Komplotan Begal Bersenjata Tajam Rampas Sepeda Motor di Pulogadung Jakarta Timur, Polisi Kejar Pelaku

Empat pelaku begal bersenjata tajam rampas motor di Pulogadung, korban ketakutan dan kabur.
Empat pelaku begal bersenjata tajam rampas motor di Pulogadung, korban ketakutan dan kabur. Source: Foto/ilustrasi/Unsplash

Jakarta Timur, gemasulawesi - Aksi kriminalitas di jalanan kembali terjadi di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. 

Komplotan begal bersenjata tajam merampas sepeda motor yang dikendarai oleh dua pemuda.

Saat itu, kedua korban baru saja membeli makan dan hendak pulang ketika tiba-tiba dicegat oleh empat pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. 

Para pelaku dengan brutal mengancam korban menggunakan parang, membuat situasi mencekam bagi korban yang tak sempat melawan.

Baca Juga:
Penganiayaan Brutal! Kakek 73 Tahun Pukul Ketua RW dengan Balok Kayu, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa komplotan tersebut langsung mematikan sepeda motor korban dan merampas kunci motor. 

"Para pelaku langsung mematikan mesin sepeda motor dan mengambil kuncinya tanpa basa-basi. Mereka juga mengancam dengan parang, membuat korban tak punya pilihan selain kabur," jelasnya saat memberikan keterangan kepada media pada Selasa, 8 Oktober 2024.

Saat para pelaku mengeluarkan parang, korban merasa sangat terancam. Mereka memutuskan untuk berlari meninggalkan sepeda motor karena takut akan keselamatannya. 

"Karena ketakutan, korban berusaha menjauh dari lokasi, sementara pelaku membawa kabur sepeda motor tersebut," tambah Ade Ary. 

Baca Juga:
Langgar Edaran Sekjen KPU RI, Ariyana Diduga Tidak Memenuhi Syarat Jadi Komisioner KPU Parigi Moutong

Setelah kejadian, korban segera melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pulogadung. 

Ade Ary memastikan bahwa polisi telah bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. 

"Kami langsung melakukan penyelidikan dan mendalami kasus ini. Para pelaku sedang dalam pengejaran, dan kami berkomitmen untuk segera menangkap komplotan begal ini," ujarnya tegas.

Ade Ary juga menekankan pentingnya masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama ketika berada di luar rumah pada malam hari. 

Baca Juga:
Bank Indonesia Terus Meningkatkan Digitalisasi Transaksi di Kota Bitung Sulawesi Utara

Ia juga mengimbau agar warga segera melapor ke pihak berwenang apabila melihat adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan mereka

Pihak kepolisian terus berupaya meningkatkan patroli di area-area yang dianggap rawan akan aksi kejahatan jalanan. 

Ade Ary juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus berupaya menumpas komplotan begal yang semakin meresahkan ini, agar keamanan masyarakat dapat terjamin dengan lebih baik.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengejaran terhadap komplotan begal tersebut masih berlangsung, dan polisi mengumpulkan berbagai bukti serta keterangan saksi di lokasi kejadian.

Masyarakat diminta tetap tenang dan terus waspada, sambil berharap agar kasus ini segera mendapatkan titik terang dan para pelaku bisa segera diamankan. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Penganiayaan Brutal! Kakek 73 Tahun Pukul Ketua RW dengan Balok Kayu, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Kakek lanjut usia pukul Ketua RW dengan balok kayu, motif kesal jadi penyebab. Polisi amankan pelaku.

Kepala Diskominfo Sulteng Mengungkapkan Akan Pentingnya Kolaborasi untuk Membangun Digitalisasi

Pentingnya kolaborasi untuk membangun digitalisasi di Sulawesi Tengah diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Sulawesi Tengah.

Pj Gubernur Gorontalo Meminta Pemkab Gorontalo untuk Dapat Meningkatkan Sektor Perdagangan Pertanian

Pemkab Gorontalo diminta oleh Pj Gubernur, Rudy Salahuddin, untuk dapat meningkatkan sektor perdagangan pertanian.

Bank Indonesia Terus Meningkatkan Digitalisasi Transaksi di Kota Bitung Sulawesi Utara

Digitalisasi transaksi di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, terus dilakukan peningkatan oleh Bank Indonesia.

Hendak Serang Kos di Dekat Kantor Benteng Raider Semarang, Sejumlah Pemuda Ditangkap dan Diberi Salam Olahraga oleh TNI

Lima pemuda ditangkap TNI dan warga usai mencoba menyerang kos di Banyumanik, Semarang. Motif diselidiki.

Berita Terkini

wave

Hening di Balik Bukit: Berakhirnya Era Yunus di Tambang Tombi

Operasi tambang yang digawangi Yunus akhirnya berhenti, saat ini dikabarkan pelaku tambang satu ini sudah pulang ke kampung halamannya.

Sajian Baru untuk Penggila Genre Laga Horor, Inilah Sinopsis Film They Will Kill You, Dibintangi Zazie Beets dari Deadpool 2

Zazie Beetz membintangi film laga horor They Will Kill You, yang menyajikan kisah menakutkan yang penuh dengan aksi yang mendebarkan

Inilah Sinopsis Film Greenland 2: Migration, Perjalanan yang Berbahaya setelah Bencana yang Mengakhiri Peradaban

Sekuel film Greenland, berjudul Greenland 2: Migration, akan tiba awal 2026 nanti, menceritakan kisah kehidupan setelah bencana

Membisu di Balik Deru Alat Berat: Teka-teki Bungkamnya Polres Parigi Moutong dalam Pusaran Tambang Ilegal Buranga

Kinerja Polres Parigi moutong tampaknya perlu dievaluasi berkaitan dengan keberadaan tambang ilegal buranga yang dinilai tak tersentuh hukum

Nasib Nyawa di Gunung Nasalane: Menanti Keadilan yang Belum Menyentuh Dg Aras

Hukum yang tak bertaring dihadapan pemodal tambang ilegal, hampir terjadi disemua titik PETI yang tersebar di Parigi moutong.


See All
; ;