Brimob Polda Sulawesi Tengah Mengamankan Sejumlah Benda yang Diduga Bom Rakitan

Ket. Foto: Brimob Polda Sulteng Mengamankan Sejumlah Benda yang Diduga Bom Rakitan
Ket. Foto: Brimob Polda Sulteng Mengamankan Sejumlah Benda yang Diduga Bom Rakitan Source: (Foto/Duan)

Palu, gemasulawesi – Brimob Polda Sulawesi Tengah melalui tim Gegana bersama Unit Inafis Polres Poso mengamankan sejumlah benda yang diduga bom rakitan dan langsung melakukan olah tempat kejadian untuk melakukan identifikasi yang lebih lanjut.

Kaops Madago Raya, Kombes Pol Boy F S Samola, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Palu mengatakan penemuan bom rakitan itu menunjukkan betapa pentingnya sinergi antaraTNI/Polri dan juga masyarakat dalam menjaga keamanan.

Kombes Pol Boy F S Samola menyatakan bahan yang diduga merupakan bom rakitan itu ditemukan di Dusun Tolana, Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir, oleh salah seorang warga yang sedang membersihkan kebun.

Baca Juga:
Pasangan Calon Ahmad HM Ali dan Abdul Karim Al Jufri Tampil Memukau pada Debat Kandidat Pertama

“Dari keterangan saksi, parang yang dia gunakan untuk membersihkan kebun mengenai benda keras yang terbungkus ember plastik,” katanya.

Dia menambahkan setelah diperiksa terdapat 5 buah benda berbentuk pipa besi dengan sumbu di bagian atas, diduga adalah bom lontong.

Atas laporan itu, Babinsa Desa Toini, Kecamatan Poso Pesisir, dan juga Polsek Poso Pesisir langsung mengambil langkah cepat mengamankan lokasi penemuan barang yang diduga merupakan bom rakitan.

Baca Juga:
BPK Ungkap Konspirasi Tender Hingga Gratifikasi Ratusan Juta Rupiah dari Rekanan ke Oknum Pejabat di Parigi Moutong

“Pihak kami terus meningkatkan patroli dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan situasi yang damai, aman, dan kondusif di Kabupaten Poso,” ungkapnya.

Dia melanjutkan temuan ini menjadi peringatan untuk semua pihak bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan dan memperkuat sistem keamanan.

Dalam kesempatan tersebut, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga:
Mengejutkan! Siswi SMP Lembata di NTT Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Pelaku Ungkap Motif Balas Dendam

Dia mengatakan masyarakat juga diharapkan segera melaporkan jika menemukan atau masih menyimpan benda yang mencurigakan lainnya segera menyerahkan kepada aparat keamanan atau petugas kepolisian.

Di sisi lain, gegana adalah pasukan elite Brimob Polri yang bertugas dalam bidang anti-teror, anti anarkis, penjinakan bom, intelijen, dan penanganan KBR atau kimia, biologi, dan radioaktif.

Gegana dikenal juga sebagai pasukan penjinak bom atau Jihandak. (*/Mey)

...

Artikel Terkait

wave

Pasangan Calon Ahmad HM Ali dan Abdul Karim Al Jufri Tampil Memukau pada Debat Kandidat Pertama

Pasangan cagub dan cawagub Sulawesi Tengah nomor urut 1, AA dan AKA, tampil memukau pada debat kandidat pertama.

BPK Ungkap Konspirasi Tender Hingga Gratifikasi Ratusan Juta Rupiah dari Rekanan ke Oknum Pejabat di Parigi Moutong

BPK RI perwakilan Sulteng temukan sejumlah kejanggalan pada tender pekerjaan jalan di Kabupaten Parigi moutong, bahkan indikasi gratifikasi.

Mengejutkan! Siswi SMP Lembata di NTT Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Pelaku Ungkap Motif Balas Dendam

Tragedi air keras di Lembata jadi sorotan. Pelaku merencanakan aksi karena cintanya diabaikan oleh siswi SMP.

Viral! Aksi Bocah Ugal-Ugalan di Jembatan Malaka Jakarta Timur Tuai Kecaman, Nyaris Picu Kecelakaan

Aksi bocah ugal-ugalan di Jembatan Malaka mengancam keselamatan jalan viral, netizen ramai berikan komentar pedas.

Tragis! Penambang Timah Asal Belitung Hilang Usai Diserang Buaya Saat Cuci Kaki di Tepi Sungai Berang Dusun Air Malik

Kejadian tragis di Belitung, buaya serang penambang timah. Pencarian korban oleh SAR masih berlangsung sampai saat ini.

Berita Terkini

wave

Sisa Anggaran Parigi Moutong Capai 41 Miliar, Bupati Sebut Terganjal Aturan Dana Pusat

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyisakan anggaran 41 miliar rupiah di tengah kondisi jalur Lambunu Palapi yang rusak parah.

Parigi Moutong Genjot Layanan Medis, Stunting, hingga Infrastruktur

Pemda Parigi Moutong merombak anggaran untuk perbaiki fasilitas medis, atasi malaria, stunting, hingga tuntaskan anak putus sekolah.

DPRD Parigi Moutong Sindir Soal Jalan Rusak Yang Ditambal Polisi

Anggota DPRD Basuki kritik keras Pemkab Parigi Moutong akibat infrastruktur buruk hingga polisi harus turun tangan menambal jalan rusak.

Dana CSR Parigi Moutong Gelap, Anggota DPRD Usul Bentuk Pansus

Anggota DPRD Parigi Moutong Mohammad Fadli mengkritik keras tata kelola dana CSR perusahaan yang tidak transparan dan mengusulkan pansus.

Sengkarut Anggaran Parigi Moutong, Dana Non Kapitasi Puskesmas Palasa Belum Dibayar Sejak 2024

Pemda Parigi Moutong menunggak dana non kapitasi Puskesmas Palasa sejak 2024 hingga 2026. Pelayanan kesehatan masyarakat terganggu.


See All
; ;