PPK Keluhkan Keterlambatan Dana Operasional Penyelenggaraan Pilkada 2024, Begini Tanggapan KPU Wajo

Ket. Foto: Keluhan PPK Mengenai Keterlambatan Dana Operasional Penyelenggaraan Pilkada 2024 Ditanggapi oleh KPU Wajo
Ket. Foto: Keluhan PPK Mengenai Keterlambatan Dana Operasional Penyelenggaraan Pilkada 2024 Ditanggapi oleh KPU Wajo Source: (Foto/HO-Dok pribadi warga Wajo)

Wajo, gemasulawesi – Sekretaris KPU Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Mansur, menanggapi keluhan PPK atau Panitia Pemilihan Kecamatan mengenai keterlambatan pencairan dana operasional penyelenggaraan Pilkada 2024.

Dalam keterangan resminya yang diterima di Makassar, Mansur menyatakan dana operasional PPK ditransfer setiap bulannya ke rekening sekretariat PPK.

Mansur menyebutkan dana operasional PPK ditransfer dari tanggal 1 hingga 10 setiap bulannya, tetapi setelah menyetor laporan pertanggungjawaban bulan sebelumnya.

Baca Juga:
Pemkab Konsel Melakukan Intervensi Berupa Pemberian Berbagai Bantuan pada 8.000 Masyarakat yang Tergolong Miskin Ekstrem

“Jika adanya keluhan itu, Insya Allah nanti kami selesaikan persoalan itu, baik internal KPU dan mencari solusi jalan terbaik,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa PPK di Kabupaten Wajo mengeluhkan pencairan anggaran operasional Pilkada tahun 2024 yang dinilai terlambat dicairkan oleh KPU Kabupaten Wajo.

Dikutip dari Antara, lewat anggaran hibah Pilkada serentak tahun 2024, Pemkab Wajo telah menganggarkan 45 miliar rupiah untuk penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Baca Juga:
Aplikasi Sistem Informasi Dokumen Bantuan Keuangan Partai Politik Diluncurkan oleh Bakesbangpol Sulawesi Selatan

Pada anggota PPK Pilkada Wajo mengeluhkan keterlambatan anggaran Pilkada tersebut, bahkan terkesan berbelit-belit dalam pencairan anggaran operasional itu.

Sejumlah PPK untuk 14 kecamatan di Kabupaten Wajo yang jumlahnya mencapai sekitar 70-an juga mengeluhkan terhambatnya proses pencairan anggaran operasional biaya transportasi.

Sejumlah anggaran operasional yang dikeluhkan tersebut di antaranya adalah dana wawancara calon PPS, kegiatan rakor persiapan pembentukan pantarlih, uang transpor pembinaan kode etik, Bimtek kode etik sermani, Pilkada Run, dan sejumlah anggaran operasional yang lainnya.

Baca Juga:
Pemkab Pinrang Raih 2 Penghargaan pada Lomba Gerakan Ciptakan Toilet Bersih, Sehat, Aman, Nyaman Bersama Masyarakat

Para anggota PPK Wajo berharap KPU Wajo, mulai dari Ketua KPU Wajo, Sekretaris KPU Wajo, PPK dan bendahara PIlkada KPU Wajo agar kiranya dapat menyelesaikan permasalahan itu.

Di sisi lain, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan segera membentuk AKD atau Alat Kelengkapan Dewan dan menyusun tata tertib atau tatib sembari menunggu Surat Keputusan 5 pimpinan DPRD Sulawesi Selatan definitif dari Kementerian Dalam Negeri. (Antara)

...

Artikel Terkait

wave

Pemkab Konsel Melakukan Intervensi Berupa Pemberian Berbagai Bantuan pada 8.000 Masyarakat yang Tergolong Miskin Ekstrem

Intervensi berupa berbagai bantuan kepada 8.000 masyarakat yang tergolong miskin ekstrem dilakukan oleh Pemkab Konsel.

Aplikasi Sistem Informasi Dokumen Bantuan Keuangan Partai Politik Diluncurkan oleh Bakesbangpol Sulawesi Selatan

Bakesbangpol Sulawesi Selatan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Dokumen Bantuan Keuangan Partai Politik atau Sidokpol.

Pemkab Pinrang Raih 2 Penghargaan pada Lomba Gerakan Ciptakan Toilet Bersih, Sehat, Aman, Nyaman Bersama Masyarakat

2 penghargaan didapatkan oleh Pemkab Pinrang dalam lomba Getol Bertamasya yang diselenggarakan oleh Pemprov Sulawesi Selatan.

Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Menerima Penghargaan Statistic Awards Tahun 2024

Penghargaan Statistic Awards tahun 2024 diterima oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo yang diserahkan Plt Kepala BPS Gorontalo.

Guru SMP di Lamongan yang Viral Usai Tampar Siswanya Sampaikan Permohonan Maaf, Begini Nasibnya Sekarang

Guru SMP Kembangbahu di Lamongan sampaikan permohonan maaf setelah viral karena menampar siswa. Apa sanksi yang didapat?

Berita Terkini

wave

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.

Tebalnya Tembok "Imunitas" Tambang Ilegal Buranga: Mengapa Hukum Tak Berdaya Dihadapan Reni?

Polres Parigi Moutong dinilai tak bertaring dihadapan Reni salah satu tokoh sentral dibalik beroperasinya tambang ilegal di Desa Buranga.

Diduga Kebal Hukum, Kelompok Haji Anjas, Mustari dan Ahmad Geser Operasi Tambang Ilegal ke Desa Buranga

Dugaan kebal hukum pengelola PETI di Desa Buranga mencuat, seolah tidak perduli hukum aktifitas tambang ilegal Buranga tetap beroperasi.


See All
; ;