Emosi! Pria di Kalideres Jakarta Barat Memaki Petugas Damkar yang Dinilai Terlambat Datang untuk Padamkan Api

Warga Kampung Tabaci marah kepada petugas pemadam kebakaran setelah insiden kebakaran melanda kawasan mereka.
Warga Kampung Tabaci marah kepada petugas pemadam kebakaran setelah insiden kebakaran melanda kawasan mereka. Source: Foto/tangkap layar Instagram @fakta.jakarta

Jakarta Barat, gemasulawesi - Kebakaran yang terjadi di Kampung Tabaci, Utan Jati, Kalideres, Jakarta Barat, telah memicu kemarahan warga setempat. 

Insiden ini menyebabkan kerugian signifikan bagi sekitar 50 kepala keluarga atau 150 jiwa yang tinggal di area tersebut.

Kemarahan warga muncul akibat keterlambatan petugas pemadam kebakaran (damkar) dalam merespons kejadian tersebut. 

Para saksi menyatakan bahwa mobil pemadam yang tiba di lokasi tidak membawa air, sehingga upaya untuk memadamkan api menjadi sangat terbatas. 

Baca Juga:
WNA Rusia Tertangkap Basah Petugas Imigrasi Lakukan Aktivitas Ilegal di Sidoarjo, Begini Kronologinya

Kejadian semakin memanas ketika satu unit mobil damkar yang hendak menuju lokasi kebakaran dihadang oleh warga yang merasa frustrasi dengan respons yang lambat.

Menurut penjelasan dari pihak damkar, sebanyak 19 mobil pemadam yang dikerahkan mengalami kesulitan karena kurangnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari pabrik biji plastik yang berdekatan dengan permukiman warga. 

Korban kebakaran mengungkapkan rasa kerugian yang mendalam dan mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut serta memberikan solusi terhadap masalah yang mereka hadapi.

Baca Juga:
Pengeroyokan Brutal di Bandung! Polisi Tangkap Anggota Geng Motor yang Aniaya Remaja hingga Terluka Parah

Insiden kebakaran ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah pada Jumat, 11 Oktober 2024. 

Berbagai komentar dari netizen mulai bermunculan, banyak di antara mereka mengecam lambatnya respons dari petugas damkar dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak terkait. 

"Peringatan keras buat Damkar. Besok-besok belajar ilmu pengendali api dan air kayak Naruto, biar gak kelamaan cari air pas madamin kebakaran," komentar akun @ain***.

Selain itu, banyak juga yang menyayangkan aksi warga yang tak bisa mengerti kendala yang dialami petugas damkar. 

Baca Juga:
293 Ijazah Siswa Ditahan Pihak Sekolah! Kejari Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana Komite di SMKN 1 Klungkung Bali

"Coba bapak yang kawal damkarnya mau? Emang di Jakarta warganya waras semua? Apalagi banyak manusia yang gak mau ngalah sama kendaraan darurat," komentar akun @eix***.

Kebakaran di Kampung Tabaci bukan hanya sekadar insiden, melainkan juga panggilan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan lingkungan. 

Kejadian ini menegaskan pentingnya koordinasi antara warga dan petugas dalam menghadapi situasi darurat dengan cepat dan efektif.

Dalam menghadapi bencana, kolaborasi antara masyarakat dan kesiapan petugas sangatlah penting. 

Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan responsif terhadap potensi bahaya. (*/Shofia)

...

Artikel Terkait

wave

Pengeroyokan Brutal di Bandung! Polisi Tangkap Anggota Geng Motor yang Aniaya Remaja hingga Terluka Parah

Insiden pengeroyokan di Bandung membuat remaja luka parah, polisi terus mencari tersangka lainnya. Baca selengkapnya.

293 Ijazah Siswa Ditahan Pihak Sekolah! Kejari Bongkar Dugaan Penyalahgunaan Dana Komite di SMKN 1 Klungkung Bali

Kejari Klungkung menggeledah SMKN 1, menemukan 293 ijazah siswa ditahan dan dana komite diduga disalahgunakan.

Terbongkar! Wedding Organizer di Bekasi Diduga Tipu Klien hingga Rugi Puluhan Juta Rupiah

Korban penipuan wedding organizer di Bekasi kehilangan Rp25 juta, polisi telah memeriksa saksi-saksi terkait.

Innalillahi! 2 Pemancing Tewas Tenggelam di Kolam Retensi Dekat Stadion GBLA Bandung, Ini Sosoknya

Sebuah Insiden tragis terjadi di Bandung, dua pemuda meninggal dunia usai tenggelam di kolam retensi Bandung.

Miris! Pelajar SMA di Tebet Diduga Dianiaya Senior hingga Koma, Polisi Turun Tangan

Pelajar SMA Jakarta Selatan diduga dianiaya kakak kelas hingga koma. Polisi sedang mendalami kasus ini untuk penyelidikan.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;