Viral Seorang Kades di Jombang Jawa Timur Gadaikan Ambulans Desa Guna Lunasi Hutang Pribadinya, Begini Kronologinya

Ilustrasi mobil ambulans yang digadaikan oleh salah satu kepala desa atau kades di Jombang Jawa Timur
Ilustrasi mobil ambulans yang digadaikan oleh salah satu kepala desa atau kades di Jombang Jawa Timur Source: (Foto/Pixabay/@AKuptsova)

Jombang, gemasulawesi - Kasus mengejutkan datang dari Desa Kampung Baru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, di mana Kepala Desa berinisial GAS dikabarkan nekat menggadaikan mobil ambulans desa.

Tindakan ini diduga dilakukan oleh GAS untuk melunasi hutang pribadinya yang mencapai puluhan juta rupiah.

Aksi tersebut menuai kecaman dari masyarakat yang merasa dirugikan karena mobil ambulans merupakan aset penting untuk melayani kebutuhan kesehatan warga desa.

Menurut keterangan yang diperoleh, awalnya GAS berusaha menutup hutangnya dengan menggadaikan motor milik istrinya.

Baca Juga:
Talud Setinggi 5 Meter Longsor, Rumah Warga di Kulon Progo Terbelah Menjadi Dua, Begini Kerusakan yang Dialaminya

Namun, motor tersebut kemudian diambil kembali, sehingga pihak kreditur meminta jaminan lain. 

Akibatnya, GAS menyerahkan mobil ambulans desa sebagai jaminan untuk melunasi utangnya.

Suis Hadi, seorang tokoh desa setempat, menjelaskan bahwa ambulans tersebut sudah digadaikan selama satu bulan terakhir.

Kejadian ini tidak hanya menghambat pelayanan medis yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi juga merusak kepercayaan warga terhadap pemimpinnya.

Baca Juga:
Tegas! 97 Pegawai Pemkab Probolinggo yang Tak Ikut Upacara Hari Pahlawan Dijatuhi Sanksi Berjemur Selama 4 Jam

Lebih memprihatinkan, ini bukan kali pertama Kepala Desa GAS melakukan tindakan serupa. 

Sebelumnya, ia juga diketahui menggadaikan motor milik salah satu perangkat desa, yang hingga kini masih belum diketahui statusnya. 

Aksi-aksi ini mencerminkan tindakan yang jauh dari tanggung jawab dan kepatutan seorang pemimpin, apalagi mengingat peran Kepala Desa seharusnya melayani dan melindungi kepentingan warganya.

Kasus seperti ini menjadi pengingat bagi semua pemimpin, baik di tingkat desa maupun pemerintahan yang lebih tinggi, bahwa kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan baik. 

Baca Juga:
Terdampak Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT , 11.553 Warga Terpaksa Mengungsi, Begini Kata BNPB

Pemimpin diharapkan tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, apalagi dengan cara-cara yang merugikan warganya. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang mahal dan mudah hilang jika disalahgunakan. 

Tindakan curang dan tidak bertanggung jawab seperti ini hanya akan merusak integritas dan menghancurkan kepercayaan warga terhadap institusi pemerintahan.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat perlu meningkatkan pengawasan terhadap para pemimpin mereka.

Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan dengan melibatkan partisipasi aktif warga dalam mengawasi kebijakan dan penggunaan aset desa.

Jika terdapat dugaan penyalahgunaan wewenang atau aset desa, masyarakat harus segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang agar tindakan tegas dapat diambil. (*/Risco)

...

Artikel Terkait

wave

Tegas! 97 Pegawai Pemkab Probolinggo yang Tak Ikut Upacara Hari Pahlawan Dijatuhi Sanksi Berjemur Selama 4 Jam

Pemkab Probolinggo berikan sanksi jemur 4 jam bagi pegawai yang tidak hadir pada upacara Hari Pahlawan, tegakkan disiplin.

Talud Setinggi 5 Meter Longsor, Rumah Warga di Kulon Progo Terbelah Menjadi Dua, Begini Kerusakan yang Dialaminya

Salah satu rumah warga di Kulon Progo terbelah menjadi dua setelah talud yang menjadi penyangganya longsor akibat air hujan

Terdampak Erupsi Dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT , 11.553 Warga Terpaksa Mengungsi, Begini Kata BNPB

11.553 warga mengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi, pemerintah siapkan langkah tanggap darurat untuk keselamatan.

Langgar Aturan Operasional, 19 Truk Tambang di Tangerang Kena Tilang dan Dihadang Petugas

Tindak Tegas! Polisi tilang 13 truk tambang pasca kecelakaan maut yang memicu amukan massa di Tangerang.

Viral! Gegara Tak Terima Anaknya Diejek, Pengusaha di Surabaya Ini Paksa Siswa SMA Sujud dan Menggonggong di Jalan

Kasus pengusaha paksa siswa sujud dan menggonggong viral, jadi perhatian publik. Kejadian ini ungkap masalah bullying.

Berita Terkini

wave

Gencar Usut Dugaan Pungli Barcode Solar Petani, Jurnalis Malah Diancam Polisikan oleh Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong

Bukannya Tertibkan Administrasi, Oknum Pejabat Dinas TPHP Parigi Moutong Malah Serang Balik Pers Pakai Ancaman Lapor Polisi.

Jaringan Gurita Barcode Solar Bersubsidi, "Uang Pelicin" Diduga Jadi Budaya di Dinas TPHP Parigi Moutong

Bisnis barcode dinas TPHP Parigi moutong diduga sudah sejak lama menggurita, praktek pungli penerbitan barcode disebut sudah menjadi budaya.

Bau Menyengat Transaksi Barcode Solar: Sektor Pertanian Parigi Moutong Kembali Digerogoti Oknum

Dugaan permainan dalam penerbitan barcode solar untuk petani di Parigi moutong, disebut menjadi ladang cuan oknum pejabat.

Misteri Ongka: Mengapa Satu Tersangka Sabu "Menguap" dari SPDP Polda Sulteng?

Nama Robi tak tercantum dalam SPDP kasus sabu Parigi Moutong meski sempat diamankan bersama barang bukti. Pelepasannya oleh Ditresnarkoba

4 Pengedar Sabu Jaringan Parigi Moutong Ditangkap, Barang Bukti 26,62 Gram Disita

Polda Sulteng tangkap 4 pengedar sabu di 3 TKP Parigi Moutong. Total barang bukti 26,62 gram sabu disita dalam operasi 19 Juli 2026.


See All
; ;