poso.

Di Balik Sidak Dispenser BBM Parigi: Menantang Nyali Satreskrim Tangkap Aktor Intelektual Penimbun Solar Subsidi

Polres Parigi Moutong lakukan uji tera dan Sidak sejumlah SPBU di Parigi moutong, sehubungan dengan gencarnya kritikan berkaitan BBM Ilegal

Gurita Tambang Ilegal: Oknum Polisi Edi Jaya Diduga Lebarkan Sayap hingga ke Desa Maleali

Tidak hanya di Mentawa Sausu Torono, Oknum polisi Edi Jaya diduga juga mulai masuk merambah ke Desa Maleali.

Rapor Merah AKBP Hendrawan: Dinilai Gagal Total Disiplinkan Anggota Penyusup Bisnis PETI dan Solar Ilegal

Kapolres Parigi moutong, Hendrawan dinilai gagal mendisiplinkan internal dalam jajarannya berkaitan keterlibatan PETI di Parimo.


See All
; ;